Mahasiswa KKN Temukan Bayi Dibuang di Kebun Bambu

Anak dan Problematikanya Hukum & Kriminal Kriminal Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 3
    Shares

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Sesosok bayi tak berdosa yang baru saja dilahirkan, diduga dibuang ibu kandungnya di tengah kebun bambu milik warga di Desa Lambanan, Kecamatan Tinambung, Rabu Malam (13/9/2018). Bayi masih menggantung ari-arinya itu temukan menangis oleh sekelompok mahasiswa yang tengah melakukan praktek kkn di desa tersebut. Bayi ini kemudian dievakuasi mahasiswa ke posko kkn sebelum dijemput petugas kesehatan dan kepolisian untuk dibawah ke rumah sakit setempat.

 

Posko kkn ahassiwa di Desa Lambanan, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar inilah tempat sesosok bayi laki-laki yang ditemukan mahasiswa sedang menangis sendirian di tengah kebun bambu, sekitar satu kilometer dari pemukiman warga setempat. Rabu malam.

 

Penemuna bayi tak berdosa yang diduga dibuang ibu kandungnya beerapa saat setelah ia lahir ini langsung di evakuasi mahassiwa ke sekertariat Kkn mahasiswa tersebut untuk diberi pertologan.

 

Penemuan sosok bayi yang sedang terbalut dengan selembar sarung dan masih berlumuran darah ini sempat menghebohkan warga setempat. Berbagai dugana pun bermunculan soal siapa orang tua bayi yang tega membuang darah dagingnya ke di tengah kebun bambu.

 

Salah satu mahasiswa yang menemukan bayi, Sulemana mangku sempat kaget saat ia tengah berjalan melintasi perkebunan bambu tiba-tiba ia mendengar suara tangis bayi, semula ia tak percaya namun setelah ia berusaha mengecek sumber suara bayi tersebt ia akhirnya kaget menemuka sesosok bayi terbngkus kain. Sulaeman dan rekannya pun langsung bertindak mengevakuasi bayi tersebut ke sekertariat posko kkn.

 

“Kita kaget saat melintas tak jauh dari lokasi tiba-tiba dikejutkan dnegan suara tangis bayi. Setelah kita telusuri benar seorang bayi tergeletk di tengah kebun bambu sednag terbalut selembat sarung,”jelas Sulemana, Mahasiswa yang temukan bayi

 

Aparat kepolisian yang mendapat informasi dari mahasiswa pun langsung segerah menuju ke lokasi. Bayi berjenis kelamin laki-laki ini sendiri ditemukan mahasiswa dalam kondisi terbungkus kain sarung dan masih dipenuhi darah, secara tidak sengaja setelah ia melintas secara berkelompok tak jauh dari lokasi kebun bambu milik warga.

 

Mahasiswa yang melintas di jalan tersebut kaget tiba tiba i mendengarkan suara tangis bayi cukup keras dari hutan bambu. Para mahasiswa semula itu cuma suara mahluk halus yang sedang mengganggu perjalan mereka, namun karena penasaran suara tangis bay tersebut terdengar makin keras, para mahasiswa itu lalu mencari titik suara bayi yang terengar sednag menagis.

 

Benar saja setelah berjalan beberapa meter menuju titik suara, mahasisa tersebut menemukan sesoaok bayi sednag terbungkus selembar sarung seorang diri.

 

Diduga bayi yang baru saja dilahirkan ini adalah hasil hubungan gelap, meski hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyeilidikan atas kasus pembuangan bayi.

 

Aparat kepoisian beserta petugas dari pusat layanan  terpadu perempuan dan anak ( P2tp2a )  langsung mengevakuasi bayi malang ini ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

 

Menurut pihak rumah sakit, ditemukan irisan dibagian tali pusar diduga menggunakan benda tumpul sehingga menyebakan terjadinya infeksi di bagian pusat bayi ini.

 

Untuk penangan lebih lanjut, bayi malang teresebut kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah polewali mandar. (MPOL-03).

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 3
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *