Pembunuhan Anak Tiri

Usai Cekik Anaknya Hingga Tewas, Ridho Gelisah dan Tak Bisa Tidur Nyenyak

Anak dan Problematikanya Hukum & Kriminal Nasional News Polewali Mandar Sulawesi
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Ridho, seorang ayah yang tega mencekik dan meninju dada anaknya berkali-kali hingga remuk dan tewas sebelum tiba di puskesmas setempat, akhirnya membebekan sendiri kasus pembunuhan bocah Ahmad Azza (2,4 tahun) yang dilakukan

terhadap anak tirinya sendiri.

 

Di depan penyidik dan awak jurnalis yang menemuinya di Mapolsek Wonomulyo Polewali Mandar, Kamis (9/8/2018) Ridho mengaku usai menguburkan anaknya di salah satu pemakaman desa setempat, ia selalu sesak nafas, gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak. Setiap malam ia selalu dihantui mimpi buruk hingag dadanya terasa sakit.

 

Sang istri, Asdariah (23 tahun) yang baru tiga bulan ia nikahi itu juga kaget dan heran melihat perilaku sang suami yang tiba-tiba setiap malam selalu kaget dan terjaga dalam tidurnya, pasca kematian bocah Azza. Ridho yang kerap ketakutan sendiri sering kali meminta sang istri yang tidur di sampingnya untuk mengurut dadanya karena sesak nafas.

 

Ridho baru bisa merasa nyaman dan tenang setelah ia membeberkan semua kekerasan yang dilakukan terhadap bocah Azzam kepada sang istri. Suami yang baru dinikahinya beberapa bulan lau itu mengaku jujur telah mencekik dan meninju dadak korban hingga tak sadarkan diri. Ridho kesal karena korban rewel dan buang air besar saat ia berusaha mengendong paksa korban yang sedang rewel.

 

Asdaria, istri Ridho setiawan yang menumpang hidup di rumah mertua, sejak resmi menikah tiga bulan lalu di KUA setempat, semula tak menaruh curiga apa pun saat anaknya yang tak sadarkan diri digendong ayahnya pulang ke rumah pada 27 juli lalu. Alasanya selama ini hubungan dia dengan suaminya, termasuk dua anaknya dari hasil pernikahan dengan suaminya terdahulu baik-baik saja. Asdaria juga mengaku tidak pernah melihat suami mudahnya itu memperlakukan kedua anaknya secara tidak wajar.

 

Ibu dua anak ini baru kaget seolah tak percaya ketika suatu malam suaminya Ridho Setiawan kembali mimpi buruk dan terbangun tengah malam. Dalam kondisi gemetar, gelisah dan sesak nafas, Ridho minta dadanya diurut agar bisa lebih tenang. Ridho yang tak bisa lagi menyembunyikan kebohongan atas kasus kekerasan terhadap anak tirinya itu akhirnya bicara jujur kepada sang istri. Sejak itu, tersangka Ridho baru mulai bisa tidur nyenyak setelah membeberkan kasus itu kepada istri dan keluarganya.

 

“Saya kaget juga karena selama ini baik-baik saja tiba-tiba mengaku mencekik dan memukul dada Azzam,”jelas Asdaria, istri Ridho Setiawan.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kronologis kasus pembunuhan bocah Azzam oleh ayah tirinya ini sendiri bermula ketika 27 juli 2018 lalu, Ridho membawa anaknya Ahmad Azza (2,4 tahun) keluar rumah sekitar 500 meter dari rumahnya, karena istrinya, Asdaria sedang mandi.

 

Dalam perjalanan si kecil Ahmad Azza (2,4 tahun) kerap rewel dan memberontak ingin pulang ke rumah. Pelaku sempat mengendong paksa anaknya yang rewel itu namun korban tak kunjung tenang. Ridho makin kesal lantaran korban malah buang air besar saat ayahnya berusaha mengendong paksa agar bisa tenang.

 

Kesal karena tak bisa membujuk anak tirinya yang tak kunjung tenang itu, Ridho naik pitham, hingga nekad mencekik leher anaknya hingga korban semaput. Tak puas mencekik, Ridho juga sempat meninju dada si kecil berkali-kali hingga remuk dan tak sadarkan diri.

 

Dalam kondisi bocah kecil itu lunglai, Ridho yang panik lalu menggendong anaknya pulang ke rumah. Kepada istri dan keluarganya, Ridho mengaku korban jatuh di jalan hingga dadanya remuk.

 

Bocah Azzam yang tak sadarkan diri ketika itu langsung dilarikan ke puskesmas terdekat, namun korban meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas. Keluarga akhirnya memilih memulangkan Azzam ke ruamhnya untuk dikuburkan hari itu juga.

 

Warga desa kebun sari, kecamatan wonomujlyo, polewali mandar ini mengaku menyesal telah membunuh anak tirinya dengan sadis. Ridho mengaku naik pitam dan tega membunuh anaknya lantaran korban Ahmad Azza, anak bungsu dari dua bersaudara ini rewel dan buang kotoran saat ia berusaha menggendongnya.

 

“Rewel dan buang air besar saat saya gendong. Karena kesal saya cekik dan tinju dadanya sampai tiga kali hingga korban pingsan,”jelas Ridho Setiawan

 

Tetangga korban, Kurniawati yang juga rekan se profesi pelaku Ridho sebagai pembuat batu bata, juga semula tak menaruh cuirga. Alasannya hubungan Ridho dengan istrinya Asdaria dan dua anak tirinya sejak menikah beberapa bulan lalu tampak biasa saja. Kurniawati mengaku terakhir kali ia melihat Ridho bersama korban jalan-jalan ke lokasi, namun Kurnia mengaku tak mengetahui jika pelaku mencekik dan meninju anaknya hingga tak sadarkan diri, seperti pengakuan tersangka sendiri.

 

“Biasa-bisa saja pak. hubungan sama istri dan anaknya baik-baik saja, tidak pernah saya lihat cekcok, sebelum kita dapat kabar kalau dia mencekik anaknya,”jelas Kurniawati, salah satu tetanga pelaku.

 

Kasus kekerasan terhadap bocah Azzam yang terus digeledah polisi ini makin menemukan titik terang setelah polisi yang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap saksi-saksi, termasuk tetangga dan rekan kerja pelaku Ridho, akhinrya memastikan jika bocah Ahmad Azza (2,4 tahun) meningal secara tidak wajar.

 

Kapolsek Wonomulyo, Akp Jufri Hamid Menjelaskan, Setiap Kali Petugas Polsek Wonomulyo Mendatangi Tetangga Pelaku, Ridho makin tidak tenang dan gelisah. Ia selalu dihantui perasaan bersalah hingga Ridho mulanya jujur bercerita kepada sang istri di suatu malam saat ini terbangun dari tidurnya karena sesak nafas dan geisah.

 

Berdasarkan petunjuk kesakisian sejumlah warga termasuk babinsa setempat yang pertama kali mengadukan kasus ini, Petugas makin yakin karena hasil visum dokter puskesmas tempat Ahmad Azza (2,4 tahun) dilarikan setelah kondisinya kritis dan tak sadarkan diri menemukan bukti visum berupa tanda-tanda perlakuan kekerasan di tubuh korban. Di leher Ahmad Azza ditemukan bekas cekikan dan dadanya remuk.

 

Polisi yang mengendus kuat adanya tanda-tanda kekerasan terhadap bocah itu lalu memeriksa pelaku Ridho di urutan terakhir. Polisi tak kesulitan menggali kasus ini lebih lama. Ridho yang sudah membeberkan perbuatan sadis terhadap anak tirinya lebih dulu kepada istrinya langsung mengakui perbuatannya saat diperiksa penyidik polisi. Ridho mengaku jujur ia mencekik leher dan meninju dada anaknya itu hingga kehilangan kesadaran.

 

“Setiap kali polisi mendatangi tetangga pelaku untuk mencari keterangan dan barang bukti, pelaku makin gelisah dna tak bisa tidur nyenyak. P{elaku sendir mengaku sudah mengaku jujur dan menceritakan perbuatannya sebelum diperiksa penyidik polisi,”jelaskapolsek Wonomulyo, Akp Jufri Hamid

 

Rencananya tersangka Ridho akan diserahkan Polsek Wonomulyo ke penyidik PPA Polres Polewali Mandar karena Ayah mudah ini diketahui menikah dibawah umur atau usia 17 tahun. Sedang istrinya Asdaria (23 tahun), janda dua anak yang dinikahinya itu juga diketahui menikah dini di usai anak pada pernikahan pertamanya tujuh tahun lalu. (KP)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *