Molor Sepekan, Satu Juta Lebih Surat Suara Pemilu 2019 Tiba di Sulbar

Demokrasi KPU Mamasa Nasional News Panwaslu Pemilu Politik Presiden
Bagikan

SULBAR, LINI1.COM – Sempat molor dari jadwal selama sepekan, Surat suara pemilu presiden dan calon anggota legislatif 2019 untuk provinsi Sulawesi Barat mulai didistribusikan ke KPU di enam kabupaten di Sulbar. Sebanyak lebih dari seribu surat suara tiba di kantor KPUD Polewali Mandar, sulaweis barat, Sabtu malam (31/3/2019). Setelah menerima surat suara tersebut, KPU Kabupaten selanjutnya akan mepercepat proses penyortiran dan pelipatan surat suara agar bisa tetap didistribusikan ke TPS tepat waktu hingga sehari menjlenag 17 April 2019 mendatang.

Dari enam KPU  kabupaten di Sulawesi Barat,  KPU Polewali Mandar merupakan satuan kerja yang pertama kali menerima surat suara dari percetakan PT. Adi Perkasa, Makassar.

KPU Polewali Mandar menerima surat suara sebanyak 1.556.712 lembar, Sabtu malam (30/3/2019) sekitar jam 21:00 WITA.

Lima truk yang membawa lebih satu juta lembar surat suara itu secara resmi diterima KPU provinsi Sulawesi Barat bersama KPU Polewali Mandar disaksikan pimpinan BAWASLU Polewali Mandar di gedung Nasional,  jalan pantai Bahari Polewali mandar.

Hadir menyambut kedatangan surat suara tersebut antara lain; pelaksana harian ( Plh. ) ketua KPU Sulbar, Farhanuddin, Plh. Ketua KPU Polewali Mandar, Andi Rannu, komisioner KPU Polewali Mandar, Munawir Arifin dan Muslim Sunar serta ketua Bawaslu Polman, Syaifuddin dan Anggota Bawaslu Polman, Sumarding.
Kapolres Polewali Mandar, AKBP Muhammad Rifai juga tampak berada di lokasi.

Plh. Ketua KPU Sulbar, Farhanuddin di tempat tersebut menjelaskan, setelah Polewali Mandar, pengiriman dari percetakan yang dikoordinir KPU RI akan terus berlanjut ke kabupaten Mamasa dan empat kabupaten lainnya di Sulbar.

Farhanuddin menjelaskan, Polewali Mandar menjadi daerah pertama yang menerima surat suara, dengan pertimbangan karena merupakan daerah terbanyak pemilihnya.

Menurutnya, prioritas tahap dalam distribusi logistik adalah daerah yang sulit terjangkau terutama dengan kendaraan.

” Sesuai regulasi, satu hari sebelum pemungutan suara, logistik termasuk surat suara ini sudah harus berada di TPS, makanya ini, setelah disortir akan langsung dilanjutkan dengan pelipatan,” kata Farhan yang juga koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sulbar.

Untuk memaksimalkan waktu yang tersisa sebelum pemilihan, KPU Polewali Mandar telah memutuskan untuk menambah jumlah petugas pelipat surat suara.

Menuurt anggota KPUD Polman, Munawir Arifin semula tenaga sortir dan pelipatan surat suara 350 orang, namun karena pertimbangan waktu yang makin mepet dengan pelaksanaan pemilu akhirnya ditambah menjadi 500 orang.

“Target sortir dan pelipatan surat suara bisa rampung dalam jangka waktu empat hari,” jelas Munawir Arifin yang juga koordinator divisi Partisipasi Masyarakat, KPU Polman.

Untuk melakukan sortir, pelipatan dan penyimpanan surat suara sebelum didistribhusikan ke tps terutama ke daerah terpencil yang sulit dijangkau, selain menggunakna gedung Nasional, KPU Polman juga menggunakan  gedung SLB dan gedung aula Pacuan Kuda Sport Centre, Polewali Mandar.

Awalnya KPU hanya merencanakan menggunakan satu gedung, namun karena faktor keterlambatan distribusi surat suara dari percetakan yang molor selama sepekan, karena masalah bahan baku surat suara kertas yang tidak tersedia di percetakan Makassar,  KPU Polman akan memaksimalkan waktu yang tersisa sebelum 17 April 2019 mendatang dengan menambah petugas pelipatan dan memanfaatkan tiga gedung yang berbeda.  (DN-13)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *