Trauma Diguncang Gempa 3 Hari, Warga Mamasa Buat Tenda Pengungsian Depan Rumahnya

Bencana Alam Gempa Mamasa Nasional News Tsunami
Bagikan
  • 1
    Share

MAMASA,LINI1.COM – Khawatir dan trauma diguncang gempa cukup keras, selama tiga  hari bertut2 hari, warga Mamasa Sulawesi Barat memilih mengungsi dari rumahnya dnegan cara mebuat tenda pengungsian di depan rumah masing-masing. Karena alasna keamanan warga memilih tidur bersama keluarga dan anak-anak mereka di tenda depan rumahnya daripada tidur di rumah sendiri. Warga mengaku kawatir terjadi gempa susulan yang lebih dasyat dan membahayakan keluarga mereka.

Guncangan gempa susulan berkali-kali selama tiga hari terakhir membuat warga Mamasa, Sulawesi Barat taruma. Hingga senin pagi tadi gempa-gempa susula yang menggoyang Bumi Kondosapata Mamasa masih terjadi sekitarpukul 9.00 wita.

Puluhan warga di Desa Rambu Saratu, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat yang trauma dan khwair tertimpa reruntuhan misalnya, memilih mengugsikan keluarga dan anak-anak mereka dari rumahnya.

Agara harta bendanya tak hilang dicuri oleh oknum tak bertanggungjawab, wargamemilih mendirikan tenda pengungsian di depan rumahnya. 

Dengan beralas tikar dan beratap terpal seadanya, Warga Mamasa memilih menginap di tenda darurat pada malam hari untuk menghindari segala kemungkinan jika terjadi gempa susulan yan sulit di prediksi.

Pada siang hari, terutama kaum ibu-ibu tetap berada di tenda pengungsian tersebut, sedang warga lainnya terutama kaum laki-laki bekerja untuk mencari kebutuhan sehari-hari mereka. Warga juga membawa pakaian dan peralatan tidur ke tempat pengungsian sementara tersebut.

Lusiana, salah satu Warga Rambusaratu yang mengungsi ke depan rumahnya sambil mendrikan tenda darurat beralas tikar mengatakan, mereka mengungsi ke tenda darurat karena takut terjadi gempa susulan. Alasannya selama tiga hari terakhir gempa-gempa susulan yang cukup keras dan membuat panik warga masih terus berlangsung Senin pagi (5/11/2018) sekitarpukul 9.00 wita.

“Lebih aman tidur di tenda pengungsian di depan rumah sambil  mnejaga harta benda, daripada tidur di dalam rumah. Tiga hari mi ini gempa terus,”jelas Lusiana, warga Rambu Saratu.

0750511182_SULBAR_TRAUMA DIGUNCANG GEMPA WARGA MAMASA BUAT TENDA PENGUNGSIAN DEPAN RUMAHNYA 2A 002

Warga belum tahu sampai kapan mereka mengungsikan keluarga dna anak-anak mereka ke tenda darurat di depan rumahnya. Alasannya mereka akan teap memilih bertahan di tenda darurat dna tidur bersama anak-anak mereka jika gempa-gempa susulan masih terus mengejutkan warga.

Mereka menilai tidur beralaskan tikar seadanya di tenda darurat secara berkelompok dengan tetangga lain jau lebih amandari bnecana gempa daripada mereka beradadi rumahnya masing-masing.

Sabtu pekan lalu, belasan Siswa Sma Negeri 1 Mamasa bahka jatuh pingsan dna dilarikan ke rumah sakit karena ketakutan saat gempa tiba-tiba menggoyang gedung sekolah tempat mereka sementarabelajar. Para siswa jatuh pingsan karena ketakutan menddengar suara gemuruh dan retakan gedung yang diguncang gempa selama beberapa detik.

Meski tak sempat menimbulkan korban jiwa, namun gempa-gempa susulan yang sudha puluhan kali dirasakan warga mamasa sejak tiga hari terakhir membuat masyarakat taruma dna meilih jalan yang lebih aman dnegan mengngsi dan membangun tenda darurat di depan rumah mereka.  (MMAS-04)

Trauma Diguncang Gempa 3 Hari, Warga Mamasa Buat Tenda Pengungsian Depan Rumahnya

Trauma Diguncang Gempa 3 Hari, Warga Mamasa Buat Tenda Pengungsian Depan Rumahnya

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *