Unjuk Rasa Ratusan Perawat Menuntut Perbaikan nasib Diwarnai Kericuhan

Demokrasi Eksekutif Honorer Nasional News Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM – Aksi unjuk rasa ratusan tenaga perawat yang menuntut perbaikan nasib di rumah sakit umum daerah Polewali mandar sulawesi barat, Selasa (26/3/2019) berlangsung ricuh. Seorang korlap yang dianggap memprovokasi massa lantaran terus mebantah jawaban direstur rumah sakit yang menerima kedatangan pengunjuk rasa, digiring paksa petugas meningalkan lokasi unjuk rasa.

Ratusan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia( PPNI) Cabang Polewali Mandar (Polman), menggelar aksi unjuk rasa ditiga tempat berbeda, yakni di depan Kantor DPRD Polman, RSUD Polman dan Kantor Bupati Polman, Selasa (26/3/2019).

Para perawat yang menggelar aksi unjuk rasa sempat terlibat ketengan dengan direktur rumah sakit, dr Syamsiah. Para pengujuk rasa menilai direktur rumah sakit bertangan besi. Tanpa alasan jelas rekan mereka yang sudah mengabdi 13 tahun sebagai tenaga perawat honorer yang hanya digaji seadanya dengan mudah dikeluarkan tanpa alasan jelas, hanya karena diretur tersinggung secara pribadi dengan perawatnya.

“Yang bersangkutan dikeluarkan dari rumah sakit karena melanggar etika. Dia tak hanay bentak-bentak meja tapi juga menunjuk-nunjuk saya,”ujar Direktur RSUD POLMan, dr Syamsiah dihadapan pengunjuk rasa.

Orasi ditektur rumah sakit makin memicu emosi para perawat lantaran pihak rurmah sakit akan merekrut kembali tenaga honorer baru. Anehnya salah satu persyaratan penerimaan perawat honorer tersebut bersedia unutk tidak meinta gaji termasuk diangkat jadi PNS.

Rencana rumah sakit tersebut dinilai bertolak belakang dengan  aturan Kemenkes No 481 tahun 2017 yang melarang tentang adanya penerimaan/pengangkatan pegawai, manajemen rumah sakit.

Korlap aksi Maenunis Amin, yang emosi mendengar jawaban direktur rumah sakit yang dinilai tak masuk akal, sempat menunjuk-nunjak direktur rumah sakit.

Karena dianggap memprovikasi massa aksi Maenunis akhirnya digiring petugas meningalkan lokasi aksi. Meski korlapnya didiamakna polisi, massa pengunjuk ras tetap melanjutkan aksinya.

Keributan juga sempat terjadi di kantor DPRD PoLewali Mandar. Para perawat yang mengelar aksi unjuk rasa yang kesekian kalinya di kantor wakil rakyat untuk mempertanyakan fungsi pengawasan legislatif terhadap eksekutif, termasuk nasib perawat yang sudah mengabdi belasan tahun namun nasibnya hingga kini tak jelas.

Massa sempat terlibat ketegangan dengan anggota DPRD Polman lantaran para perawat mmeinta dukungan tanda tangan dari anggota dprd polman namun sang wakil rakyat justru bertanya apa tuntutan para perawat. Alasannya perjuangan perwat menuntut perbaikan nasib setelah mengabdi belasan tahun kini tak kunjung ada penyelesaian di dprd maupun di legislatif. Para perawat sudah beberapa kali menghadiri rapat RDP di dpr Polewlai Mandar terkait aksi tuntan para perawat

“Masa iya anggota DPRD tidak tahu apa maksud kedatangannya pada hal tahun lalu kita sudah tujuh kali melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama, yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan dan sejumlah Anggota DPRD dari Komisi IV,”kata Sekertaris PPNI, Rahmat S.Kep dengan nada kesal.

Rahmat menyatakan, semua tenaga perawat yang berstatus honorer suka rela baik di puskesmas maupun di rumah sakit akan melakukan aksi mogok kerja selama tuntutannya belum bisa terpenuhi.

Para pengunjuk rasa yang mayoritas mengendarai roda dua, kembali meneruskan aksinya di Kantor Bupati Polman. Para perawat yang sedianya akan berdialog langsung dnegna bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar hanya diterima asisten tiga.

Didepan asisten tiga, Para perwakilan Perawat  ini meminta Pemkab Polman untuk tidak melukan Intimidasi terhadap Perawat yang melakukan mogok kerja sebagai rasa Prihatian terhadap Nasib Para Perawat. Ia juga meminta pemda agar Direktur Rumah sakit menghentikan Rekrutmen penerimaan pegawai tenaga kesehatan karna dasarnya tidak masuk akal.

“Kita akan Konfrontir Pertemuan ini sama Pak Bupati Dan akan menyampaikan apa aspirasi para Perawat ini mungkin 2 atau 3 hari kedepan baru kita bisa liat hasilnya,”ujar Kallang Marzuki Asisten III Pemkab Polman

Jumlah perawat di RSUD Polman saat ini tercatat 247 berstatus sebagai Sukarela. Sementara yang mengabdi diberbagai Puskesmas di Polewali Mandar ada sekitar 701 perawat semua masih berstatus suka rela.

Meski tak mendapat jawaban dari Diretur rumah sakit dna Bupati soal masa sdepan mereka mengabdi sebagai perawat belasna tahun, termasuk nasib rekan mereka yang dipecat tanpa alasan jelas, menngancam akankembali melaukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja sampai tuntutan mereka mendapat respon pemerintah. Ia bahkan menyataka akan mebawa kasus ini ke Jakarta jika pemerintah daerah tak kunjung menyelesaikan tunttan mereka.  (NB-012).

 

Unjuk Rasa Ratusan Perawat Menuntut Perbaikan nasib Diwarnai Kericuhan

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

 

 


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *