Jaringan Instalasi Sumur Bor Rusak. Warga Pegunungan Tande Turun ke Lembah Berburu Air Bersih.

Bencana Alam Lingkungan Majene Nasional News
Bagikan

MAJENE,LINI1 – Dampak kemarau panjang sejak lebih dari dua bulan terakhir membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Majene Sulawesi Barat mulai mengalami krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutubuhan air bersih sehari hari, Warga Pegunungan Di Kelurahan Tande terpaksa turun gunung ke lembah untuk berburu sumber air bersih. Kondisi ini diperparah setelah sumur bor bantuan badan Geologi dan Kementerian ESDM yang memasok air ke rumah-rumah penduduk selma ini rusak dan tak befungsi sejak sebulan terakhir.

 

Jaringan instalasi sumur bor, bantuan badan geologi dan kementerian ESDM yang selama iini memasok sumber air bersih kepada sekitar 150 KK di pegununan tande diduga rusak dan tak berfungsi sejak lebih dari sebulan terakhir.

 

Ratusan KK di Pegunungan Tande yang selama ini menikmati pelayanan air bersih melalui bantuan sumur bor yang dialirkan ke rumah-rumah penduduk kini terpaksa turun gunung ke lembah untuk berburu air bersih.

 

Dengan berjalan kaki setiap hari, warga terpaksa memikul jerigen atau wadah apa saja untuk menampung air dari salah satu sumur warga yang beradadi lembah yang masih berisi dan menjadi tumpuan warga pegunungan untuk memenuhi keutuhan air mereka.

 

Agartak kesulitan berjalan dan mendaki di tanjakan atau puncak gunung, warga umumya hanya memikul 2 atau 4 jerigen berapasitas 5 liter agar bisa dibawah lebih enteng ke rumah mereka. Umumnya warga menempuh perjalan kaki sejauh satu kilometer dari sumur hingga ke rumah mereka.

 

Meski mengeluh dan repot mencari sumber air bersih meski hanya untuk keperluan minum dan memasak, namun tak ada jalan lain, warga terpaksa turun ke lembah berburu air bersih.

 

Kondisi wilayah yang berada di pegunungan membuat daerah ini sulit mendapatkan air bersih. Akibatnya ratusan kepala keluarga di daerah ini kekurangan air bersih sejak musim kemarau melanda. Kondisi ini diperparah sejak sumur bor bantuan badan geologi kementerian e-s-d-m rusak dna tak berfungsi mengalirkan air ke rumah-rumah penduduk.

 

Sulaeman, salah satu warga yang juga menjadi operator sumur bor warga pegunungan tande mengalami keris air bersih sejak kemarau. Selama iin selain mengandalkan aliranair sumur bor, juga menadah air hujan untuk berbagai keperluan. Namun sejak hujan tak turun lagi praktis warga kini harus turun gunung mencari air di lembah.

 

“Sudah lebih dari sebulan rusak, warga tande terpaksa turun gunung mencari air bersih,”jelas Sulaeman warga yang juga operator sumur bor.

Sejak sumur bor sedalam 135 meter ini rusak, sejak sebulan terakhir. Pasokan air bersih di daerah ini semakin sulit diperoleh. Warga berharap pemerintah setempat mencari solusi untuk mengatas krisis air bersih di wilayah ini, apalagi musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung lama. Itu artinya warga akan semakin kesulutan mendapatkan sumber air bersih yang cukup.  (MPOL-04).

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *