Ular Phyton

Heboh, Ular Phyton 7 Meter Lilit Petani di Mamuju

Lingkungan Pasangkayu Wisata Edukasi
Bagikan

MAMUJU TENGAH,Lini1.com – Kawanan ular piton kembali muncul dan menyerang warga di desa salubiro kecamatan karossa, mamuju tengah, sulawesi barat, senin (15/1/2018). Satu dari kawanan ular piton yang menyerang petani tersebut berhasil ditangkap warga beramai-ramai tak jauh dari lokasi tempat piton memangsa petani yang menghebohkan publik tanah air, tahun lalu. Piton sepanjang tujuh meter lebih ini ditangkap setelah menyerang petani yang tengah memungut buah kelapa sawit di kebunnya.

 

Munculnya ular piton dengan panjang tujuh meter lebih secara tiba – tiba, sontak membuat warga salubiro heboh dan berhamburan keluar rumah usai mendengar teriakan raden, salah seoarang petani yang panik saat diserang ular piton. Raden sempat kaget saat ia memungut buah kelapa sawit di kebunnya tiba-tiba ular sepanjang tujuh meter yang hampir sama panjanganya dnegan ular piton yang memangsa paetani tahun lalu tak jauh dari lokasi ini.

 

Warga desa yang trauma dengan serangan kawanan ular piton yang sempat memangsa manusia tahun lalu ini, kemudian ditangkap warga beramai – ramai dan mengaraknya keliling desa hingga menjadi tontonan yang mendebarkan warga terutama kaum ibu-ibu dna anak-anak yang trauma pasca kematian salahs atu warga desa yang ditelan piton.

 

Banyaknya warga yang antusias menyasikan ular pemanmgsa hewan dan manusia ini membuat jalur trans sulawesi sempat lumpuh.

 

Tertangkapnya piton yang sedang kelaparan dan mencari mangsa ini bermula ketika raden, warga desa salubiro sedang mengumpulkan buah kelapa sawit yang baru saja ia petik dari kebunnya. Saat asik mengumpulkan dna menghitung buah kelapa sawit hasil panennya, tiba-tiba seekor piton muncul dan menyerangnya. Ular piton yang meburu mangsa tersebut muncul dari semak – semak  secara tiba – tiba dan menyerang dirinya, beruntung dia berhasil menghindar dan meloloskan diri. Karena takut dna tak bisa menangkap seroang diri, raden kemudian berteriak histeris minta tolong hingga warga yang cukup jauh dari lokasi yang mendengar teriakan raden minta tolong langsung berlarian ke lokasi. Warga pun menangkap piton ini secara beramai-ramai

 

“Saya sedang mengumpulkan dna menghitung buah kelapa sawit yang baru dipanen tiba-tiba ular piton tujuh meter lebih ini menyerang saya. Untung saya menghindar dan tidak jadi korban lilitannya,”jelas Raden.

 

Namun untuk menangkap satu dari kawanan piton raksasa ini tidaklah mudah. Warga butuh waktu beberapa jam untuk mengeluarkan piton ini dari semak-semak dalam keadaan hidup sebelum diarak keliling kampung. 


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *