Jatuh Sakit, Sejumlah Warga dan Anak-Anak Pengungsi Drop dan Kelelahan Tempuh Perjalanan Jauh

Bencana Alam Gempa Majene Nasional News Penomena Alam
Bagikan

MAJENE,LINI1.COM – Gelombang pengungsi dari kota Palu dan Donggala, sejak lebih dari sepekan pasca gempa tsunai masih terus mengalir ke berbagai daerah tujuan di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Sejumlah korban gempa tsunami, termasuk anak-anak yang kelelahan menempuh perjalanan darat melalui jalur lintas barat Sulawesi tampak drop dan kelelahan hingga jatuh sakit di perjalanan ke lokasi pengungsian.

sejumlah pengungsi korban bencana yang selamat dari bencana gempa tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat dua pekan lalu masih terus berdatangan di dua posko persinggahan yang disiapkan pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Sejumlah pengungsi dari Palu dan Donggala ini ingin pulang ke kampung kerabatnnya di berbagai daerah di Sulawesi selatan seperti Soppeng, Bone, Bulukumpa dan Takalar. Sejumlah pengungsi lainnya bahkan mengungsi keluar pulai sulawesi seperti Ternate dan Ambon.

Sejumlah pengungsi yag baru tiba di posko pengungsi Mesjid Ilaikal Masyir Ajene langsung mendapat pemeriksaan kesehatan dari tim medis sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke daerahnya masing-masing. Sebagia pengungsi diantaranya bahkan memilih singgah dna tidur di mesjid sebelum melanjutkan perjalanan mereka karena kelelahan.

Sejumah anak-anak pengungsi yang drop karena kelelahan tampak kurang bersmengat saat menjalani pemerisaan kesehatan oleh tim medis. Bberapa diantaranya juga menderita demam, namun tetap harus melajutkan perjalanan ke temt tujuan. Alasannya saat iin mereka tidak bisa tingal di Dongala maupun Palu pasca bencana lantaran rumah mereka rata denagn tanah dan tak punya lagi harta benda.

pengungsi 03 004

Sebelum mereka melanjutkan perjalanannya, para pengungsi ini
memamfaatkan beristirahat dan melepaskan lelah, setelah sehari semalam menempuh perjalanan dari palu, sulawesi tengah mellaui kabupaten pasnagkayu, mateng, mamuju hingga sampai di kota majene menggunakan kendaraan sewaan masing-masing pengungsi.

Salah seorang pengungsi asal Kabupaten Takalar, Alimuddin mengaku untuk sementara pulang ke kampung halamannya di takalar untuk menenankan diri bersama keluarga. Alimuddin mengaku baru akan berpikir kembali bagaimana memulai hidup baru di palu setelah kondisi dan situasinya normal kembali.

“Saya dan keluarga pilih keluar dari Palu dulu sampai situasinya nrmal kembali.Nnati kita akan pikirkan lagi bagaimana kita mmeulai hidup baru,” tutur Alimuddin, korban gempa tsunami yang selamat asal kabupaten takalar, sulsel

petugas medis di posko pengngsi Mesjid Ilaikal Masyir Majene, Dr.Nisa mengatakan umumya pengungsi terutama anak-anak yag kelelahan menempu perjalanan jauh hingga drop. Pengungsi lainnya yang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat bencana gempa tsunami berlangsung menjalani perawatan jalan dari posko ke posko yang mereka singgahi di sepanjang jalan.

“Rata-rata mengalami dan dna kelelahan. Pengugsi lainnya yang mengalami luka-luka dan rawat jalan mereka ganti perban sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan,”jelas Dr.nisa, petugas medis rumah sakit umum majene yang bertugas di Posko pengungsi.

Di posko persinggahan di majene sendiri berbagai bantuan berupa makanan, pakaian dan obat-obatan, termasuk dapur umum sudah dipersiapkan bpbd majene untuk melayani para pengungsi. (MJNE-03).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *