Terpapar Hoax dan Panik Terus Diguncang Gempa, 8.000 Warga Eksodus dari Mamasa

Bencana Alam Gempa Hoax Mamasa Nasional News Penomena Alam
Bagikan
  • 1
    Share

MAMASA,LINI1.COM – Gelombang pengungsian dari Mamasa Sulawesi Barat ke berbagai lokasi termasuk eksodus dari mamasa ke berbagai daerah sekitar mamasa seperti Polewali Mandar dan Toraja terus bertambah. Pemda mencatat hingga Kamis kemarin jumlah pengungsi ke empat titik lokasi kecamatan di Mamasa mencapai 12 ribu lebih. Sementara 8000 lebih warga eksodus keluar Mamasa. Umumnya warga memilih mengungsi karena takut atau panik. Sedang warga lainnya memboyong keluarga dan anak-anak mereka meninggalkan mamasa diduga karena terpapar beragam isu hoax soal gempa yang menyeramkan warga.

Ribuan pengungsi di Kecamatan Sumarorong dan Mamasa Ini misalnya hingga kini masih bertahan di tempat pengungsian bersama keluarga dan anak-anak mereka lantaran gempa-gempa susulan masih terus terjadi. Sejak Sabtu (3/11/2018) hingga Jumat (9/11/2018) hari ini genpa-gempa susulan brsakala (3,0 hingga 5,4 sr) masih terus terjadi. Jumat dinihari tadi sekitar pukul 2.30 wita gempa bersakala 4,7 sr kembali mebuat kaget warga yang tenah tertidur lelap.

Untuk menangani ribuan pengungsi yang terus bertambah hingga Kamis Kemarin, pihak pemerintah daerah telah melakukan rapat kordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk membicarakan penanganan pengungsi di berbagai titik.

Bnpbd Mamasa mencratat jumlah lokasi pengungsian terbesar terjadi di empat lokasi yakni kecamatan cumarorong, messawa, mamasa dan kecamatan tandukkalua. Umumnya warga dan anak-anak mengungsi dengan perbekaan seadanya.

Bupati Mamasa, Ramlan Badawi Usai memimpin rapat koordinasi menjelaskan, saat ini pengungsi sudah mencapai 16 ribu orang yang keluar dari kota mamasa. Mereka mengungsi ke berbagai kecamatan yakni kecamatan balla, tandukkkalua, sumarorong dan kecamatan messawa.

Selain itu sebanyak 8 ribu lebih orang eksodus atau keluar dari kabupaten mamasa ke berbagai daerah sekitar mamasa seperti toraja dan polewali mandar.

“Pemerintah tetap menghimbau warga agar tetap waspada dna tidak pernah meminta warga mengungsi tapi itulah yang terjadi mereka engngsi karena panik dna ketakutan gempa-gempa susulan,”jelas Ramlan Badawi, Bupati Mamasa

1 Gempa 5,5 Mamsa 001

Menuurt bupati ribuan warga mamasa mengungsi sejak gempa pertama awal pekan lalu, karna truma dan panik akibat gempa yang terus mengguncang wilayah Kondosapata, Mamasa. 

Sedang warga lainnya yang panik memboyong keluarga dan anak-anak mereka meninggalkan rumah dan harta benda mereka karena terpapar isu hoax yang menyeramkan dan berseliwerang sejak wilayah rawan gempa ini terus diguncang gempa awal pekan ini.

Meskipun pihak pemerintah tidak pernah mengimbau warga untuk mengungsi, namun gelombang pengugsian terus bertambah sejak lima hari terakhir.

Berdasarkan data bmkg makassar, gempa mamasa tidak sama dengan kekuatan gempa palu, karena kekuatan gempa di mamasa sudah terbagi bagi. Diprediksi tidak akan menimbulkan kekuatan sedasyat di palu, namun warga tetap dihimbau agar tetap waspada.

Sementara pengungsi di berbagai loasi di mamasa yang sudah meninggalkan rumah dan harta benda mereka ke tempat pengungsian seperti di lapangan Sumarorong, Tandukklaua, Messawa dan Lapangan Bola Mamasa membutuhkan bantuan logistik makanan, terutama anak-anak yag ikut mengungsi bersama orang tua mereka.  (MMAS-06).

 

Terpapar Hoax dan Panik Terus Diguncang Gempa, 8.000 Warga Eksodus dari Mamasa

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *