Pasca Tsunami, Sembako di Pasangkayu Mulai Langka dan Harganya Melambung

Bencana Alam Nasional News Pasangkayu Sembako
Bagikan
  • 1
    Share

PSANGKAYU,LINI1.COM – Berbagai kebutuhan sembako di pasar tradisional Pasangkayu, Sulawesi Barat mulai langka dan harganya melambung pasca gempa tsunami mengguncang wilayah Donggala dan Palu Sulasi Tengah, Jumat dua pekan lalu. Harga-harga kebutuhan sembako rata-rata naik 10 hingga 20 persen sebelum bencana tsunami. Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa menyatakan jika tak ada pasokan sembako dari wilayah sulawesi selatan yang memadai dua bulan ke depan, dipastikan berbagai kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Pasangkayu akan mengalami kelangkaan dan harganya terdongrak naik.

Sepekan pasca gempa dan tsunami donggala dan palu mebuat pasokan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, sayur mayur dan lauk pauk lainnya mulai mengalami kelangkaan dan harganya melambung cukup tinggi.

Selain pengungsi yang jumlahnya ribuan asal Palu dan Donggala yang datang berbelanja berbgai kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Pasangkayu, pasca bencana gempa tsunami, selama ini mayoritas pasokan sembako dan sayur mayur dipasok dari wilayah bencana Donggla dan Palu Sulawesi Tengah.

Kabupaten Pasangkayu yang terletak di wilayah utara sulawesi barat yang berbatasan langusng dnegan Kabupaten Donggala yang menjadi pusat gempa Jumat lalu,  saat ini mulai merasakan dampak multy efek seperti kurangnya pasokan sembako yang selama ini memang kebanyakan dipasok dari kota palu dan Donggala.

Akibatnya berbagai jenis kebutuhan pokok dan sayur mayur di kota Pasangkayu mengalami kenaikan 10 hingga 20 persen. Harga telur ayam yang dulunya dipasok dari kota palu, saat ini dipasok dari sulawesi selatan. Harga telur aya yang biasnaya dijual sebelum bencana Rp 35.000 per rak isi 30 butir, kini memcapai Rp 45 ribu per rak.

Harga bawang dan sayur kol yang selama ini dipasok dari palu kini mulai langka dan harganya naik hingga Rp 20 persen dari sebelumnya.

Pedagang sembako di Pasar Smar Pasnagkayu, Hamid mengaku, pasokan sembako yang masuk ke pasar tradisional smart pasangkayu mulai berkurang, padahal lonjakan pembeli di pasar tersebut meningkat tajam. Alasannya bukan hanya warga pasangkayu dari berbagai pelosok yag bertransaksi di pasar ini, namun juga parapengungsi dari kota palu dan donggala pasca gempa dna tsunami.

“Sudah sepekan banyak jenis sembak stoknya berkurang, harganya pun naik rata-rata20 prsen dari biasanya,”jelas Hamid, Pedagang Sembako di pasar smart Pasangkayu.

sembako joni 005

Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa mengakui adanya lonajakan permintaa sembako pasca bencana gempa dna tsunami palu. Pasalnya selan warga pasnagkayu juga ribuan pengungsi palu dna donggala berbelanja kebutuhan pokok dan sayur mayur di pasangkayu.

“Kalau satu atau dua bulan Donggala dna palu tidak segera pulih dipastikan pasangkayu akan megalami kekurangan pasokan sembako, karena banyak pengungsi palu datang berbelanja di pasnagkayu. Kita brharap pasokan sembako dari sulsel bisa segera lancar untu mengatasi kekurangan pasokan yag biansyaa memicu naiknya harga,”jelas Agus Ambo Djiwa, Bupati Pasangkayu.

Bupati menyatakan, apa bila dalam waktu satu atau dua bulan ke depan tidak ada pemulihan di kota Palu dan Donggala, Kabupaten Pasangkayu akan mengalami kelangkaan sembako dna harganya dipastikan ikut terdongkrak. Menurut bupati Palu da Donggala merupkan penyuplai pasokan sembako terbesar ke kabupaten Pasangkayu sebelum bencana gempa tsunami. (MPASANG-04).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *