Perjuangan Bocah Rifki Melawan Hernia

Anak dan Problematikanya Kesehatan News Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Lantaran tak kunjung menjalani operasi penyakit pembesaran kandung kemih alias hernia yang diderita sejak lahir, Biji Peler bocah Muhammad Rifki (3,5 tahun) terus membesar hingga mirip bola tennis. Bocah ini hanya bisa merintih kesakitan, terutama saat hendak buang air kecil. Akibat penyakit hernia yang dideritanya menyebabkan pertumbuhan bocah ini tidak normal. Diusianya yang hampir menginjak empat tahun ia belum bisa berdiri apalagi berjalan. Praktis hidup bocah ini seluruhnya tergantung pada orang lain di sekitarnya.

 

Muhammad Rifki (3,5 tahun), warga Dara, Lingkungan Darma, Kecamatan Polewali, kabupaten Polman, sulawesi barat ini hanya bisa meringis kesakitan di pangkuan ibu dan neneknya. Diusianya yang hampir mengiinjak empat tahun hingga beum bisa berbuat apa-apa. Jangankan bermain bersama teman-teman seuisnaya, berdiri dan berjalan saja hingga kin tak bisa ia lakukan.

 

Sementara penyakit pembesaran kandung kemih alias hernia yang terus menderanya, membuat biji peler bocah sulung dari dua bersaudara ini terus membesar hingga mirip bola tennis.

Marhani, ibu korban menceritakan, bocah rifki menderita penyakit hernia sejak kecil. Mulanya hanya terdapat benjolan sebesar biji kelereng pada buah zakarnya. Namun seiring pertambahan usianya, biji peler rifki bukannya mengecil atau menghilang namun malah semakin bertambah besar hingga mempengaruhi gerakan dan pertumbuhan pisiknya.

 

“Kecil ji dulu pak, akhirnya besar seperti bola” tutur ibunya.

Saat usia Rifki memasuki dua bulan, orang tuanya pernah memeriksakan anaknya ke rumah sakit. Namun dokter mengatakan belum bisa di operasi karena usianya masih terlalu muda.

Penyakit hernia yang diderita rifki tersebut juga mempengaruhi pertumbuhan fisiknya. Bocah malang tersebut hingga kini belum bisa berjalan dan perutnya semakin mengecil. Kedua kakinya makin kurus.

 

Diusianya yang memasuki Empat tahun, berat badannya hanya 8 kilo, kondisi ini tidak lazim pada usia anak normal seusianya. Rifki juga kerap merintih kesakitan terutama saat hendak buang air kecil. Jika penyakitnya kambuh, kedua kaki rifki sering gemetar dan mengalami sesak nafas.

Muhammad Rifki, merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan dari Muh. Ali (28) dan Marhani (26).

Orang tua Rifki yang bekerja serabutan ni maakin cemas pertumbuhan pisik dan kondisi penyakit hernia yang diderita anaknya. Impian untuk membawa anaknya menjalani operasi buntu lantaran terkendala biaya. Semntara biaya operasi untuk anaknya butuh biaya jutaan rupiah. Marhani berharap ada dermawan yang bisa terketu hatinya untuk membantu kesembuhan anaknya.

“Semoga ada yang berempati dan mau membantu. Saya berharap anak saya sembuh dan normal bisa berjalan seperti anak-anak lainnya”tutur Marhani. (SR)


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *