Penertiban Kios Pedagang di Trotoar Jalan Mendapat Perlawanan Pedagang

Ekonomi Mamasa Nasional Pamong Praja Pedagang
Bagikan

MAMASA,LINI1.COM  – Penertiban pedagang yang berjualan di sepanjang trotoar hingga bahu jalan dan selokan di Kota Mamasa, sulawesi barat mendapat perlawanan pedagang dan tukang ojek, Kamis (30/8/2018). Petugas Satpol PP

beralasan aktifitas pedagang di atas trotoar dan bahu jalan mengganggu pejalan kaki dan arus lalulintas. Sejumlah pedagang yang menoak kiosnya ditertibkan petugas sempat adu mulut hingga nayaris terlibat kontak pisik dengan petugas satpol pp. Sejumlah Komunitas tukang ojek yang sembarang mangkal dan ngetem di jalan juga nyaris terlibat bentrokan dengan petugas saat mereka hendak ditertibkan.

 

Upaya penertiban pedagang yang berjulan di sepanjang trotoar hingga bahu jalan dan selokan oleh petugas satpol PP di sejumlah ruas jalan di kota Mamasa tak berjalan mulus. Sejumlah pedagang bersikeras menolak kios dan lapak mereka ditertibkan petugas. Alasannya mereka sudah berjualan di lokasi tersebt sejak bertahun-tahun.

 

Risa, salah satu Pedagang di sekitar lokasi ex pasar Mamasa ini mengaku tak bisa pindah ke lokasi pasar baru yang sudah dibangun pemerintah Mamasa. Alasannya selain karena biaya sewanya tida terjangkau pedagang, lokasi pasar juga tak menarik minat pengunjung datang berbelanja. Berjualan di pasar baru yang sewa ojeknya Rp 20 ribu dari kota ke lokasi tidak bisa membuat pedagang survive. Jangan mendapat untung biaya operasional mereka berjualan tak bisa mereka tutupi. Belum lagi biaya sewa tempat yang tidak terjangkau dikeluhkan pedagang.

 

“Di pasar baru itu saya sudah coba. Tapi tidak aa warga yang datang belanja, sewa kiosnya tidak terjangkau, mana lagi kondisi jalan yang kurang bagus dan tidak menarik minat warga dna pedagang ke lokasi. Bayangkan sewa ojeknya saja ke sana Rp 20 ribu,”jelas Risa mengaku menolak di relokasi petugas.

 

Karena alasan itulah para pedagang eks pasar kota Mamasa ini mengaku memilih berjualan di lokasi mana saja di kota Mamasa agar bisa untung dan mudah didatangi pembeli.

 

Lihat saja sejumlah pedagang yang mengaku sudah berjulan d lokasi puluhan tahun ini sempat terlibat adumulut hinga nayaris kontakik dnegan petugas pamong praja yang menertibkan dagangan mereka. Sejumlah pedagang melawan saat dagangan dan kios mereka hendak dibongkar dan dievakuasi petugas ke kantor satpol PP karena dinilai melanggar sarana umum.

 

Pedagang yang menolak tempatnya berdagang dibongkar memaki-maki sambil menunjuk petugas pamong praja tak berperikemanusiaan hingga nyaris terjadi bentrok. Ketegangan berhasil direda setelah sejumlah petugas satpol PP bersama pimpinan satpol pamong praja berusaha menenangkan warga dna petugas yang emosi.

 

Kasatpol PP Mamasa, Kain Lotong Sembe, penertiban pedagang yang berjualan di sepanjang trotoar jalan, termasuk selokan dan bahu jalan dilakukan demi kepentingan umum juga. Alasannya banyaknya pedagang yang menggunaan trotoar jalan, menjadi pemicu kemacetan, rawan kecelakaan dan pengguna jalan terutama pejalan kaki tida nyaman dan tidak kleluasa.

 

“Ini kan untuk kepentingan umum untuk kita semua. Kan kalau jalan bersih arus lalulintas pastilancar, pejalan kaki senag dna aman,”jelas Kain Lotong Sembe, Kasatpol PP Mamasa.

 

Selain menertibkan lapak para pedagang, petugas juga menertibkan tempat mangkal para tukang ojek yang sering ngetem di sembarang lokasi atau memarkirkan kendaraannya di bahu jalan hingga memicu kemacetan yang mengganggu para pengguna jalan. Sejumlah tukang ojek juga sempat teribat adu mulut dnegan petugas karena menolak pangkalan mereka ditertibkan.

 

Meski menolak kios dan lapak mereka dibongkar petugas, karena diniai melanggar ketertiban umum tetap saja dibongkar dan dievakuasi petugas ke kantor satpol PP Mamasa. Para pedagang hanya bisa pasrah menyaksikan lapak dagangannya di bongkar dan dibawa oleh petugas satpol PP. (MMMs-05)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *