Orangtua Bocah Korban Obat Herbal Palsu Lapor ke Polisi

Anak dan Problematikanya Kesehatan Mamuju News
Bagikan
  • 1
    Share

MAMUJU,Lini1.com – Orangtua bacah reski alif (2 tahun) yang diduga menjadi korban peredaran obat herbal palsu yang dijual pedagang obat keliling seharga rp 1,2 juta di mamauu sulawesi barat akan melaporkan kasusnya ke polisi. Orang tua bayi berharap kasuanya bisa diproses polisi agar ia tidak menimbulkan korban anak-anak atau warga lainnya. Sementara pihak bpom mamuju yang sudah mendatangi korban di rumah sakit rsud mamuju kesulitan untuk mendeteksi obat yang dikonsumsi korban, termasuk melacak kandungan obat yang dikonsumsi reski alif lantaran isinya sudah habis dan hanya tinggal botolnya saja.

Reski Alif (2 tahun), bayi asal desa Patidi Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang dilarikan orang tuanya ke rsud mamuju, pekan lalu karena kondisi badannya drop dan tampak kurus kerempeng usai mengkonsumsi obat herbal yang diduga palsu, masih terbaring lemas di bangsal rumah skait rsud mamuju, senin pagi (15/1/2018).

Nenek dan orang tua bocah Reski Alif, Damri menyatakan akan melaporkan kasus peredaran obat palsu yang menimpa cucunya agar kelak di kemudian hari tidak menimbulkan banyak korban lainnya. Damri berharap upaya mempolisikan pelaku peradaran obat palksu yang mendompleng nomor registrasi obat resmi untuk mengibuli calon pembelinya bisa ikut mensuppor dna mendorong keluarganya agar kasus serupa ini bisa jadi pelajaran untuyk semua terutama orang tua yang punya bocah agar tak serampangan mebeli obat yang tidak jelas.

“Kami berencana akan melaporkan kasusnya ke polis agar ini bisa jadi pelajaran bagi yang lain. Smoga ini didukung semua pihak termasuk pemerintah,”jelas Damri, Kakek Reski Alif.

Reski Alif sendiri yang masih lemas di bangsal rumah sakit mamuju rencananya hari ini akan mendapat tindakan medis berupa penyedotan dahgak dari mulut korban lantaran kesulitan bernafas.

Kepala Bpom Mamuju, Neti Nurmuliati yang dihubungi senin pagi mengaku sedang berada di kabupaten mamasa untuk sebuah tugas dinas. Ditanya soal isi kandungan obat yang dikonsumsi bocah reski alif hingga mengalami gangguan pernafasan dan kondisi kesehatannya drop mengaku sudah menemui bocah dan kedua orang tua korban di rumah sakit mamuju.

Namun pihaknya kesulitan untuk mendeteksi kandungan obat yang dikonsumsi reski hingga membuat kondisi badannya drop di laboratorium lantaran sudha tak ada sampel atau obat tersebut sudah habis. Namun menurut neti, obat herbal palsu tanpa merek dan hanya mendompleng nomor registrasi pom obat tradisional lain yang sudah punya nama menduga obat tersebut mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan hingga bocah reski menjadi salah satu korbannya.

“BPOM kesulitan meneliti di laboratorium kandungan obat herbal palsu yang dikonsumsi korban karena isinya sudah habis,”jelas Neti Nurmuliati, kepala BPOM Mamuju saat dihubungi kemarin.

Neti meminta warga dan orang tua bocah agar tidak serampangan memberikan obat kepada putra-putrinya karena bisa beresiko terhadap kesehatan dan pertumbuhan pisik anak.

Seperti diberitakan sebelumnya, bocah reski alif kondisnya langsung drop dan pertumbuhan kesehatan mengalami gangguan setelah kedua orang tuanya memberikan obat herbal tanpa merek yang diduga balai bpom palsu. Obat yang dibeli dengan harga cukup mahal Rp 1,2 juta perbotol tersebut dibeli dari pedagang obat keliling ke desa-desa.

Harapan orang tua agar anaknya alif yang tampak montok dan sehat kelak tumbuh lebih sehat dan cerdas mengungguli anak-anak seusianya. Alih-alih sehat anaknya malah drop hingga memperngaruhi pertumbuhan pisiknya. Alif yang semual tanpak montok kini terlihat kurus kerempeng setelah menkonsumsi obat herbal yang diduga palsu selama hampir dua bulan.

Damri nenek bocah reski menceritakan, pedagang obat keliling yang mendatangi desanya secara berkelompok berusaha meyakinkan calon pembeli dnegan menggunakan seragam layaknya dokter profesional. Pedganag obat keliling tersebut bahkan mengaku dokter untuk menyakinkan setipa calon pembeli agar tidak ragu mebeli obat palsu tanpa merek yang ditawarkan kepada para calon pembelinya. Sayangnya baru setelah dikonsumsi rutin dampaknya malah merusak kesehatan.


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *