Isak Tangis Keluarga Korban Gempa di Majene Pecah Saat Tahu Kabar Pasti Kematian Keluargaya

Bencana Alam Gempa Majene Nasional News
Bagikan

MAJENE,KOMPAS.COM Isak tangis keluarga islamiyah, salah satu korban bencana gempa Donggala dan Palu, asal Kabupaten Majene Sulawesi Barat ini pecah setelah mengetahui kabar pasti keberadaan korban. Pihak keluarga sempat kelimpungan mencari tahu kabar keberadaan korban dan keluarganya, lantaran jaringan komunikasi ke palu pasca bencana gempa putus total. Keluarga islamiyah di Majene, Sulawesi Barat kini tengah berembuk bagaimana memulangkan jenazah korba agar bisa dikebumikan di kampung halamanhya.

Keluarga korban islamiah di Dusun Tinambung, Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang, Majene Sulawesi Barat telah menyiapkan kedatangan jasad korban dari palu, sulawesi tengah.

Isak tangis sanak keluarga dan tetangga islamiyah tiba-tiba pecah, saat salah seorang keluarga korban asal palu yang baru tiba di kampung halaman islamiayah menceritakan kronologis kejadian gempa tragis yang merenggut nawa korba saat tertimpa reruntuhan banguna rumahnya sendiri di palu.

Sanak sudara islamiyah tak bisa menahan tangis harus saat ia menceritakan perjuangan islamiyah meminta tolong saat ia tertimpa reruntuhan banguna saat warga palu lainnya yag ditimpa musibah serupa sednag brjuang menyelamatkan diri masing-masing di tengah kepanikan dna ketkutan yang mencekam mereka.

Hingga sore sejumlah keluarga dan kerabat dekat almarhumah, yang mengetahui kabar duka ini terus berdatangan ke rumah orangtua korban yang tengah menunggu kedatangan korban.

Keluarga korban mengaku shok saat pertama kali mengetahui islamiyah, anggota keluarga mereka meninggal dikabarkan dunia pada saat terjadi gempa di palu sulawesi tengah, jumat petang lalu.

Subhan, salah satu saudarakorban mengaku sangat terpukul saat mengetahui islamiyah menjadi salah satu korban meninggal dunia saat bencana gempa berlangsung.

Sulitnya akses komunikasi ke palu sempat membuat keluarga islamiyah di majene kelimpungan melacak kberadaan keluarganya di palu pasca gempa. Beruntung salah satu saudarakorban di kalimantan berhasil melacak kabar islamiyah, sayangnya keluarga harsu tabah lantaran yang datang adalah kabar kematian islamiyah.

“Keluarga sempat bingug karena sejak becanan gempa jumat petang, korban dan kekeluarganya sulit  dihubungi,  untung adakaka dari kalimantan yang dapat kabar dan memberitahu keluarga di Majene,”jelas Subhan, Adik Almarhumah Islamiah.

Pihak keluarga tengah berembuk bagaimana memulangkan jenazah almarhuma islamiyah ke kamung halamannya. Pihak keluarga berencana memakamkan almarhumah islamiah di tempat pemakaman umum di dusun tinambung, desa tinambung, kampung halaman orang tua korban.

Sejumlah sanak tetangag dan keluarga korban yang ikut berduka cita tampak telah menyaipkan berbagai penyambutan jenazah almrhum di rumah orang tuanya. Pihak keluarga juga telah mebangun tenda dna meyewa kursi untuk menerima tamu yang datang melayat ke rumah duka.  (MJNE-07).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

 


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *