Ratusan Warga dan Anak-Anak di Mamuju Mengungsi di Emperan Jalan

Bencana Alam Lingkungan Longsor Mamuju Nasional News
Bagikan
  • 1
    Share

MAMUJU, LINI1.COM – Ratusan warga dan anak-anak di Lingkungan Sama’, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat kembali mengungsi dan mendirikan tenda-tenda darurat secara swadaya di pinggir jalan, tak jauh dari perkampungan mereka. Warga terpaksa kembali mengungsi lantaran

Warga yang terpapar isu longsor menysul makin banykanya retakan gunung yang mengelilingi perkampungan mereka memilih mengungsi dari kakpung halaman mereka demi menyelamatka keluarga dna anak-anak mereka dari bencana. Warga makin panik lantaran sepekan lalu kawasan pemukiman mereka diterjang banjir bandang saat wilayah tteresebut diguyur bhujan deras.

Beginilah suasana ratusan warga lingkungan Sama’, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju di tempat pengungsian sejak lebih dari sepekan terakhir. Meski pemerintah setempat tak menyediakan sarana tempat pengungsian seperti tenda, namun warga yang panik memilih mendirikan tenda-tenda darurat di sepanjang emperan jalan untuk menampung keluarga dna anak-anak mereka di tempat pengungsian.

Isu adanya longsor susulan yang lebih besar menysul ditemukannya wraga retaka gunung atau pergeseran tanah di sekeiling perkampungan mereka mebuat warga kembali panik dan mengungsikan keluarga dna anak-anak mereka ke tempat aman. Curah hujan tinggi hingga hari ini membuat warga makin khawatir adanya isu longsor besar tersebut.

Dua pekan lalu warga juga mengungsi ke kantor camat kalukku. Untuk sampai ke lokasi pengungsian warag terpaks aberjalan kaki belasna kilometer sambil membawa anak-anak balita mereka ke tempat pengungsian. Meski telah diminta kembali ke kampung halamannya, namun warga yang panik tak percaya begitu saja himbauan yang disampaiakan pemerintah setempat jika longsor di desa mereka hanya isu.

0751603193_SULBAR_GUNUNG RETAK, WARGA SAMA’ MENGUNGSI DI EMPERAN JALAN 2A 002

Warga yang taruma pasca banjir bandang dan tanah longsor yang sempat menerjang pemukiman mereka dua pekan sebelumnya membuat warga kini memilih bertahan di emperan jalan atau di tempat pengungsian yang kondisinya sangat meperihatinkan.

Warga menyatakan tak ingin kembali lagi ke kampung halaman mereka. Para pengungsi mmendesak pemerintah setempat untuk mencarikan lokasi aman agar mereka bisa mengungsikan keluraga dan anak-anak mereka. Meski tak ada longsir hingga 9 hari mereka di tempat pengungsian namun wraga yang menhaku melihat adanya ketretakan gunung di sekeliling perkampungan mereka mebuat warga khawatir bencana longsir sewaktu-waktu menerjang pemukiman mereka.

Burhan, salah satu warga yang mengungsikan keluarga dna anak-anaknya ke emperan jalan mendesak pihak pemerintah setempat untuk mencarikan lahan baru yang akan dijadikan sebagai perkampungan baru, agar mereka bisa hidup lebih tentram dna lebih aman.

“Kita berharap pemerintah bisa menyediakan lahan baru agar bisa merelokasi warga ke tempat baru. Warga sudha merasa tak aman di kampungnya lantaran di sana sini sudha dikeliling gunung retak,”jelas Burhan, salah satu pengungsi

Menuurt burhan, saat ini jumlah pengungsi sebanyak 65 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 292 jiwa. Belum dikeetahui sampai kapan warga mengungsi di tempat emperan jalan, sebagian warga bahkan malah kini berusaha mencari tempat pengungsian permanen agar mereka bisa hidup lebih tenang di tempat barunya.

Sebelumnya, warga lingkungan sama’  juga telah mengungsi ke kantor kelurahan bebanga, kecamatan kalukku. Namun karena masa tanggap darurat telah berakhir, warga kemudian diminta kembali ke kampung halamannya meski mereka belum sepenuhnya merasa aman dari bencana tanah longsor di pemukiman mereka.  (KJ-23)

 

Ratusan Warga dan Anak-Anak di Mamuju Mengungsi di Emperan Jalan

Gabung Bersama di Channel YouTube kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *