Kelelahan Dalam Perjalanan 9 Pengungsi Mamasa Dirawat

Bencana Alam Gempa Mamasa Nasional News Pengungsi
Bagikan
  • 1
    Share

MAMASA,LINI1.COM – Lebih dari 90-an pengungsi termasuk anak-anak korban gempa dan tsunami asal palu dan donggala, tujuan Mamasa, Sulawesi barat yang menumpangi 4 angkutan truk, tampak kelelahan saat tiba di mamasa, jumat malam (5/10/2018). Para korban gempa dan tsunami yang selamat ini disambut tangis haru oleh sanak keluarga yang sudah menanti di posko pengungsian di gedung aula gereja toraja mamasa, sejak pagi.

Tiba di gedung aula gereja toraja Mamasa menjelang dinihari, para pengungsi yang terdiri dari orang dewasa dan balita ini diangkut dengan menggunakan 4 unit mobil truck yang disiapkan pemda dan relawan dari mamasa. Para keluarga pengungsi yang sudah menunggunya sejak pagi di posko langsung memeluk dan menangis haru dengan para korban gempa yang selamat.

Sejumlah pengunsi yang stres pascagempa, tampak kelelahan setelah menempuh perjalanan selama hampir dua hari dari palu dna donggala hingga ke mamasa. Dari sekitar90 lebih pengungsi termasu anak-anak, 9 pengugsi diantaranya haru dirawat petugas kesehatan. Bahkan satu pengungsi lainnya haru dirujuk ke rumah sakit setemat karena kondisinya parah.

Para pengungsi korban gempa dan tsunami ini bersal dari kota palu dan donggala. Mereka langsung dibawa ke posko pengungsian yang telah disiapkan yakni di gedung aula gereja toraja mamasa. Di tempat ini, para pengungsi disambut dengan resmi oleh pemerintah daerah mamasa. Mereka kemudian disugihi makanan dan pakaian dari hasil pengumpulan sumbangan yang dilakukan warga.

Salah seorang pengungsi, enos menuturkan pengalaman yang mengerikan saat terjadi gempa di palu.enot dan keluar sempat bingung menyelamatkan diri ke tempat aman lantaran bangunan gedung bertumbangan, sementara tanah dan jalan aspal retak dan mengaga saat diguncang gempa hingga membuat warga ngeri dan ketakutan.

Beruntung sebelum dinding tembok yang ambruk menimpa diri dan anak-anaknya ia berhasil melarikan diri dan menyelamatkan anggota keluarganya yang lain. Enos mengaku trauma dengan keadaan tersebut dan tidak ingin lagi kembali ke palu. Enos mengaku akan mencari pkerjaan baru di mamasa dan memelih menetap di mamasa bersama keluarganya.

“Saya sudah tak ingin kebali ke Palu lagi, rencannaya saya akan berusaha mencari hidup di Mamasa,”jelas Enos, Pengungsi Korban Gempa Palu Dan Donggala

Ini merupakan rombongan pengunsi pertama tujuan Mamasa. Minimnya sarana trasfortasi membuat wraga yang hendak mengungsi keluar kota palu dan donggala sebagian masih tertahan di tenda-tenda pengungsian karena tidak terangkut. Rencananya akan rombongan pengungsi berikitnya yang akan diangkut menggunakan truk.

GMBAR 3 003

Tim medis yang melakukan pemeriksaan kesehatan para pengungsi yang baru tiba menyatakan, 9 pengunsi diantaranya dirawat etugas, sementara satu pengungsi diantaranya harus diujuk ke rumah sakit setempat karea mengalami pembengkakan di bagian hidung usai tertimpa reruntuhan saat gempa dan tsunami.

“Dari lebih 90 pengungsi yang tiba di Mamasa hari ini  diantaranya dirawat dna bahkan satu lainnya harus dirujuk karena mengalami luka para di bagian hidung akibat terkena benturan reruntuhan saat gempa,”jelas Amos Pampangbone, Sekretaris Dinas Kesehatan Mamasa.

Usai menjalani pemeriksaan kesehatan, para pengungsi langsung disuguhi makanan dna minuman oleh tim relawan di posko pengungsian. Sebagian pengungsi langsung dibawa ke rumah keluarganya di mamasa. Sejumah pengungsi lainnya memilih tinggal di posko sambil menunggu pihak keluarga menjemputnya. (MMAS-9).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *