Objek Wisata Suaka Margasatwa Mampie Digemari Wisatawan

Budaya Inspirasi Lingkungan Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Objek wisata suaka margasatwa kawasan pantai mampie polewali mandar, sulawesi barat digemari wisatawan tidak hanya sebagai tempat rekreasi, namun juga sebagai wahana studi tentang satwa. Aneka satwa liar dan burung cantik yang sebagian masih terpelihara, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan atau pencinta burung dan hewan langka yang dilindungi. Lokasi mampie yang terletak di lintasan garis wallacea atau kawasan transit burung-burung australia yang bermigrasi setiap tahunnya, membuat objek wisata ini digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

 

Ratusan siswa asal Bone Sulawesi Selatan ini misalnya memilih kawasan objek Wisata Swaka Margasatwa Mampie sebagai lokasi kegiatan pramuka sambil menyaksikan dan mempelajari ekosistem hidup aneka satwa langka dan burung cantik di kawasan ini.

 

Selain itu rombongan para siswa ini juga mengamati kawasan pengembangan penyu rakyat yang yang dikelola secara swadaya murni masyarakat pencinta dan penggiat penyu di kawasan ini.

 

Maya, salah satu siswa asal Bone ini mengaku kagum dan senang berada di kawasan objek wisata mampie. Alasannya tak banyak kawasan swaka margasatwa yang dikelola secara swadaya masyarakat seperti ini yang bisa menjadi wahana wisata dan belajar tentang ekosistem satwa dan burung cantik seperti di polewali mandar.

 

“kagum dan bangga, di polewali ada kawasan suaka margasatwa termasuk penyu yang dipelihara dan dikelola secara swadaya murni masyarakat dan pencinta hewan langka,”tutur Maya mengaku bangga.

 

Maya rekannya memanfaatkan waktu liburan sambil mengamati ekosistem aneka hewan langka dan burung cantik termasuk penyu yang ditangkarkan warga secara swadaya murni masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan termasuk kelestarian hewan dan burung di kawasan ini.

 

Pada bulan tertentu seperti bulan Juli hingga Sepetember, kawasan hutan bakau mampie yang berada di lintasan garis wallacea ini selalu ramai dihinggapi burung-burung migran asal australia dan burung lainnya.

 

Beberapa tahun beruturut-turut, kawasan wisata mampie juga pernah dikunjungi kapal pesiar yang mebawa rombongan wisatawan mancanegara seperti Jepang, Australia, Kanada, Jerman dan Belanda. Mereka sengaja datang karena tertarik dengan cerita aneka hewan langka dan burung cantik di Polewali mandar.

 

Sayangnya, kawasan hutan bakau yang menjadi pusat atau tempat perkembang biakan aneka hwn langka dan burung cantik terus menyusut. Kawasan hutan bakau yang berada di lintasan garis wallacea atau garis migrasi burung australia ke berbagai kawasan benua, termasuk ke indoneia dan polewai mandar pada 2004 masih tercata seluas 5000 hektar lebih.

 

Belakangan kawasan hutan bakau yang menjadi tempat berkembang biaknya burung dan hewan langka di kawasan ini kian menyusut atau berkurang drastis lantaran alih pungsi lahan oleh warga dan pemerintah setempat menjadi area tambak. Permabhan hutan yang tidak terkendali membuat luas kawasan hutan lindung di lokasi ini hanya tinggal belasan hektar saja. (MPOL-04).

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *