Ratusan Truk Bantuan Korban Gempa Tsunami Menumpuk di Pasangkayu

Bantuan Bencana Alam Gempa Nasional News Pasangkayu
Bagikan
  • 1
    Share

PASANGKAYU,LINI1.COM – Minimnya lampu penerangan di sepanjang jalur Trans Sulawesi Dari Pasangkayu hingga Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, pasca gempa tsunami, Jumat pekan lalu, membut ratusan truk angkutan bantuan pengungsi sigi, donggala dan palu tertahan dan menumpuk di Pasangkayu Sulawesi Barat. Maraknya aksi penjarahan bantuan pengungsi korban gempa tsunami di malam hari oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menjadi alasan pertimbangan keamanan para sopir memilih berhenti dan bermalam di Kota Pasangkayu sebelum melanjutkan perjalanan pada siang hari ke Donggala dan Palu.

Ratusan truk pengangkut bantuan korban bencana gempa tsunami yang terus berdatngan dari berbagai kota di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan dari luar pulau Sulawesi yang melalui jalur distribusi lintas barat Sulawesi pasca bencana gempa tsunami, jumat kena pekan lalu, terlihat terparkir dan menumpuk di kota Pasnagkayu, Sabtu Malam.

Para sopir lebih memilih beristirahat di posko bencana yang didirikan pemda pasangkayu atau melepas lelah di salah satu mesjid di Kota Pasangkayu, karena alasan pertimbangan keamanan distribusi bantuan di malam hari.

Selain karena di sepanjag jalur Trasn Sulawesi mulai dari Kabupaten Pasnagkayu, Sulawesi Barat hingga donggala dna palu sulawesi tengah minim penerangan listrik pasca bencana, maraknya aksi penjarahan bantuan gempa tsunami oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dalam sepekan terakhir juga menjadi pertimbangan penting untuk keamanan dna ditribusi bantuan warga agar bisa sampai padasasran.

Untuk mengantisipasi keamanan pasca bencana, pihak Tni Dan Kepolisian dari Polres Mamuju Utara meminta para sopir truk pengangkut bantuan korban gempa tsunami untuk tidak mendistribusikan bantuan padamalam hari karena berbagai alasan keamanan. Para sopir dipersilahkan beristirahat di posko yang telah di dirikan oleh pemkab pasangkayu di alun – alun kota pasangkayu, sambil beritiraht dna menikmati suguhan makanan gratis dari tim relawan posko.

Sebagian sopir truk lainnya diarahkan untuk beristirahat di masjid madaniah kota pasangkayu, salah satu masjid terbesar di wilayah kabupaten pasangkayu, yang berbatasan langsung dengan Donggala.

SEMBAKO TERTAHAN 003

Waka Polres Mamuju Utara, Akbp Takdir Daud menjelaskan, demi keamanan distribusi bantuan, para sopir angkutan yang mebawa bantuan pengungsi dna relawan pasca gempa tsunami diminta untk tidak melanjutkan perjalanan padamalam hari karena berbagai alasan pertimbangan keamanan, sopir dan barang bawaannya.

“Kita minta kepadapara sopir yang menjadi relawan agar tidak membawa bantuan malam hari ke Donggala dna palu kareana misnim penerangan dan rawan aksi penjarahan. Parasopir kit persilahkan beritirahat di posko dn mesjid terdekat dari kota pasnagkayu,”jelas Akbp Takdir Daud, Waka Polres Mamuju Utara.

Rencananya minggu pagi ini ratusna truk yang teru menumuk dna berdatanagn di kota Pasangkayu akan kembali antri melanjutkan perjalanan mereka ke kota Palu dengan pengawalan ketat pihak aparat tni dan kepolisian dari polres mamuju utara. (MPASANG-09).

 

Minim Penerangan dan Rawan Penjarahan, Ratusan Truk Bantuan Gempa Tsunami Antri dan Menumpuk di Pasangkayu

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *