Tak Punya Biaya Pulang, TKI Terlantar di Bandara Medan Usai Dideportasi Pemerintah Malaysia

Ekonomi Hukum Nasional News Polewali Mandar Sulawesi
Bagikan
  • 2
    Shares

POLEWALI MANDAR,KOMPAS.COM – Satu keluarga dan anak-anak asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (Tki) di Malaysia akhirnya tiba dengan selamat di kampung halamannya, Selasa (23/10/2018). Sebelumnya, keluarga yang sudah belasan tahun bekerja di Malaysia ini di deportasi oleh pemerintah malaysia setelah sempat ditahan tiga bulan, karena tak memiliki dokumen resmi. Tki tersebut bahkan sempat terlantar di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, selama beberapa hari, hingga akhirnya bisa dipulangkan oleh pihak bandara ke kampung halamannya.

Keluarga Ferdi Malik dan hasna beserta empat orang anaknya yang masih balita, akhirnya tiba dengan selamat di kampung halamannya di Dusun Lekke, Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin sore kemarin.

Ferdi pulang hanya membawa satu tas berisi makanan ringan seperti biscuit, dan mie intant dan sebuah kardus berisi barang-barang keluarga dan anak-anaknya.

Keluarga yang sudah belasan tahun bekerja di sebuah pabrik kaca di Malaysia ini merupakan Tenaga Kerja Indonesia yang di deportasi oleh Pihak Imigrasi Malaysia. Sebelumnya, satu keluarga ini ditangkap oleh pihak imigrasi di wilayah selangor, Malaysia, juli lalu, karena mereka tidak memiliki dokumen resmi. Ia kemudian sempat ditahan pihak Imigrasi Malaysia selama tiga bulan, hingga akhirnya dideportasi kembali ke tanah air.

“Sempat tertahan di bandara selama lima hari. Sebelumnya dideportasi dari Malaysia seteah sempat ditahan tiga bulan,”jelas Ferdi malik, Tki terlantar yang ditemui di rumahnya, selasa kemarin.

TKI TERLANTAR DI BANDARA 002

Pihak Pemerintah Malaysia mendeportasi mereka melalui Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Karena tak memiliki biaya. Satu keluarga ini bahkan sempat terlantar selama lima hari di bandara kuala namu, deliserdang, sumatera utara.

Selama berada di bandara, ia hanya mendapat belas kasihan oleh petugas bandara. Pihak angkasa pura dua kemudian berupaya memulangkan mereka menggunakan pesawat citilink tujuan Makassar.

Menurut Ferdi Malik ia bersama keluarganya telah tinggal di malaysia selama 12 tahun tanpa memiliki dokumen. Selama di malaysia. Ia bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kaca. Mulanya ferdi dan kelurga masuk malaysia menggunaan passport, namun karena biaya perpanjangan pengurusan paspor yang mencapai ribuan ringgit yang tak mampu ia bayar dengan gajinya yang tak seberapa di malaysia, ferdi akhirnya membiarkan dokumen passportnya kadaluarsa alias tak berlaku.

Karena dianggap tinggal ilegal di Malaysia, pihak imigrasi kemudian menangkap dan menahan keluarga ini selama tiga bulan di malaysia, sebelum akhirnya dideportasi ke tanah air.

Ferdi kini telah berkumpul bersama keluarga dan orang tua di kampung halamannya. Ferdi mengaku enggan kembali ke malaysia dan memutuskan untuk mencari kerja di kampung halamannya. (MPOL-12).

 

Tak Punya Biaya Pulang, TKI Terlantar di Bandara Medan Usai Dideportasi Pemerintah Malaysia

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 2
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *