Sepekan Tak Ganti Baju, Pengungsi Korban Tsunami Legah Dapat Bantuan Pakaian Layak Pakai

Bantuan Bencana Alam Gempa Nasional News Pasangkayu
Bagikan
  • 1
    Share

PASANGKAYU,LINI1.COM Setelah sepekan memakai baju yang melekat di badan pasca gempa tsunami menyapu wilayah Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, hingga kehilangan harta benda, sanak keluarga, rumah, termasuk pakaian dan perhiasan, para pengungsi yang masih bertahan di sejumah titik lokasi di dataran tinggi di Palu legah mendapatkan bantuan pakaian layak pakai. Sejumlah pengungsi yang gerah memakai baju yang tak pernah dicuci berhari-hari, bahkan langsung ganti baju di lokasi pembagian, sambil membawa sejumlah pakaian lainnya untuk persiapan pakaian ganti.

Para pengungsi korban bencana Gempa dan Tsunami yang sudah sepekan lebih tak kunjung mengganti pakaiannya, karena rumah dan harta benda mereka, termasuk pakaian dan perhiasan yang ikut hanyut terbawa tsunami, jumat dua pekan lalu, menyambut gembira adanya pembagian bantuan pakaian layak pakai dari para dermawan.

Tak hanya orang tua dan kalangan dewasa yang berebutan memilih jenis pakaian, warna kesukaan dan ukuran yang sesuai dan pas di badan, kaum ibu-ibu dan anak-anak yang tak gerah karena sepekan tak bisa mengganti pakaian ini tampak rebutan memilah dan memilih pakaian yang sesuai selera mereka.

Ribuan lembar pakaian bekas layak pakai dan baru ini dihimpun komunitas pemuda pasangkayu sulawesi barat melalui jejaring media sosial pace book, untuk mebantu meringankan para korban bencana gempa tsunami yang sebagain besar kini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian di berbagai titik lokasi, termasuk di Pasangkayu, Sulawesi Barat.

ANTO – PENGUNGSI REBUTAN CAKAR 009

Koordinator Pemuda Pasangkayu, Sultan Hasanuddin mengaku terpangggil untuk mengkordinir pngumpuln baju layak pakai melalui media sosial facebook. Sebagain donatur lainnya datang mengantar langsung ke posko dna lainnya mengirim via pos dan angkutan umum.

“Kami ikut terpanggil berpartisipasi membantu meringankan para korban dengn cara mengajak masyarakat mengumpulkan pakaian layak pakai yang mungkin sangat dibutuhkan para pengungsi,”jelas Sultan Hasanuddin, Koordinator Pemuda

Hanya dalam tempo tiga hari setelah dibuka di media sosial, ribuan lembar pakaian dari berbgai pihak disumbangkan ke panitia untuk dibagikan kepadapara korban bencana gempa tsunami.

Untuk memudahkan para korban dan pengungsi mendapatka pakaian yang mereka butuhkan pasca bencana, komunitas pemuda Pasangkayu mendirikan tenda atau posko bantuan pakaian di Jalan Trasn Sulawesi. Dalam sekejap ribuan pengugsi bergantian datang ke lokasi untuk memilah dan mmeilih jenis pakaian yang mereka sukai.

Agar semua pengungsi bisa kebagian pakaian layak pakai, setiap pengungsi termasuk anak-anak mereka dibatasi hanya untuk lima lembr pakaian lengkap baju dna celama setiap orang.

Sejumlah pengungsi yang antusias mendatangi posko mengaku gembira dan senang karena selama berhari-hari pasca gempa, para pengungsi yang selamat dari bencana ini mengaku hanya bisa menyelamatkan diri dan keluarga termasuk hanya baju yang melekat di badan.

Para pengungsi mengaku selain butuh bantuan logistik makanan, mereka juga sangat membutuhkan bantuan pakaian, sebab mereka umumnya hanya menyelamatkan diri dan pakaian yang melekat di badan saat berlarian menyelamatkan diri.

Para pengungsi korban bencana tak hanya mebutuhkan pakaian orang dewasa. Mereka juga keslitan mendapatkan apakaian anak-anak di tengah setuasi berduka dn kehilangan harta benda dna sanak keluarga lainnya. (MPASANG-09).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *