Sekolah Ambruk

Siswa SD Kurra Trauma Sering Tertimpa Reruntuhan Palpon Saat Belajar

Anak dan Problematikanya Nasional News Pendidikan
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Meski pemerintah telah menggelontorkan anggaran pendidikan trilyunan rupiah, sebuah jumlah yang sangat pantastis, setiap tahunnya, namun masih saja ditemukan sekolah swasta maupun negeri yang kondisinya memperihatinkan.

Sekolah Sd No. 026 Kurrak di Polewali Mandar, Sulawesi Barat misalnya kondisinya sangat memperihatinkan. Rangka bangunan yang sudah lapuk disana sini, membuat siswa mereka trauma belajar lantaran kerap tertimpa reruntuhan palpon atau rangka bangunan yang rubuh saat belajar di kelas.

 

Sekolah yang dibangun sejak tahun 80-an ini kondisinya sungguh memperiatinkan. Seperti pantauan kami pada Jumat (10/8/2018) pekan lalu, seluruh rangka bangunan tampak lapuk. Palpon dan tiang kayu yang lapuk terlihat bergelantungan di sana sini. Meski kondisi sekolahnya tak layak jadi tempat belajar, karena mengancam keselamatan siswa dan guru terutama saat hujan dna cuaca buruk, namun karena tak ada sekolah lain, para siswa dan guru hanya pasrah sambil berharap selama mengikuti proses belajar mengajar mereka selamat dari reruntuhan bangunan lapuk.

 

Maklum di sekolah ini para siswa dan guru trauma lantaran mereka sudah beberapa kali tertimpa reruntuhan rangka bangunan atau palpon yang rapuh dan jatuh menimpa mereka saat belajar.

 

Nur Hikmah, siswa kelas 6 SDN 026 mengaku sering cemas dna ketakutan belajar di dalam ruagan sata hujan dna angin kencang. Alasannya kondisi bangunan rusak serta plapon rusak yang bergelantungan di sana sini sudha beberakali jatuh dan menimpa siswa saat belajar di kelas.

 

“Kalau hujan atau angin kencang biasa takut bangunanya rubuh. Palponnya sudah sering rubuh,”jelas Nur Hikmah, Siswa Kelas 6 Sdn 026

 

Meski kondisi sekolahnya memperihatinkan para siswa dan duru sdn 026 desa kurrak, kecamatan tapango ini terlihat tetap bersemangat datag ke sekolah belajar.

 

Sepintas dari luar terlihat bangunan sekolah tua ini masih tampak utuh, namun kondis rangka bangunan di sana sini, dinding sekolah termasuk palpon tampak lapuk dan tinggal menunggu waktu ambruk. Dinding tembok setengah yang dipasangi papan kayu di atasnya juga terlihat tak kokoh lagi.

 

Tiang – tiang penyangga yang biasa menopang atap pun beberapa diantaranya sudah rusak. Tiang penyangga atap teras sekoloah di bagian depan misalnya sudah tak ada. Hanya ada satu tiang penyangga yang terpasang itu pun sudah nyaris copot dan bisa menimpa siapa saja di sekitarnya.

 

Para siswa di sekolah ini tampak tetap semangat mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru mereka setiap hari. Meski para siswa mengaku was-was dan cemas dengan kondisi sekolahnya yang mebahayakan mereka karena sewaktui-waktu bisa ambruk.

 

Selian dinding sekolah dari bagunan setengah batu dan selebihnya menggunakan papan kayu tampak rusak disana sini, pembatas ruang kelas dari papan bahkan telah bolong. Sehingga setiap ruangan kelas terlihat dengan jelas dari ruangan satu ke ruangan lainya.

 

Para siswa mengaku tak bisa berkonsentrasi belajar di runagan, lantaran ruangan kelas satu dengan kelas lainnya tak punya sekat dinding pembatas.

 

Kondisi lantai  ruang kelas pun memperihationkan. Lantai sekolah yang dulunya beralaskan tembok kini, semua kondisinya telah rusak dan hanya menyisakan tanah serta debu. Ironisnya debu di ruang kelas beterbangan saat ditiup angin hingga menggangu siswa saat belajar.

 

Menurut Syahrir, salah satu guru di sekolah ini, para siswa tak punya pilihan lain. Demi menimbah ilmu para siswa di skeolah ini mengaku pasrah karena tak ada sekolah lain yang kondisnya lebih layak.

 

“Sebenarnya siswa dna guru khawatir denagn kondisi bangunan yang lapuk, tapi kita tak punya pilihan lain,”jelas Syahrir, Guru SDN 026 Kurrak

 

Para siswa juga mengeluhkan sering kali terusik dengan masuknya  serangga dalam kelas, seperti lebah bahkan ular hingga siswa kadang berlarian atau bubar dari kelas saat mengikuti proses belajar.

 

Pihak sekolah sendiri mengaku telah berkali kali menyampaikan keluhan tentang kondisi sekolah mereka yang sudhja hampir ambruk karena lapuk,

 

Kepada Dinas Pendidikan hingga mengadu langsung ke bupati polewali mandar, namun pihak sekolah mengaku terus hanya dijanji akan direnovasi. Sayangnya  sekolah yang dibangun sekitar tahun 1983 ini tak kunjung direnovasi hingga kini.

 

Pihak dinas pendidikan hanya sekali merehab sekolah ini pada tahun 2005 lalu, itupun hanya rehab ringan yakni perbaikan lantai yang juga sudah rusak dna berlobang di sana sini. (KP)

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

 


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *