Pemburu Kayu Gaharu Tersesat dan Terlunta Selama 20 Hari di Hutan Mamasa

Budaya Ekonomi Inspirasi Life Style Mamasa Mamuju Mamuju Tengah Nasional News
Bagikan
  • 1
    Share

MAMASA,LINI1.COM – Enam pria pemburu kayu gaharu asal Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah, Sulawesi Barat tersesat dan terlunta-lunta selama 20 hari di tengah hutan belantara di perbatasan Mamuju dan Kabupaten Mamasa. Keenam pria tersebut mengaku nekad berburu kayu gaharu ke tengah hutan tanpa peralatan petunjuk arah atau kompas karena tergiur dengan harga kayu gaharu yang mencapai jutaan rupiah.

 

Karena telah kehabisan bekal setelah 20 hari tersesat menyusuri hutan belantara Mamuju, Mamuju Tengah dan Mamasa, mereka akhirnya terdampar di perkampungan di Dusun Pembu, Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa, namun warga dusun setempat curiga dan khawatir terhadap kehadiran orang asing di daerahnya. Mereka kemudian menghubungi polisi dari polsek mamasa agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari..

 

Setelah digelandang ke kantor Polsek Mamasa, polisi kemuadian memeriksa identitas dan semua barang-barang bawaan dari keenamnya. Polisi yang melakukan pemeriksaan, tidak menemukan barang bawaan yang mencurigakan, sehingga aparat kemudian melepaskan para warga pendatang tersebut.

 

Ishak ketua rombongan pencari kayu gaharu mengaku seluruh perbekalan makanan yang ia bawa habis. Terakhir perbekalan berasnya habis sejak kemarian hinga ia sudah satu haru lebih tidak makan dan tidak minum.

 

“Kami sudah 20 hari di hutan bekal sudah habis semua, terakhir beras yang kami bawah habis sejak kemarin dan sejak kemarin kami tidak makan karena kehabisan bekal, beruntung kami dapatkan kampung dan meinta tolong kepadawarga,”jelas Ishak, Warga Mamuju yang tersesat di mamasa.

 

Selama 20 hari mengembara berburu kayu gaharu yang harganya mencapai jutaan rupih di tengah hutan di wilayah mamuju, mamuju tengah dan mamasa ia tak menemukan satu batang pun kayu gaharu yang disebut-sebut banyak terdapat di hutan belantara mamuj dan mamasa.

 

Kapolsek Mamasa, Inspektur Satu Polisi Leo Paemba, membenarkan hal tersebut. Dari hsil identifikasi polisi keenam warga tersebut adalah warga pencari kayu gaharu yang tersesat hingga ke kabupaten mamasa.

 

Berdasarkan fakta yang ditemukan oleh polisi keenam pria yang mebawa bekal parang panjang dan bekal makanan di tengah hutan ini tidak menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan atau bisa mengganggu kemanan masyarakat. Selama digiring polis keenamnya juga tidak menujukkan gelagat mencurigakan, seluruh senjata tajam seperti parang yang mereka bawah ke dalam hutan diserahkan ke polisi.

 

“Setelah kita interogasi dan memeriksa keenamnya petugas tidak menemuka ada indikasi mereka bisa mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,”jelas Iptu Leo Paemba, Kapolsek Mamasa

 

Keenam warga asal Mamuju dan Mamuju Tengah yang kehabisan bekal dan biaya perjalanan tersebut akhirnya dipulangkan oleh polisi ke daerah asalnya masing-masing. Sebelum meninggalkan kantor polsek keenmanya mengaku berterima kasih kepada masyarakat mamasa dna petugas kepolisan yang sudah membantu mengembaluikan ke kampung halamannya. (MMSA-01).

 

Pemburu Kayu Gaharu Tersesat dan Terlunta Selama 20 Hari di Hutan Mamasa

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *