Tangis bayi di kerumuni semut di tengah kebun diselamatkan petani campalagian

Anak dan Problematikanya Hukum & Kriminal Nasional News Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Suara tangis bayi yang tengah berjuang menyelamatkan diri saat badannya dikerumuni kawanan semut, diselamatkan seorang petani kelapa di kecamatan campalagian polewali mandar, sulawesi barat. Selasa (21/8/2018) pekan lalu.

Baddulu yang hendak memungut buah kelapa malah menemukan bayi dikerumuni semut dalam keadaan terbungkus karung plastik dan tali pusarnya masih menggantung. Sekujur badan bocah ini ditemukan penuh bintik-bintik merah karena gigitan semut merah.

 

Bayi tak berdosa yang ditemukan menjerit saat badannya digigit kawanan semut merah di tengah kebun kelapa milik warga ini langsung dilarikan baddulu, petani yang menemukan pertama kali bayi naas ini.

 

Kronologis penemuan bayi yang diduga sengaja dibuang orang tuanya itu bermula ketika baddulu hendak memungut buah kelapa yang baru saja dipanen tukang panjat kelapa di kebunnya. Namun belum sempat mengumpulkan buah kelapa yang berceceran di kebunnya, ia terkejut karena mendengar suara tangis bayi cukup keras.

 

Karena curiga, baddulu lalu mendekati sumber suara tangis bayi yang tidak biasanya itu. Benar saja, baddulu menemukan bocah tengah dibungkus karung plastik dan tali pusarnya masih menggantung. Diduga bayi malang ini dibuang beberapa jam oleh orang tuanya sebelum ditemukan baddulu tengah menangis karena sekujur tubuhnya dikerumuni kawanan semut merah.

 

Aiptu Nasruddin, Babinkantibmas Desa Parappe Campalagian Polewali Mandar yang mengutip percakapan baddulu yang tak mahir berbahasa indonesia menyebutkan, karena khawatir baddulu yang menemukan bayi yang masih dengan ari-arinya itu langsung mebawa pulang ke ruamhnya. Karena khawatir terjadi maslaha dengan kondisi kesehatannya, baddulu lalu melarikan bayi tersebt ke puskesmas katumbangan untu mendapatkan perawatan.

 

“Mulanya hendak memungut buah kelapa di kebunnya, karena ada suara tangis bayi ia lau mencari sumber tangis bayi tersebut. Benar saya seeorang bayi tak berdosa menangis dikerumuni semut dalam keadaan terbungkus karung plastiuk,”jelas Aiptu Nasruddin, Babinkantibmas Desa Parappe Campalagian

 

Kasus penemuan bayi ini sendir sempat menghebohkan warga setempat. Warga yang penasaran tak hanya mendatangi lokasi penemuna bayi di tengah perkebunan warga yang cukup ajuh dari pemukiman warga, namun juga mendatangi puskesmas katumbangan untuk melihat langsung bayi naas yang diselamatkan warga tersebut.

 

Bidang puskesmas katumbangan, nurbaya membenarkan jika bayi tak berdosa yang ditemukan di kebun milik baddulu, tali pusarnya masih menggantung. Sekujur tubuhnya dipenuhi bintik-bintik merah akibat gigitan semut. Beruntung ia segera ditemukan dan diselamatkan petani.

 

Sejak dilarikan ke puskesmas, petugas kesehatan setempat telah meotong plasenta atau tali pusarnya. Petugas juga telah mebersihkan badannya yang sempat berlumuran darah setelah ia dilahirkan dan dibuang orang tuanya.

 

Bayi berbobot 2500 gram dan panjang badan 47 centimeter tersebut kondisinya kini lebih baik. Pihak puskesmas telah memberi susu instan agar bayi ini bisa tumbuh sehat dan normal seperti bayi pada umumnya.

 

“Sekujur tubuhnya dipenuhi bintik-bintik merah karena gigitan semut. Plasentanya telah dipotong dna badannay sudah dibersihhkan. Alhamdulilah kondisnya sehat,”jelas Nurbaya Bidang Puskesmas Katumbangan yang menagani bocah malang ini.

 

Sementara, pihak kepolisan setempat kini tengah melacak siapa orang tua yang tegta mebuang bayinya di tengah kebun milik warga hingga dikerumuni semut. Poliis telah meinta keterangan sejumlah pihak termasuk baddulu, petani yang pertama kali menyelamatkan bocah tak berdosa ini. Pihak klepolisian meinta kerjsama warga untuk melaporkan ke polisi jika mengetahui siapa orang tua yang tega mebuang bayinya di kebun. (MPOL-02).

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *