Terpapar Isu Hoax di Facebook, Warga Polman Mengungsi ke Dataran Tinggi

Gempa Hoax Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM Terpapar isu hoax akan adanya tsunami media sosial facebook, menyusul terjadinya serentetan gempa-gempa berskala kecil di berbagai wilayah tanah air, pasca tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, membuat warga Polewali Mandar, Sulawesi Barat Panik dan mengungsikan keluarga mereka ke dataran tinggi, Selasa (2/10/2018) kemarin. Meski kabar tersebut tak jelas asal usulnya dan sudah dibantah bupati dan berbagai media saluran informsi resmi pemerintah, namun warga yang terlanjur terpapar hoax memilih tetap mengungsi ke berbagai lokasi pegunungan di Polewali Mandar.

Ratusan warga di berbagai kelurahan di Polewali Mandar rame-rema mengungsi ke pegununga atau dataran tinggi di berbagai lokas seperti Pokko, Sulewatang dan Dara menysul adanya akan akan terjadi tsunami pasca gempa berkekuatan 3,7 SR di wilayh laut Polewali Mandar dinihari kemarin.

Ratusna warga Takatidung yang panik iin mislanya langsung mengosongkan rumahnya smabil meboyong keluarga dna anak-anak mereka ke tempat pengungsian. Mereka meninggalkan rumah dan mengevakuasi keluarga dna anak-anak mereka menggunakan open cup, bentor hingga motor.

Ardi, salah satu warag Takatidung mengaku kabar yang mebuat panik warga  tersebut bermula dari beredarnya kabar di sejumlah facebook jika akan terjadi tsunami. Kepanikan warga makin tak karuan setelah air laut siang kemarin sempat surut puluhan meterdari bibir pantai, namun hal ini menutut sejumlah nelayan adalah hal biasa saja pada saat waktu air laut surut, bukan karena akan terjadi tsunami seperti kabar yang mebuat panik warga.

“Kabarnya sih warga mendengar kabar dari face book kalau pagi ini akan terjadi tsunami yang diawali suruty air laut. Sehingga warga pesisir panik. Tapi saya sendiri tidak percaya dan piih tetap tinggal di rumah meski sanak tetanga sudah banyak yng eninggalkan rumahnya,”jelas Ardi, warga Takatidung mengaku khawair tinggalkan rumahnya karena bisa jadi sasaran pencuri.

MENGUNGSI TSUNAMI 027

Muliani, warga Kampung Pajjala yang juga sempat terpapar isu hoax aka adanya tsunami selasa kemarin memilih duduk berderet di sepanjang pantai dengan warga lainnya untuk meperhatikan permuakan air laut yang dikabarkan akan sunami. Menurt mualini air laut memang sempat surut puuhan meter, namun itu peritiwa biasa saja dna berlangusng hampir tiap hari.

“Katanya akan ada Tsunami jadi banyak warga mengugsi.Tapi tak jelas darimana sumbernya. Banyak warga meski tidak percaya tetap ikut mengngsi karena banyak tetangganya mengungsi,”jelas  Muliani, warga lainnya.

MENGUNGSI TSUNAMI 054

Sebaain warga lainnya yang bingung mendapat kabar menakutkan tersebut tampak bingung, lainnya terlihat urung rembuk dengan sanak tetangga lain apakah kabar yang bersumber dari media sosial face book yang dnegan cepat merebak luas tersebut benar atau sekedarhoak belaka.

Tak hanya masyarakat umum yang ikut terpapar isu hoaks akan adanya tsunami, namun sejumlah kalangan terdidik pun ikut panik dan terpapar isu tak jelas asal usulnya itu. Sejumlah sekolah di Polewali seperti di Kelurahan Takatidung siswanya dipulangkan oeh gurunya lebih pagi meyusul merebaknya isu tsunami yang mebuat warga paiik.

Menanggapi keresahan warga yang panik dan berlarian ke tempat pengungsian usai mendengara kabar tsunami yang tidak jelas, langsung membantah dna mengigatkan masyarakatnya agar tidak mengungsi dan tetap beraddi rumahnya. Lewat saluran radio lokal bupati terus menerus mengiatkan warga jka kabar yang menggemparkan warga tersebut adalah isu sesat.

“Saya tadi sudah berkeliling dan menyaksikan kepanikan warga mendengar isu Tsunami. Unutk itu saya himau kepada semua warga agar tidak mudah percaya isu-isu yang tidak jelas, saya harap warga bisa kembali ke rumah masing-masing,”jelas Bupati dalam siaran langsug melalaui radio lokal Polewali mandar, Selasa kemarin.

Tak hanya bupati yang turun tangan mengkalrifikasi isu hoax tsnami, petugas kominfo yangmenggunkana kendaraan penerangan berkelilig kampung menangakal hoak. Di sepanjang jalan mereka menyerukan kepada setiap warga untuk tidak percaya isu hoax tsunami yang akan menghntam polewali mandar.

“Dihambau kepada seluruh masyarakat Polewali Mandar agar tidak mudah terperovokasi isu-isu yang tidak jelas. Kmai menghimbau agar wargatak percaya dnegan isu tsunami yang meresahkan warga,” ucap petugas Komimpo berulang-ulang melalaui kendaraan penerangan yang tengah berkeliling kampung.

Badan Metereologi, Klimatologi Dna Geofisika (Bmkg) Majene juga harus mengeluakan surat himbauan  kepada warga di Wilaya Sulawesi Barat untuk tidak percaya jika akan terjadi tsunami seperti isu yang merebak dan membuat panik warga, terutama warga  pesisir pantai polewali mandar, hingga berlarian ke pengungsian sambil meboyong keluarga dna berbekalan seadanya.

Ingga tadi malam, pantai polewali yang setiap malam disesaki pedagang kaki lima tampa sepih, hanya terlihat adabeberapa pedagang yang menjajakan meinuman dan makanan kepada pengunjung pantai. Sejumlah pedgang di lokasi mengaku rekannya memilih mengugsi dan menghentikan dagangannya sementara karena takut isu tsunami dna mengungsi ke pegunungan.

Sebelumnya, Selasa dinihari kemarin, ribuan masyarakat Pinrang, dan Barru Sulawesi Selatan yang juga terpapar isu hoax akan terjadi tsunami panik dan mengungsi tengah malam ke wilayah pegunungan sambil memboyong keluarga mereka. Tak sedikit warga yang kembai ke rumah esok harinya setelah tidak terjadi tsunami seperti isu yang beredar, melaporkan jika rumahnya kemasukan pencuri hingga kehilangan harta benda saat ia tinggalkan malam hari. (MPOL-02).

 

Terpapar Isu Hoax di Facebook, Warga Polman Mengungsi ke Dataran Tinggi

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *