Ratusan Pengungsi Gempa Mulai Terserang Penyakit Gatal-Gatal Hingga Hipertensi

Bantuan Bencana Alam Gempa Mamasa Nasional News Pengungsi Penyakit
Bagikan
  • 1
    Share

MAMASA,LINI1.COM – Ratusan pengungsi gempa di lima lokasi pengungsian di Mamasa Sulawesi Barat, mulai terserang berbagai penyakit seperti gatal-gatal, diare, demam tinggi hingga mengalami hipertensi. Empat pasien diantaranya terpaksa dirujuk ke rumah sakit terdekat karena kondisinya dinilai parah dan perlu penganan dokter lebh lanjut. Faktor kebersihan dan sanitasi air yang tidak tersedia di posko pengungsian menjadi salah satu pemicu banyaknya pengungsi mula terserang penyakit.

Berdasarkan data posko kesehatan di Kecamatan Sumarorong, Mamasa, sebanyak 294 pengungsi yang mayritas anak-anak dan balita di Kecamatan Sumarorong sudah mulai terserang bergam penyakit. Data pengungsi sakit ini belum termasuk di lokasi lain seperti Lapngan Bola Mamasa, Messawa, Tandukkalua, dan lokasi lainnya.

Gejala penyakit yang paling banyak diderita terutama warga lanjut usia adalah hipertensi. Pemicu banykanya warga jatuh sakit selama beberapa hari di lokasi pengungsian salah satu penyebabnya karena pengungsi hanya menginap seadanya dalam tenda-tenda darurat beralasakan terpal plastik, sehingga kebersihan tampak tidak terpelihara.

0751011182_SULBAR_RATUSAN PENGUNGSI GEMPA MULAI TERSERANG PENYAKIT GATAL-GATAL HINGGA HIPERTENSI 2A 002

Curah hujan yang tinggi sejak wilayah ini terus diguncang gempa sepekan terakhir membuat lokasi-lokasi pengungsian di mamasa becek dan kebersihannya tidak terpelihara.

Kepala Puskesmas Sumarorong, Yustina Lolo mengatakan, sejauh ini sudah ada 4 orang pengungsi  yang suda dirujuk ke puskesmas terdekat akibat penyakitnya yang dideritanya sudah mulai parah.

“Dari 294 yang diperiksa puuhan diantaraya terserag gtal-gatal diare, hingga hipertensi. Empat diantaranya karena kondisinya parah dirujuk ke uskesmas,”jelas Yustina Lolo Kepala Puskesmas Sumarorong

Saat ini ribuan pengungsi masih bertahan di dtenda-tenda ppengungsian, karena masih trauma pulang ke rumah, karena geteran gempa masih sering dirasakan di wilayah mamasa.

Sementara bantuan dari berbagai pihak seperti intansi pemerintah lembaga sosial dan organisasi kepemudaan ang bersimpati dengan para korban mulai berdatangan ke loasi pengungsian di mamasa.

Pengungsi yang sudah beberapa hari kkeruangan stok makanan menyambut gembira uluran tangan para dermawan yang prihatin dengan  warga yang kini memilih mengungsikan keluarga dan anak-anak mereka ke lapangan atau areal terbuka karena alasan aman, terutama saat gempa susulan kembali terjadi. (MMAS-04).

 

Ratusan Pengungsi Gempa Mulai Terserang Penyakit Gatal-Gatal Hingga Hipertensi

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *