Operasi Pertamina Tak Mampu Netralisir Kenaikan Harga Elpiji di Sulbar

Elpiji Nasional News Polewali Mandar
Bagikan

SULBAR, LINI1.COM – Upaya Pertamina menekan kenaikan harga elpiji hingga Rp 30 ribu perkilogram dengan cara menggelontorkan ribuan tabung eliji subsidi 3 kilogram di berbagai daerah kabupaten di Sulbar tak mampu menekan kenaikan harga elpiji di pasaran.

Di Kabupaten Polewali Mandar dan Mamasa misalnya harga elpiji subsidi 3 kilogram dijual bervariasi Rp 23 ribu hingga Rp 30 ribu pertabung atau jauh di atas harga het yang ditetapkan pemerintah Rp 16 ribu pertabung. Banyaknya pegawai hingga keluarga pejabat mamakai tabung subsidi menjadi alasan para agen dan pangkalan tak bisa memenuhi permintaan pelanggannya.

 

Operasi pasar elpiji pertamina yang menggelntorkan ribuan tabung di berbagai daerah kabupaten di Sulawesi Barat seperti Mamasa, Polewali dan Pasangkayu sejak menjhelang lebaran dan pasa lebaran lalu hingga kini tak mampu menetralisir lonjakan harga tabung di atas batas normal.

 

Unit Manager Communication Dan Csr Mor VII Pertamina, M. Roby Hervindo saat menghadiri operasi pasar elpiji di pasnagkayu beberapa saat lalu mengatakan operasi pasar elpiji subsidi 3 kilogram diharapkan bisa menekan harga elpiji yang melambung di pasaran. Menuurut Roby lonjakan harga elpiji hinga jauh di atas batas normal diduga karena ulah spekulan yang hendak mengeruk untung sepihak.

 

“Kita berharap operasi pasar elpiji pertamina ini bisa membantu masyarakat agar bisa mebeli elpiji dnegan harga normal,”jelas M. Roby Hervindo, Unit Manager Communication Dan Csr Mor Vii Pertamina.

 

Meski pertamina menggelontorkan jumlah tabung subsidi tiga kali lipat dari kebutuhan tabung sebelum kelangkakan namun ini tak mebawa perubhana signifikan. Harga tabung tetap melambung dan sulit dicari warga.

 

Harga tabung di kota Polewali Mandar misalnya, masih dijual di kisaran Rp 23 ribu pertabung yang jauh dari harga het Rp 16 ribu pertabung. Sedang dimamasa harga tabuyng dijual hingga Rp 30 ribu pertabung. Harga tabung melon di pedesaan bahkan bisa melonjak lebih tinggi lagi dari harga normal.

sudah lebih dari satu bulan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram di kabupaten Polewali Mandar sulit dicari warga. Kalau pu ada harganya dijual diatas ambang batas normal atau jauh di atas harga het yang ditetapkan pemerintah.

 

Harga tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram di tingkat pangkalan saat ini juga terdongkrak naik hinga Rp 19 ribu pertabung. Sementara  harga di tingkat pengecer dijual Rp 23 hingga Rp 25 ribu pertabung. Ini untuk wilayah kota polewlai mandar, sementara harga di pedesaan bisa lebih tinggi lagi.

 

Salah satu pemilik pangkalan mengatakan, langkanya tabung gas ukuran tiga kilogram ini akibat program ini tidak tepat sasaran. Banyak warga dari kalangan mampu yang masih menggunakan jatah tabung bersubsidi, padahal sudah sangat jelas, tabung subsidi ukuran tiga kilogram hanya diperuntukkan bagi warga msikin.

 

Maskur, pemilik pangkalan di polewali mandar ini menyebutkan, satu-satunya cara mengatasi kelangkaan elpiji subsidi adalah dengan cara mencabut subsidi tidak langsung tersebut. Subsidi diberikan secara langsung kepada warga miskin seperti program bantuan langsung tunai (blt).

 

“Kalau mau tidak langka cabut saja subsidi elpiji, Data ulang dan kasi subsidi langsung biar pegawai dan keluarga pejabat tidak menikamti elpiji subsidi yang bukan haknya,”jelas Maskur, Pemilik Pangkalan di Polewali mandar

 

Banyaknya pegawai hingga keluarga pejabat yang tidak malu menggunakan tabung untuk orang miskin menjadi alasna para agen dan pangkalan sulit memenuhi permintaan tabung pelangannya. Banyaknya kantor-kantor lembaga pemerintah yang terang-terangan menggunakan tabung elpiji subsidi mebuat program elpiji subsi tidak langhsung iin menjadi tidak tepat sasaran. Alasnanya lebih banyak orang yang tidak berhak yang mengggunakan daripada orang miskin sendiri.

Jatah pasokan 500 tabung perminggu dari pertamina saat ini dinilai pangkalan dna age sudha tak cukup memenuhi permintaan pelanggannya. Untuk mencukupi kelangkaan tabung gas ini, para pemilik pangkalan meminta kepada pihak pertamina agar menambah pasokan ke setiap agen dan pangkalan. (KT)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *