Isak Tangis Pecah Mewarnai Kedatangan Dua Jenazah Ibu dan Anak di Majene

Bencana Alam Gempa Majene Nasional News
Bagikan

MAJENE,LINI1.COM Dua jenazah korban gempa tsunami asal Majene, Sulawesi Barat, yakni disambut histeris snak keluarga dan tetangga  yang sudah menunggu di rumah duka, Minggu malam (30/9/201). Islamiah dan anakknya, Sarti tewas tertimpa reruntuhan tembok rumahnya saat  gempa  berkekuatan 7,4 sr mengguncang donggala dan palu. Korban diketahui sempat histeris minta tolong, saat berusaha menyelamatkan diri dan anaknya, namun naas ia tewas bersama anaknya sebelum ia sempat ditolong suaminya.

Isak tangis pecah saat jenasah islamiah dan anaknya, sarti yang tewas dalam musibah bencana gempa Donggala dan Palu  Jumat petang lalu, tiba di halaman rumah duka di dusun tinambung, desa tinambung, kecamatan pamboang, majene sulawesi barat, minggu malam..

Suasana duka tampak menyelimuti keluarga dan kerabat korban  saat jenazah baru saja diturunkan dari mobil ambulance yang membawa dari Palu, Sulawesi Tengah. Suami korban asruddin yang turut menemani jenazah istri dan anakya pulang k rumah duka sempat pingsan karena tak kuat menahan rasa sedih, kehilangan istri dan seorang putrinya yang mereka cintai.

Islamiah (49 tahun) dan Sarti (16 tahun) merupakan ibu dan anak.

Korban meninggl akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya saat terjadi gempa di palu, sulawesi tengah pada jumat petang kemarin.

Sejumlah sanak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya itu tampak tak kuat menahan tangis haru saat mereka menyaksikan sosok jenazah dua almarhumah sedang terbujur tak berdaya di rumah duka.

Kepala Desa Tinambung, Majene, Ardiyansah menyebutkan, kedua korban dan keluarganya sempat kehilangan kontak  dngan pihak keluarga di majene saat gempa berlangsung, belakangan aru dketahui jika ibu dna nakanya ini tewas tertimpa reruntuhan rumahnya yang ambruk saat gempa terjadi.

“Pihak kelurga sempat panik dna bingung lantaran kesuitan mencari tahu kabar keluarganya kare jaringan kemunikasi e palu pasca gempa putus,”jelas Ardiansyah, Kepala Desa Tinambung.

Menurut Adiyansah, jumalh warga Desa Tinambung yang berada di palu ada sektar 10 orang termasuk korban islamiyah dna anaknya, namun warga lainnya diketahui selamat dalam musibah tersebut.

Rencananya jenazah kedua korban ibu dan anak ini oleh pihak keluarga akan dimakamkan esok hari di pemakaman keluarga di dusun tinambung, majene.

Sejak kabar meninggalnya ibu dan anaknya ini didiketahui keluarga, sanak keluarga dan kerabat dekat almarhumah terus berdatangan ke ruamh duka.

Sebelum jenazah korbn tiba di rumah duka, sanak kelurga telah memperrsiapkan segala keperluan untuk menyambut jenazah almarhuman, termasuk mendirikan tenda untuk menampung sanak keluarga yang datang melayat ke rumah duka.

Banyaknya sanak keluarga dan kerabat korban yang datang membuat rumah dan halaman rumah duka penuh sesak warga yang datang melayat secara bergantian. (MJNE-08).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

 

 


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *