Kelangkaan BBM di Sulbar, Hambat Perjalanan Pengungsi di Jalur Lintas Barat Sulawesi

BBM Bencana Alam Gempa Majene Nasional News
Bagikan
  • 1
    Share

MAJENE,LINI1.COM –  Pembatasan distribusi bbm oleh pertamnina ke sejumlah spbu, pasca bencana gempa tsunami, Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, menyebabkan kendaraan di jalur Lintas Barat Sulawesi mulai dari Kabupaten Pasangkayu, Mamuju Tengah, Mamuju, hingga Majene, terlibat antrian panjang berjam-jam, kamis (11/10/2018). Kelangkaan ini tak hanya dikeluhkan para sopir, namun ribuan pengungsi yang melintas di jalur ini perjalanannya mereka terhambat berjam-jam, bahkan terpksa bermalam di jalan lantaran kehabisan bbm, dan antri di spbu hingga larut malam.

Kelangkaan bbm di jalur lintas barat sulawesi sudah berlangsung sejak beberapa hari paca bencana gempa dan tsunami, jumat dua pekan lalu.

Di SPBU Kabupaten Majene, Sulawesi Barat misalnya hampir tiap hari antrian panjang kendaraan yang mengular hingga ke jalan raya dari dua arah.  SPBU di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Sulawesi Barat Ini misalnya kendaraan antri hingga setengah kilometer. Ratusan pengendara rela mengantre hingga berjam-jam lamanya agar bisa membeli bbm jenis premium.

Kelangkaan bahan bakar minyak jenis premium terjadi sejak sepekan terakhir, akibat pembatasan distribusi oleh pertamina. Semula spbu mendapat jatah 16 ribu liter dikurangi menjadi 8 ribu liter per hari.

Irham, salah satu sopir angkot Lintas Majene – Polewali Mandar mengaku setiap hari harus antre berjam-jam lamanya hanya untuk mendapatkan bahan bakar minyak jenins premium. Akibatnya mereka hanya beroperasi setengah hari karena sebagian waktu mereka terbuang antri di pertamina. Para sopir mengeluh karena jumlah penpatan mereka merosot hingga 50 prsen dari biasanya.

“Sudah beberapa hari begini terus pak, lebih banyak waktu menggu di spbu daripadacari muatan,”jels Irham, sopir angkot.

Tak hanya sopir dan pengendaralain yang mengeluh kelangkaan bbm karena menghambat aktifits mereka, ribuan pengungsi yang melintas di jaur ini juga terkena dampaknya. Alimuddin, salah seorang pengungsi asal kabupaten takalar mengaku perjalananya mengungsi dari kota palu ke kabupaten takalar sulawesi selatan yang diperkirakan bisa ditempuh dua hari perjalanan, bertambah lebih lama lantaran ia berkali-kali antri bbm di sejumlah spbu yang dilintasi di jalur lintas barat sulawesi.

Alimuddin bersama keluarga meninggalkan kota palu pukul 5.00 pagi dengan harapan perjalanan mereka bisa tiba lebih cepat, baru bisa sampai di kota mamuju pukul 18.00 wita. Karena harus antri bbm, alimuddin bersama rombonan harus mengantri hingga jam 10 atau pukul 22.00 wita untuk melanjutkan perjlanan hingga mampir pagi hari di kota majene. Estimasi waktu perjalanan alimuddin 2 hari bisa sampai ke takalar, molor hingga bisa lebih dari dua hari dari perkiraannya.

Alimuddin mengaku untuk sementara ia pulang ke kampung halamannya di Takalar untuk menenankan diri. Alimuddin mengaku baru akan berpikir kembali bagaimana memulai hidup baru di Palu setelah kondisi dan situasinya normal kembali.

“Saya tingglkan rumah bersama keluarga jam 5 pagi, baru tiba di Mamuju jam 6 sore. Karena antri bbm baru bisa melanjutkan perjalanan jam 11 mlam,”jelas Alimuddin, Korban Selamat Asal Kabupaten Takalar, Sulsel saat beritirahat di posko kesehatan Majene.

bbm langka 02 003

Menurut petugas spbu di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Adam Sarma, sudah hampir sebulan spbu hanya menerima jatah 8 ribu liter premium dari sebelumnya 18.000 liter perhari. Permintaan bbm makin meonjak lantaran aktivitas kedaraan di jalur Trans Sulawesi hingga Majene meningat tajam pasca bencana. Ribuan gelombag pengungsi lalau lalang setiap hari di jalur ini.

“Dulu jatahnya 16 ribu sekarang haya 8000 liter premium perhari. Apalagi ada bencana bnayak pengungsi melintas, permintna bbm pasti banyak,”jelas Adam Sarma, Petugas Spbu Di Kelurahan Lembang.

Banyaknya warga yang menyerbu spbu, membuat pihak spbu menolak pembelian menggunakan jeringen untuk sementara waktu sampai pasokan bbm normal. Spbu hanya melayani pengendara motor dan mobil.

Antrean panjang kendaraan di sejumlah spbu di Kabupaten Majene ini sudah menjadi pemandangan setiap hari. Para pengendara berharap prtamina menambah pasokan bbm di wilayah Pulau Sulawesi lantaran permintaan bbm di wilayah ini meningkat tajam menyusul tinginya prmintaan bbm pasca bencana.  (MJNE-012).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *