Pulang Sekolah Siswa di Mamasa Tenggelam di Cekdam

Bencana Alam Mamasa Nasional News Pendidikan
Bagikan
  • 1
    Share

MAMASA,LINI1.COM – Diduga belum mahir berenang, seorang bocah berumur 15 tahun bernama Riel, siswa kelas 3 Smp Mamasa, Sulawesi Barat tenggelam saat sedang mandi-mansi bersama sejumlah teman-temannya di sebuah cekdam di Desa Bala Batu, Kecamatan Tanduk Kalua, Mamasa, Sulawesi Barat, Senin Sore Kemarin. Setelah 76 jam pencarian hingga pukul 21 malam, jejak korban belum di temukan oleh warga yang melakukan pencarian secara manual.

Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti tali, ban karet dan rakit bambu, warga sekitar lokasi Cekdam Sarandi Mamasa melakukan penyisiran bibir cekdam hingga ke bagia tengah.

Upaya pencarian ini disaksikan keluarga korban yang tampak tak tenang mencari jejak anggota keluarga mereka yang dinyatakan hilang dna tenggelam.

Upaya pencarian secaramanual ini disaksikan aparat pemerintah setempat. Hanya berbekal rakit bambu, tali dan peralatan sederhana lainnya secara bergantian, warga sekitar cekdam ini secara bergantian menyelam untuk mencari jasad riel di dungga tenggelam.

Namun upaya pencarian jejak korban hingga pukul 21.00 wita belum ada tanda-tanda korban akan ditemukan, padahal pencarian sudah dilakukan sekitar 7 jam.

Menurut salah seorang warga setempat Arif, Senin siang itu sekitar pukul 14.00 wita, korban bersama sekitar 10 orang temannya pulang dari sekolah mengikuti mid semester. Korban bersama sejumlah rekannya mampir ke cekdam yang dikenal warga dengan Cekdam Sarandi.

Hanya 3 orang dari ke-10 bocah ini yang langsung turun ke cekdam untuk mandi termsuk korban riel. Korban lalu buru-buru membuka pakaiannya dan berenang ke tempat yang lebih dalam, namun diduga karena belum mahir berenang, korban akhirnya terseret aurs dan tenggelam. Teman-teman korban yang menyaksikan kejadian ini sempat berusaha menolong korban dengan menjulurkan bambu panjang agar bisa menarik korban ke tepi cekdam. Namun belum sempat menjulurkan batang bambu, korban sudah terlebih dahulu tenggelam dan menghilang.

Tadi bersama sekitar10 temannya pulang 10, hanya ada3 yang singgah mandi termasuk korban. Korban sempat lompat dan berenng ke tengah cekdam, beberapa saat kemudian tenggelam dna hilang. Temantemannya berusaha menolng tapi gagal dan korban keburu tengelam,”jelas Arif, Warga Desa Bala-Batu, Kecamatan Tanduk Kalua.

Gbr 2 002

Seperti video amatir yang merekam aktifitas korban dna rekannya di cekdam mamasa sebelum kejadian, korban tampak melompat dan berenang ke tengah cekdam. Beberapa saat kemudian krban hilang. Hinga membuat teman-temannya panik dan berusaha menjulurkan batang bambu. Sayangnya belu sempat menjulurkan bambu korban terlanjur menghilang.

Selain melakukan pencarian korban, warga juga sudah melakukan berbagai ritual dan doa agar bisa menemukan korban. Salah satunya melakukan doa bersama di bibir cekdam, hingga ritual melepaskan ayam, menabur garam dan memasukkan telur dan daun sirih ke kolam agar jejak  korban bisa segera ditemukan. Namun upaya pencarin korban diakhiri hingga pukul 21 wita, korban tak kunjung ditemukan.

“Adabeberapa ritual yang sudah dilakukan termasuk melepas telur, melepas ayam, buah pinang hingga dia bersama, tapi sampai malam belum ditemukan,”jelas Maria, warga sekitar cekdam yang menyaksikan upaya pencarian korban.

Pencarian ini dikoordinir oleh pemerintah setempat, aparat kepolisian dari polres mamasa dan tagana dinas sosial mamasa.

Karena situasi yang tidak mendukung petugas menghentikan pencarin tadi malam dan dilanjutkan rabu pagi ini menggunakan perahu karet.  (MMAS-012).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *