Kriminal

Praktek Penggandaan Uang dan Emas ala Kanjeng Taat Pribadi di Polman

Hukum Hukum & Kriminal Mamuju Tengah Pasangkayu Polewali Mandar Teknologi
Bagikan

POLEWALI MANDAR,Lini1.com – Penipuan bermodus praktek penggandaan uang dan emas bernilai milyaran rupiah menggunakan tenaga gaib mirip dengan kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa timur 2017 lalu kembali menimpa puluhan korban. Lima korban dari sejumlah propinsi di Indonesia telah melapor secara resmi di Polsek Binuang, Polewali Mandar sulawesi barat dengan barang bukti sejumlah transfer ke sebuah nomor rekening istri pelaku. Sayangnya meski korban sudah menyerahkan uang jutaan rupiah, namun uang milyaran rupiah dan emas batangan yang dijanjikan tersangka tak kunjung mereka dapatkan.

Aparat kepolisian sektor Binuang yang menerima laporan para korban langsung bertindak. Syahril alias Encong (26), Seorang pria yang diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dengan modus penggandaan uang, emas batangan dan barang antik lainnya ditangkap polisi di rumahnya di jalan Durian, kelurahan polewali, Kecamatan Polewali, Polman Minggu (21/1/2018) malam, sekitar pukul 21:00 Wita.

Pelaku yang ditangkap bersama barang bukti emas batangan palsu dan uang, barang antik palsu dan tumpukan kertas yang diberi lapisan uang di atasnya mirip dnegan uang asli, tampak tak mengadakan perlawanan saat digiring petugas.

Kelima korban yang telah melapor secara resmi di Polsek Binuang dengan barang bukti sejumlah slip penyetoran transfer ke sebuah nomor rekening yakni Santoso, (39) warga Kampung  Utan Jaya, Kelurahan Pondok Jaya, Kabupaten Depok, Jawa Barat, Dimas Kartiko (39) warga Kalerandu Kelurahan Pemalang, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Waryono (43) warga Muara Baru, Jakarta Utara, A. Alamsyah (39) warga Minasaupa Kelurahan Rappocini,Makassar, Sulawesi Selatan, A. Sudirmam (45) warga desa Beru-beru Kecamatan Kalukku.

Kapolsek Binuang Iptu Ramli menyebutkan, pelaku melakukan modus dengan cara mengiming-imingi calon korban dengan mengaku mampu menyulap benda apa saja menggunakan kekuatan gaib menjadi uang milyaran, emas batangan dna barang antik bernilai milyaran rupiah. Tersangka mengkeliam dirinya memiliki kekuatan gaib yang mampu berkomunikasi dengan alam ghaib serta memunculkan uang dari berbagai mata uang negara, emas batangan dan barang antik dalam sekejap, melalui sejumlah syarat dan serangkaian prosesi ritual.

Untuk meyakinkan calon korban, pelaku memperlihatkan sejumlah tumpukan uang dalam peti dengan  jumlah yang sangat banyak dan menggiurkan. Pelaku juga memperlihatkan sejumlah tumpukan emas batangan. Namun belakangan diketahui tumpukan uang tersebut adalah kertas yang disusun menyerupai ikatan uang yang bagian atasnya dilapisi uang asli. Sementara emas batangan adalah emas palsu yang terbuat dari Kuningan.  

Modusnya, Pelaku meminta sejumlah uang kepada korban dengan alasan sebagai syarat untuk ritual. Korban yang telah menyerahkan uang dalam bentuk tunai dan transfer ke nomor rekening atas nama Ulfa yang merupakan istri dari pelaku.

Usia mentransfer uang, pelaku kemudian menyerahkan sebuah koper kepada korban. Dengan syarat koper tersebut tidak boleh dibuka jika masih berada di wilayah Polman, dan hanya dapat dibuka dalam jangka waktu tertentu yakni seminggu setelah koper tersebut diserahkan.

Kasus ini terungkap setelah korban merasa tertipu. Saat membuka peti yang dijanjikan bakal berubah jadi uang milyaran dan emas batangan tersebut isinya hanya batu bata. Sejumlah korban yang telah mengikuti serangkaian persyaratan yang diminta pelaku agara isi koper bisa berubah jadi uang dna emas berusaha membuka paksa koper yang diberikan pelaku namun isinya bohong belaka. Anehnya, pelaku yang sebelumnya rajin berkomunikasi mebujuk calon korbannya memtuskan hubungan komunikasi dengan korban yang sduah menyerahkan sejumlah auang atau memenuhi persyaratan yang diminta pelaku.

Santoso, (39) warga Kampung  Utan Jaya, Kelurahan Pondok Jaya, Kabupaten Depok, Jawa Barat menyebutkan pelaku meyakinkan korban dengan mengaku bisa menyulap isi koper yang diberikan kepada korban menjadi uang dna emas batangan bernilai milyaran, namun belakangan tidak satu pun korban yang sudha menerima koper dari pelaku yang mebuktikan bisa berubah menjadi uang dna emas seperti yang dijanjikan pelaku.

“Tidak ada satu pun korban yang sudah menerima koper setelah menyerahkan uang tunai yasng berhasil menyulap kopernya menjadi uang dna emas batangan,”jelas Santoso, salah satu korban yang melapor ke polsek Binuang.’

Petugas menduga banyak korban-korban lainnya, namun yang melaporkan secara resmi sebagai korban baru lima orang. Poliisi berharap agar korban-korban lainnya bisa melaporkan secara resmi ke polisi agar kasus penipuan mirif kanjeng taat pribadi ini bisa diungkap lebih jauh.

Kapolsek Binuang, Iptu Ramli menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap kejadian seperti ini.

“Kami akan sosialisasikan kepada warga agar waspada terhadap kejadian seperti ini, jangan sampai ada korban selanjutnya”jelas Iptu Ramli, kapolsek Binuang.

Dari hasil interogasi sementara, pelaku berdalih tidak melakukan penipuan karena apa yang dijanjikannya tersebut (uang dan emas batangan) mampu ia munculkan sepanjang korban mengikuti syarat ritual yang diminta pelaku. Menurt pelaku isi koper batal berubah jadi uang dan emas batangan bernilai milyaran rupiah lantaran korban sabar dan bertindak tidak sesuai dengan petunjuk Kakek yang ditemuinya di alam gaib.

Pelaku bahkan mengaku para korban sudah pernah menerima uang dan emas batangan sesuai foto yg ditunjukkan pelaku ke pada petugas. Namun menurut pelaku uang dan emas batangan yang dijanjikanmnya itu tertelan kembali ke alam ghaib disebabkan karena ada syarat yg diingkari Korban selama proses ritual.

Kasus penipuan berkedok penggandaan uang dan emas batangan ini mirip dengan kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang mengehbohkan publik tanah air 2017 lalu. Pria yang sudah divonis 18 tahun penjara karena kasus penggandaan uang di Probolinggo, Jawa timur.


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *