Pengungsi Terserang Diare, Demam, Gatal Hingga Korban Luka Dirawat Jalan di Posko

Anak dan Problematikanya Bencana Alam Gempa Kesehatan Nasional News Pasangkayu Sulawesi
Bagikan

PASANGKAYU,LINI1.COM – Dua pekan pasca bencana gempa tsunami Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, Jumat Lalu, sejumlah korban luka-luka termasuk anak-anak yang selamat dari terjangan badai tsunami, mulai terserang diare, demam dan gatal-gatal. Sementara sejumlah korban yang mengalami luka-luka di badan dan kepala setelah berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan rumahnya saat bencana terjadi, kini dirawat jalan petugs posko kesehatan yang didirikan Pemda Pasangkayu, Sulawesi Barat. Mereka menjalani pemeriksaan rutin seperti mengganti perban luka agar tidak menimbulkan infeksi.

Posko kesehatan yang didirikan pemerintah Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat yang terletak di bundaran Smart Kota Pasangkayu, Sulawesi Barat, pasca bencana gempa tsunami beroperasi 24 jam layaknya rumah saki permanene untuk melayani korban dan para pengungsi gempa tsunami.

Umumnya warga dan anak-anak yang bergantia mendatangi psko kesehatan di lokasi terserang diare, dedmam, gatal-gatal dan iritasi pada kulit.

Sejumlah korban luka-luka akibat tertimpa reruntuhan tembok dna bangua rumahya yang berhasil menyelamatkan diri sata bencana gempa tsunami terjadi, memanfaatkan layanan kesehatan ini untuk mengontrol kesehaan mereka, termasuk mengganti perban pada luka-luka mereka agar tidak terjadi infeksi atau pembengkakan pada luka-luka ditubuh dan kepala mereka.

Tak hanya pengungsi dan korban luka-luka yang mengungsi ke pasangkayu, sulawesi barat, pasca bencana gempa tsunami jumat dua pekan lalu, ribuan pengungsi yang setiap hari memadati jalan trans sulawesi dari palu dan donggala melalui jalur lintas barat sulawesi di wilayah pasangkayu juga bergantian memeriksakan kesehatan mereka di Posko Kesehatan Pasnagkayu, sebelum mereka melanjutkan perjalanan mengungsi ke berbagai daerah tujuan di Sulbar, Sulsel bahkan luar pulau Sulawesi seperti Ternate, Maluku dan daerah lain di Indonesia.

ANTO – PEMERIKSAAN KESEHTAN PENGUNGSI 011

Tim Dokter Di Posko Kesehatan Pasangkayu, Dr Sucipto menyebutkan, mayoritas korban bencana termasuk anak-anak yang memeirksakan diri ke posko  terserang diare, demam, gatal-gatal dn iritsi pada kulit. Sementarakorban luka yang berhasil selamat dari reruntuhan rumahnya melakukan rawat jalan di posko. Sementara korban bencana yang mengalami gangguan kesehatan serius umumnya dirujuk ke rumah sakit untuk penangangan medis lebih lanjut

“Umumnya pengungsi termasuk anak-anak teserang diare, demam, gatal-garal, iritsi padakulit. Sedag korban luka luka yang mejalani erawatan jalan juga ditangani di posko seperti ganti perban atau cek kesehatan,”jelas Sucipto, Dokter Medis yang bertugs di Posko kessehatan Pasngkayu.

Puluhan petugas medis di posko ini disiagakan layaknya seperti rumah sakit permamen.ereka bertugas memberikan pelayanan kesehatan seperti memeriksakan kesehatan, periksa darah, pemberian obat obatan secara gratis.

Menurut petugas sejauh ini para korban bencana gempa tsunami dan pengngsi mumya masih menderita gejala penyakit ringan yang masih bisa ditangani dokter di posko kesehatan. (PASANG-23).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *