Polda Sulbar Tingkatkan Kemampuan Hadapi Pemilu dengan Simulasi Rusuh di Titik Rawan

Bentrok Demokrasi Eksekutif Mamuju Nasional News
Bagikan
  • 1
    Share

MAMUJU,LINI1.COM – Jajaran tni dan kepolisian polda sulawesi barat, terus mengasah dan meningkatkan kemampuan skil personilnya dalam menghadapi berbagai situasi gangguan kemanan dan ketertiban masyarakat, termasuk potensi kerusuhan pemilu akibat pendukung kedua pihak yang tidak terima hasil pilpres atau pileg, 17 april 2018 mendatang. Berbagai latihan simulasi kerusuhan dan tata cara menangani setiap kerusuhan yang paling kecil resikonya, terus di gelar di sejumlah titik rawan termasuk di kantor KPU.

Ratusan personil TNI/Polri di jajaran Polda Sulawesi barat ini menggelar simulasi penaganan kerusuhan aksi unjuk rasa sekelompok massa yang tidak terima hasil pemilu 2019 di halaman kantor KPUD sulawesi barat, Kamis (27/9/2018).

Kericuhan tersebut bermula ketika skelompok massa yang kecewa dengan hasil pemilu tersebut menerobos masuk ke kantor KPU untuk bertemu langusng dengan ketua KPU, namun dihadang berikade petugas. Bentrokan massa dengn petugas pun tak terhindarkan hingga berbutut rusuh. Aksi unjukrasa yang sebelumnya berjalan damai, berubah jadi kacau hingga berakhir rusuh dan aksi pengrusakan fsilitas pemerintah.

Agar massa tidak brhasil menerobos masuk ke dalam kantor KPU tersebut puluhan personil TNI/Polisi bersenjata lengkap dibantu berbagai alat/fasilitas pengamanan seperti water cannon, mobil baracuda, petugas mulai menjalankan rentetan seknario pengamanan untuk mengamankan situasi.

Massa pengunjukrasa yang brutal dan makin nekad memaksa masuk ke kantor KPU tersebut dipukul mundur polisi dengan tembakan gas air mata hingga kerumunan massa sempat kocar kacir.

Meski pengaman telah menembakkan gas air mata dan beberapa kali tembakan peringatan, massa tetap memaksa dan merangsek masuk ke kantor kpu. Puluhan massa aksi bahkan terlibat adu psik dengan cara melempari petugas dengan kayu, batu dan air mineral.

Karena kericuhan tak kunjung reda, polisi terpaksa melempaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa. Dua pengunjukrasa yang diduga menjadi provokator aski tersebut terkapar dan dievakuasi petugas.

Aksi tersebut merupakan simulasi yang digelar jajajran kepolisian polda sulbar dalam rangka mengantispasi pengamanan jelang pemilihan umum tahun 2019 mendatang.

Kapolres mamuju, AKBP. Muhammad rivai arvan menyebutkan, polda sulbar termasuk polres mamuju saat ini siap mengamankan jalnannya pemilihan umum 2019 mendatang.

“Semua tempat-tempat yang kita perkirakan rawan telah kita gelar simulasi di sana termasuk kantor KPU kabupaten dan Propinsi untuk mengatasi berbagai kemungkinan mnjelang pemilu 2019,”jelas AKBP. Muhammad Rivai Arvan, Kapolres Metro Mamuju.

Kapolres berharap, simulasi pengamanan pemilu yang telah digelar di sejumlah titik rawan, termasuk di kantor KPUD Sulbar hari ini akan semakin menambahkan dan memantapkan kemampuan dan kesiapan setiap personil dalam mengamankan setiap tahapan pesta demokrasi hingga pemilu usai. (MJU-09).

 

Polda Sulbar Tingkatkan Kemampuan Hadapi Pemilu dengan Simulasi Rusuh di Titik Rawan

Video : Jal-03

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *