Tradisi Asyura, Hari Belanja Tanpa Tawar Menawar

Budaya Ekonomi Inspirasi Life Style Nasional News
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COMMasyarakat Polewali, Sulawesi Barat punya tradisi berbelanja perkakas dan peralatan dapur di hari Asyura atau 10 muharram tanpa tawar menawar. Beragam perkakas seperti kapak, cangkul, parang, sabit atau peralata dapur seperti panci, wajan baskom atau sendok dibeli warga sesuai penawaran pedagang anpa adatawar menawar harga. Masyarakat percaya mebeli perkakasa atau perlatan dapur tanpa tawar menawar akan meuluskan jalan reski mereka selama setahun ke depan. Karenanya mereka memborong peralatan dapur atau perkakasa apa saja di hari asyura atau 10 muharram yang bertepatan dengan tanggal 20 september 2018.

 

Hari asyura atau 10 muharram 1439 hijriah atau bertepatan dengan tanggal 20 september 2018 hari ini adalah hari berbelanja beragam perkakasa atau peralatan dapur tanpa tawar menawar harga jual antara penjual dnegan pembeli.

 

Warga yang datang berbelanja beragam perkakasa pertanian seperti cangkul, linggis, kampak, parang panjang atau peralatan dapur seperti panci, wajan, ember, timba dan semacamnya dibeli tanpa ada tawar menawar harga.

 

Setelah memeriksa kondisi barang yang hendak dibeli dan disukai, pelanggan tinggal tanya berapa harga barang bersangkutan dan ia pun langsung membayar sesuai harga yang dipasang pedagang tanpa didahului tarik ulur atau tawar menawar harga.

 

Tak heran jika sejumlah pasar tradisonal di Polewali Mandar seperti Pasar Sentral Wonomulyo Ini dibanjiri warga berbelanja perkakas atau peralatan dapur apa saja sejak pagi tadi.

 

Umumnya warga membeli perkakas atau peralatan dapur yang bisa tahan lama seperti panci, pisau, ember sesuai kemampuan ekonomi mereka. Warga yang punya kemampuan ekonomi yang cukup akan membeli beragam perkakas dan peralatan dapur, sementara yang mereka yang punya ekonomi lemah cukup berbelanja timba plastik, sipi atau penjepit ikan yang terbuat dari belahan bambu. Intinya mereka mebeli barang apa saja tanpa adatawar menawar.

 

Warga percaya, membeli barang perkakasa atau peralatan dapur apa saja tanpa ada tawar menawar di hari asyura akan melancarkan jalan reski mereka selama setahun mendatang.

 

Yunus, salah satu warga Tapango Polewali Mandar mengaku membeli perkakasa pertanian seperti cangkul dan parang karena ia percaya hari asyura atau 10 Muharram bisa melancarkan jalan resmi mereka.

 

“Hari ini saya beli cangkul dan parang panjang. Kita beli itu tanpa tawar menawar.Kita bayar sesuai harga yang ditawarkan pedagang,”jelas Yunus, Pembeli Perkakas Pertanian

 

Seperti halnya Yunus, Sandi warga lainnya juga mebrong sejumah peralatan pertanian termasuk parang panjang agar ia bisa gunakan bekerja di kebun untuk menyiangi kebunnya. Sandi percaya tradisi berbelanja perkakasa di hari asyura akan melapangkan jalan hidup dan resmi keluarga.

 

“Katanya kalau ditawar jalan reski juga bisa srak atau tidak lancar. Tapi kalau membeli dengan hari senag insya Allah jalan reskinya dimulsukan selama setahun ke depan,”tutur Sandi, Warga polewali Mandarlainnya yag ikut membeli parang panjang dna sejumah peralatan dapur.

 

Tradisi belanja muharram ini dipercaya bisa mendatangkan reski lebih banyak pada tahu berikutnya. Karenanya hampir semua warga atau ibu-ibu rumah tangga di polewali berusaha membeli perkakas atau peralatan dapur apa saja agar jalan reski mereka lebih lancar di tahun mendatang.

 

Namun pedagang juga tak bisa seenaknya menaikan tarif harga barang lebih tinggi dari biasanya, sebab warga yang tidak setuju dengan harga barang yang ditawarkan pedagang, mungkin karena terlalu tinggi atau dua kali lipat dari biasanya, karean pelanggan yang tidak setuju dnegan harga yang ditawarkan pedagang langsung pindah ke pedagang lain tanpa mmeinta harga tawar.

 

Pesta belanja muharram ini akan berlangsung selama tiga hari mendatang. Dan waktunya hanya pada saat matahari mulai terbit hingga menjelang siang. Masyarakat polewali percaya matahari terbit sebagai simbol naiknya rezki mereka adalah waktu berbelanja yang afdal.

 

Para pedagang pun bisa mengeruk untung lumayan. Omset penjulan mereka rata-rata meningkat hampir 50 persen dibanding hari biasa.

 

Sejumlah pedagang di pasar wonomulyo mengaku kebanyakan perkakas dan peralatan dapur yang dibeli warga dan ibi-ibu umumnya cangkul, parang panjang, panci, wajan, timba atau hanya sekedarmembeli sipi atau jepitan yang terbuat dari bilah bambu atau ember yang relatif harganya murah. (MPOL-05).

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *