Krisis Air Bersih, Warga Binuang Menyeduh Air Sungai Untuk Minum

Bencana Alam Inspirasi Lingkungan Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Bencana kekeringan yang melanda sejak tiga bulan terakhir membuat sejumlah warga di Polewali Mandar, Sulawesi Barat mengalami kerisis ari bersih. Selain mereka tidak terjangkau jaringan pdam, sumur-sumur di perkampungan warga sudah lama mengering. Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa menyeduh rembesan air sungai untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak.

Dampak kekeringan tahun ini mialnya mulai dirasakan warga Dusun Binuang Dua, Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Sejak kemarau melanda tiga bulan terakhir, sumur-sumur warga mulai mengering dan tidak bisa lagi diharapkan.

Seperti pantauan kami di lokasi, Senin (17/9/2018) kemarin, Untuk mendapatkan air bersih setiap hari terutama untuk minum dan memasak, warga terpaksa harus berjalan kaki sejauh satu kilo meter lebih menuju sungai yang terletak di ujung kampung.

 

Agar genangan air sungai yang setiap hari di lalui binatang atau hewan dan manusia yang lalu lalang di sekitar lokasi lebih jernih dan tidak berbau, warga atau setiap kepala keluarga menyeduh air sungai dengan cara membuat sumur buatan sedalam 50 centi meter hingga satu meter untuk menampung air dari sungai.

 

Seorang ibu rumah tangga, Hadra menyebutkan, warga terpaksa membuat sumur buatan masing-masing di sepanjang bibir sugai untuk menyedu air sungai agar bisa diminum dan digunakan untuk memsak, sejak kemarau tiga bulan terakhir.

 

Sumur-sumur buatan di pinggir sungai ini sering kali terpaksa dipindahkan atau mebuat lubang sumur baru sata sumur mereka kotor saat diinjak hewan ternak yang lalu lalang di lokasi atau air sungai pasang.

 

“Sejak kemarau warga sudah begini bikin sumur di pinggir sungai. Kita minum karena tidak ada sumber air lainnya,”jelas Hadra, Ibu Rumah Tangga

 

Meski airnya berbau dan tak ada jaminan jika air yang mereka konsumsi sehat, bersih dan higienis, namun warga mengaku terpaksa mengkonsumsi air seduhan dari sungai karena tak ada alternatif lain.

 

“Warga tetap mengkonsumsi air seduhan dari sungai tersebut sebagai  kebutuhan air minum maupun untuk memasak sehari hari karena tak ada pilihan lain,”jelas hadra.

 

Air sungai yang telah diseduh tersebut selanjutnya ditimbah dan dimasukkan ke dalam wadah seperti ember atau jerigen. Air tersebut kemudian diinjing, dipukul atau dijunjung warga sambil berjalan kaki ke rumah masing-masing. Sebagian warga lainnya menggunakan gerobak dorong dari bibir sungai ke rumah mereka.

 

Warga berharap agar pemerintah daerah setempat bisa menyediakan sarana air bersih untuk mengatasi krisis air air di wilayah mereka.  (MPOL-03).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *