Pertamina dan Disperindag Gelar Pasar Elpiji 3 Kg Atasi Kelangkaan di Polman

Ekonomi Elpiji Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM Untuk mengatasi kelangkaan tabung gas elpji 3 kilogram  yang harganya melambung hingga Rp 30 ribu di kota Polewali mandar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bekerjasama dengan PT. Pertamina depot Parepare menggelar operasi pasar murah tabung gas elpiji subsidi 3 kg. Sementara Dinas Perindag akan memberlakukan kartu kontrol bagi keluarga miskin serta merubah regulasi distribusi hingga ke pengecer agar harga elpiji bisa dikontrol pemerintah.

 

Operasi pasar tabung subsidi 3 kilogram seharga Rp 16 ribu pertabung atau sesuai harga HET Polewali mandar ini digelar di beberapa titik di kecamatan di Polewali mandar seperti Kecamatan Binuang, Polewali, Matakali, Anreapi, dan wilayah kecamatan lainnya.

 

Bagi masyarakat yang ingin membeli tabung gas, diwajibkan membawa lampiran foto copy kartu keluarga (KK). Setiap KK hanya diberi satu tabung elpiji dengan harga Rp. 16 ribu per tabung.

 

Citra, seorang warga jalan Kemakmuran Polewali, mengaku sangat senang dengan adanya operasi pasar tabung elpiji di tengah sulitnya warga mendapatkan tabung elpiji 3 kilogram. Tidak hanya sulit di dapat tapi juga harganya melambung hinga Rp 30 ribu pertabung terutama di pedesaan.

 

“Saya biasa keliling cari pak, baru tidak ada. Kalaupun ada mahal harganya 25 ribu,” ujarnya.

 

Kepala Bidang Standarisasi Perlindungan Konsumen Disperindag Polman, Salma mengatakan, pasar murah ini merupakan program Pertamina bekerjasama dengan Disperidnag Polman. Disperindag berupaya mendistribusikan ke Masyarakat sesuai dengan aturan, secra merata kepada masyarakat kelas bawah atau kurang mampu.

 

Selama ini Disperidag telah melakukan beberapa metode seperti inspeksi dadakan yang melibatkan aparat, namun kondisi distribusi pasokan dan harga elpiji belum makasimal. 

 

Disperindag menyatakan akan segera membuat regulasi baru untuk mengatur mekanisme distribusi elpiji 3 kilogram hingga ke pengecer. Cara ini dinilai Prindag bisa mengontrol harga hingga ke pengecer, termasuk mengatur ulang standar HET. Alasannya karena selama ini, regulasi yang ada hanya mngatur sampai ke tingkat  pangkalan.

 

Pemerintah juga akan memberlakukan kartu kontrol kepada setiap pengguna elpiji 3 kilogram

Terutama kepada warga miskin. Dengan cara itu bisa diketahui mana warga miskin dan mana warga mampu yang pura-pura miskin.

 

“kami akan pelan -pelan mengajak kepada masyarakat yang mampu untuk beralih menggunakan tabung hijau 3 kilogram ke tabung pibk brightgas 5,5 kilogram,” tutupnya. (MPOL-02)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *