Seminggu di Pengungsian, Korban Gempa dan anak-anak Kehabisan Stok Makanan

Bencana Alam Gempa Nasional News
Bagikan
  • 1
    Share

DONGGALA,LINI1.COM – Ribuan korban gempa yang masih bertahan puncak perbukitan wilayah donggala, kini mulai kehabisan stok makanan. Para pengungsi dan anak yang tidur beralas terpal di tenda pengungsian ini mengaku tak tersentuh bantuan apa pun dari pemerintah. Mereka hanya mengandalkan bantuan dari para dermawan yang sedang melintas di jalur trans sulawesi atau belas kasih warga yang selamat dri bencana.

Sudah seminggu lamanya warga kecamatan banawa tengah dan banawa selatan, kabupaten donggala, sulawesi tengah  yang masih mengungsi di atas perbukitan tinggi di jalur trans sulawesi mengaku kesulitan stok makanan terutama beras unutk kebutuhan makana dan anak-anak mereka.

Jumlah pengungsi yang tersebar di puuhan titik di wilayah ini kurang lebih seribu dua ratus (1.200) orang lebih. Mereka berasal dari tiga desa diantaranya, desa limboro, tosaleh dan mekar sari dari du kecamatan yakni banawa tengah dan banawa selatan.

Kondisi para pengungsi di tempat ini sangat memprihatinkan. Mereka hanya mendirikan tenda darurat dan tidur dengan alas seadanya. Stok persediaan makanan mereka pun telah habis. Untuk bertahan hidup, para pengungsi hanya mengandalkan bantuan dari para dermawan yang sedang melintas dijalan.

BERTAHAN DI PENGNSIAN DI PUNCK GUNUNG 008

Menurut warga, selama di pengungsian mereka belum pernah mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten setempat. Banyaknya bantuan yang mengalir deras dari berbagai pernjuru tanah air membuat para pengugsi kecewa dan irih hari lantaran tak sedikit pun bantuan terutama beras menyentuh ke mereka. Pada hal bantun beras sangat mereka butuhkan di tengah kondisi yang sulit pasca bencana.

Awaluddin, salah satu pengungsi banawa selatan mengkeritik penanganan distribusi bantuan yang terus mengalir ke palu namun tak menyenyuh mereka.

“Sudah satu minggu di sini belum sekalipun ada bantuan dari pemerintah padahal bantuan mengalir deras dari luar dan hanya lalu lalang di sekitar tenda tenda pengungsi. Pemerintah adillah mebagi karena semua pengungsi dan anak-anak mereka mau hidup dan butuh makan,”jelas Awaluddin, pengungsi.

Beruntung warga perihatin yang sering lalu lalang di sekitarlokasi pengngsian kerap datang memberi bantuan makanan hingga para pengungsi bisa menyambung hidup.

Para pengungsi berharap, pemerintah dan tim relawan yang mengkoordinir bantuan yang masuk ke wilaah bencana agar mendapatkan porsi pembagian yang adil, karena semua penungi yang kini masih berthan di tenda-tenda pengungsian sedang butuh bantun logistik terutama beras dan makan instan lainnya, agar mereka tak kelaparan di penungsian. (MDONG-12).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *