Korban Kecelakaan Kapal, Jenazah TKI Disambut Isak Tangis Keluarga

Cuaca Kecelakaan Nasional News Polewali Mandar TKI
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWLAI MANDAR, LINI1.COM – Jenazah TKI asal Malaysia, Muh Nasri alias Cali (bapak Risma) yang menjadi korban kecelakaan kapal di Malaysia tiba di rumah duka di Jalan Andi Latanratu, lingkungan Kalawa, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi barat, Selasa dinihari tadi. Sejumlah keluarga dan istri korban tampak tak kuasa saat menyambut kedatangan jenazah pahlawan mereka dalam keluarga.

Saat mobil yang mengantar jenazah korban tiba di depan rumah, sanak keluarga yang sudah mengetahui kabar kematian Nasri sejak lima hari lalu langsung menyambut pahlawan tki ini dengan isak tangis. Tampak sejumlah keluarga dan kerabat nasri tak kuasa menahan tangis saat peti jenazah digotong warga masuk ke dalam rumah korban.

Keluarga korban, Suratman mengaku kaget dan terkejut saat pertama kali menerima kabar kematian korban. Suratman sempat mempertanyakan penyebab kematian saudaranya itu. Pasalnya sebelumnya ia tidak pernah mendengar kabat jika korban sedang jatuh sakit.

“Pertama kali mendapat kabat kematina korban seluruh keluarga kaget dna tak percaya, paslanya beberapa hari sebelumnya korban masih sempat bercengkrama dnegan keluarga dna anak-anaknya via telpon,”jelas Suratman, keluarga korban

Korban Nasri diketahui bekerja sebagai TKI resmi di malaysia. Ia menekuni profesi sebagai nelayang penangkap ikan di salah satu perusahaan pengekspor ikan di Sabah, Malaysia, sejuk puluhan tahun lalu.

Risama anak sulung korban mengatakan Kabar duka kematian ayahnya pertama kali ia terima sejak, Kamis malam kemarin, (13/3/2019). Risma menceritakan, ayahnya dikabarkan meninggal dunia karena mengalami kecelakaan kerja saat kapal tempatnya bekerja tenggelam saat sedang mencari ikan di wilayah perairan Keke, kota Kinabalu, Malaysia.

“Ada lima orang dikapalnya, tapi hanya bapak yang korban karena tidak tahu berenang,”ungkapnya.

Pihak keluarga tidak menyangka, korban akan pergi meninggalkan keluarga secepat itu, sebab korban sehat dan tidak menderita riwayat penyakit dan tidak ada firasat atau tanda tanda jika korban akan meninggal. Korban terakhir kali berkomunikasi dnegan keluarga dan anak-anaknya,Selasa pekan lalu. Korban masi sempat menyakana kabar dan kondisi kesehatan anak-anaknya.

Keluarga merasa sedih, rencanaya korban akan pulang ke kampung halamnnya pada bulan Ramadhan atau Mei 2019 mendatang. Namun belum sempat pulng pihak keluarga malah terkejut lantaran menndapat kabat kematian dna jenazah korban.

Sebelumnya,  jenazah korban sempat disemayamkan di ruang Pemulasaran jenazah hospital Keke, Malaysia. Jenazah korban baru dipulanhgkan pihak perusahan temapt korban bekerja setelah menngurus seluruh dokumen adminitrasi kepulangan jenazah korban.

Terpisah, Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakertrans Polman, Indar Jaya mengatakan, bahwa jika korban adalah TKI resmi, maka ia  telah di asuransikan dan akan mendapatkan uang santunan dari BPJS ketenagakerjaan.

“Kalau TKI resmi nominalnya 100 juta. Tapi kalau tidak resmi itu tidak ada. Paling biasanya perusahaan tempatnya bekerja yang memberi santunan,” jelasnya.

Untuk pemulangan jenazah, biasanya perusahaan tempatnya bekerja yang akan memulangkan jenazah. Kalau itu BNP2TKI adalah kalau jenazah itu terlantar dan tidak ada keluarga yang mengurusi maka akan diambil alih oleh pihak BNP2TKI.

“Biasanya kalau tidak ada yang mengurus biasa kedutaan Indonesia di Malaysia akan mengintervensi. Karena itu memang sesuai undang-undang setiap warga negara yang meninggal harus diurus oleh negara,”terang Indar Jaya.

Indar menghimbau kepada warga Polewali Mandar yang ingin menjadi TKI keluar negeri, agar mendaftar secara resmi di Kantor Dinas Tenagar Kerja Polman.

“Contohnya karena kalau ada kasus seperti ini, kasihan korban tidak ada uang santunan untuk anakndan istrinya. Belum lagi kalau ditangkap polisi dan imirasi di Malasysia, pasti di penjara baru di deportasi,”jelasnya. (JY-06).

 

Korban Kecelakaan Kapal, Jenazah TKI Disambut Isak Tangis Keluarga


Gabung Bersama di Channel YouTube kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *