Termakan Isu Tsunami, Warga Pinrang dan Barru Mengungsi ke Gunung

Bencana Alam Budaya Nasional News Sulawesi
Bagikan
  • 1
    Share

SULSEL,LINI1.COM – Isu akan adanya Tsunami yang berhembus dan tersiar dengan cepat melalui jejaring telepon dan media sosial, senin (01/10/2018) dinihari tadi membuat warga peisir pantai Wirittasi, kecamatan Mallusetasi kabupaten Barru dan Pantai Langga, kabupaten Pinrang sulawesi selatan panik dan mengungsi keluarga mereka ke gunung.

Kabar yang membuat warga panik tersebut bermula dari adanya imformasi melalui jejaring sosial jika pantai Langga dan Wakkae Pinrang air surut ratusna meter dari pantai dan diyakini sebagain warga bisa menimbulkan tsunami seperti yang meporak-porandakan Donggala dan Palu sulawesi tengah jumat pekan lalu.

Dengan cepat isu ini enyebar ke wilayah Pare-pare dan kabupte Barru sulawesi seltan. Warga Wirittasi di kecamatan Mallusetasi juga langsung berlarian dna mengungsi ke pegunungan tinggi setelah mendengar kabar jika pantai Wirittasi airnya surut ratusan meter dari Pantai.

Warga pesisir Wirittasi, Baruu mengungsi sambil memboyong anak-anak mereka naik ke pegunungan di desa Nepo, kecamatan Mallusetasi karena khawatir isu tsunami yang berhembus dan tak jelas kabarnya tersebut akan terjadi.

Arwan, salah satu warga desa Nepo, kecamatan Mallusetasi kbupaten Barru mengaku kaget lntaran rumahnya di pegunungan tiba tiba dipenuhi warga yang mengungsi sambil meboyong keluarga mereka menggunakan mobil dan motor dari pantai Wirittasi.

“Saya kaget karena subuh-subuh kampung penuh warga mengungsi deng mobil da motor, seentara kita di sini tidak mendengar kabar apa-apa. Katanya ada kabar akan terjadi sunami karena air laut di Wirittasi surut ratusna meter, tapi itu Cuma isu dna cerita dari mulut ke mulut,”jelas Arwan kepada Kompas.com, Senin pagi (01/10/2018).

Namun warga korban isu tsunami sduah berangusr-angsur turun dari gunung setelah sampai pagi tadi isu tsunami yang dikabarkan akan menyapu pesisir pantai tidak terbukti.

“Beginimi kalau panik dan termakan isu sesat. Bayangkan harta dna rumah ditinggalkan saja karena panik, ternyata tidak ada ji Tsunami seperti yang dikabarkan,”tutur Firman, warga Barru yang memilih pulang kembali ke rumahnya setelah pagi tadi isu tsunami tidak terjadi.

Isu serupa juka mekana korban warga pantai langnga dan Wakkae di Pinrang, sejak isu Tsunami tersir dinihari menyusul adanya kabar air laut sur ratusna meter dari pantai juga langsung meninggalkan pesisir pantai dan memilih masuk ke kota atau ke tempat lain yang jauh dari pesisir pantai.

Nani Suddini, yang mendapat isu atau kabar lewat telepn dari sanak keluarganya jika akan terjadi Tsunami langsng memboyong keluarganya dinihari kampung Ambo Alle menggunakan motor. Alasannya ia memilih mengungsi ke temat yang lebih tinggi jika isu tsunami yang meghebohkan warga dinihari tersebut benar terjadi.

“Tadi malam warga panik dan berlarian karena mendengar kabar kan terjadi Tsunami. Tapi saya pili tetap di rumah. Mau apalagi, kalau Tuhan mentakdirkan gempa dna Tsunami lari kemana pun kita akan mati kalau sudah ajalnya,”tutur Indo Selangi saat menyaksikan kepanikan tetangganya berlarian saat menerima kabar akan adanya tsunami pagi tasi.

Menuurt Indo selangi, warga langsung panik menysul adanya kabar jika air laut di pantai langnga dan Wakkae surut ratusan meter. Namun hingga senin pagi hari isu tsunami tidak terbukti.

“Saya sebetulnya juga tidak prcaya, tapi karea snaka tetangga sudah berlarian dan mengunsikan kelarganya kiat pun dibikin panik juga. Karena tidak berpikir lagi ya begini jadi korban juga,”tutur Ratna, warga Paleletang yang juga sempat panik saat akbat Tsunami berhembus dan membuat nalar warga tak bisa berpikir sehat lagi. (BP-09).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *