Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan, Boca Rifki Dikeluargan Paksa dari Rumah Sakit

Anak dan Problematikanya Ekonomi Kesehatan Mamasa Nasional News
Bagikan
  • 2
    Shares

MAMASA,LINI1.COM – Rifki, seorang bocah berusia 2 tahun lebih yang tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kondosapata Mamasa, Sulawesi Barat karena kondisi badannya drop dikeluarkan paksa dari rumah sakit oleh orang tuanya karena tak mampu lagi membayar biaya rumah sakit.

 

Rifki, terlahir sebagai anak ke – 4 dari  pasangan Paulus (32) dan Kurniati (24). Kelurga urang mampu ini tercatat sebagai  warga desa balla, kecamatan balla, mamasa.

 

Sejak lahir boca Rifki mengalami cacat fisik, lumpu dan bibir sumbing, bahkan bocah ini tak bisa bicara maupun berjalan layaknya anak seusianya.  Sejak lahir boca Rifki sering sakit – sakitan membuat orang tuanya selalu membawahnya ke rumah sakit.

 

Latar belakang orang tua Rifki yang hanya berprofesi sebagai buru tani, tak mampu membawah anaknya berobat ke rumah sakit atau ke dokter ahli.

 

Kamis kemarin (20 september 2018), kondisi Rifki kembali memburuk, terpaksa kedua orang tuanya membawanya ke  rumah sakit umum kodosapata mamasa untuk kesekian kalinya untuk mendapatkan perawatan.

 

Orang tua Rifki terpaksa mengluarkan  anaknya dengan paksa, karena alasan sudah tak mampu mebayara biaya rumah sakit dan obat-obatan. Meski dokter belum menginzinkan, kedua oran tuanya tetap ngotot mengeluarkan anaknya karena alasan uang patungan yang mereka pinjam dari sanak tetangga untuk  membawa anaknya ke rumah sakit sudah habis.

 

Paulus, ayah rifki mengatakan berdasarkan pemeriksaan dokter anaknya mengalami gangguan pada paru –paru kanan. Setelah 4 hari berada di rumah sakit kodosapata, pihaknya meminta ke dokter agar anaknya dikeluarkan dari rumah sakit untuk di rawat di rumah karena tak mampu lagi membayar rumah biaya rumah sakit. Selama 4 malam paulus harus mebayar biaya pengobatan untuk anaknya sebesar rp. 931.000.

 

Sejak lahir Rifki tak punya kartu BPJS, sementara 4 orang keluarga lainya yakni ayah dan ibunya dan dua kakaknya, memang memiliki bpjs mandiri, namun karna kartu bpjs yang dimiliki keempatnya menunggak, karna tak dibayar selama beberapa bulan sehingga meyulitkan boca Rifki untuk di uruskan bpjs.

 

“Sudah empat hari di rumah sakit terpaksa dikeluarkan karena kita tak mampu mebayara biaya pengobatan lagi. Ini ke sekian kalinya dibawa ke rumah sakit,”jelas Paulus, Ayah Rifki

 

Saat ini boca Rifki hanya bisa teronggok tak berdaya dan hanya dirawat seadanya di rumahnya. Kedua orang tuanya berharap agar ada pihak yang bisa berempati untuk membantu meringankan biaya pengobatan anaknya. Paulus berharap dinas sosial agar bisa menguruskan BPJS yang tidak berbayar agar keluarga kecilnya bisa menkmati pelayana kesehatan dari negara. (MMAS-05).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 2
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *