Google dan AJI Keliling Indonesia Kenalkan Tools dan Applikasi Tangkal Hoax

Applikasi Budaya Hoax Life Style Nasional News Tools
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Perang hoax bernuansa sara dan fitnah yang makin marak di jejaring media sosial dan situs-situs affiliasi penyebar imformasi false menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden 2019, memantik perusahaan searching ternama Google News Initiative dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia berkeliling nusantara mengedukasi para netizen, agar tidak terpapar hoax atau menjadi korban informasi palsu, minimal tidak ikut menjadi bagian dari penyebar hoax yang berpotensi memicu disharmoni sosial-politik, terutama menjelang pilpres dan pileg 2019.

 

Training yang digelar di hotel Sinar Mas Polewali Mandar, Minggu (26/8/2018) diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai kampus, LSM, penggiat media sosial hingga kalangan jurnalis dari berbagai platform media cetak, online, televisi, dan radio.

 

Training yang digela Google News Initiative Training Network dan AJI Indonesia di Polewali Mandar ini adalah rangkaian pelatihan sepanjang tahun 2018 di berbagai wilayah di Indonesia seperti : Semarang, Medan, Jakarta, Lampung, Ambon, Kupang, Jayapura, Bali, Bandung, Makasar, Surabaya, Palembang, Kendari, Pontianak, Balikpapan, Pekanbaru dan Banda Aceh.

 

Iqbal Muhammad yang familiar disapa Ballo, salah satu trainer tersertifikasi google menjelaskan, training pengenalan tool dan aplikasi menangkal hoax di jejarng media sosial ini adalah bagian dari upaya Google bekerja sama AJI Indoneia dalam menangkal peredaran hoax, terutama menjelang pilpres dan pileg 2019 mendatang.

 

“Dengan bekal kemampuan melacak dan memverifikasi sebuah sumber informasi, netizen bisa meprotesksi diri dari peredaran imformasi hoax minimal ia tidak menjadi bagian dari pelaku penyebaan hoax,”jelas Iqbal.

 

Pelatihan yang berlangsung tiga hari ini tidak hanya mengulas detail bagaimana trik-trik jitu dan sederhana untuk memprotesksi keamanan digital atau gedget di genggaman tangan kita, agar bisa selamat dari serangan hecker.

 

Pelatihan ini  juga mengenalkan bagaimana cara peserta melacak atau melakukan verifikasi online dari beragam sumber imformasi, termasuk video dan foto yang tidak jelas asal usulnya. Ini penting agar netizen tidak terpapar news palse, minimal tidak ikut menjadi bagian peredaran imformasi hoak yang berpotensi menyesatkan dan memicu disharmoni sosial politik terutama menjelang pilpres dan pileg 2019.

 

Maklum, dunia cyber bukanlah tempat ramah dan yaman. Namun bukan berarti netizen tidak bisa memproteksi diri. Lewat beragam tools-tools dan applikasi menangkal hoax yang diperkenalkan tiga Trainer Google, termasuk Aliansi Jurnalis Indpenden (AJI) Indonesia yang sudah tersertifikasi google, para peserta bisa melacak sendiri darimana asal usul sebuah informasi yang sampai di tangan mereka dengan mudah.

 

Seperti kerja-kerja badan siber di kepolisan atau inteligen negara dalam mengungkap pelaku dan modus kejahatan, berdasarkan jejak bukti-bukti yang ada, para peserta dibimbing bagaimana melecak atau melakukan verifikasi sebuah sumber informasi, asal usul foto dan video yang kerap dimanipulasi makna dan peruntukannnya oleh para penyebar hoax dengan tujuan dan motif tertentu.

 

Dengan mengenal beragam tools dan apilkasi menangkal hoax, ini dapat membantu pengguna internet khususnya di jejaring media sosial yang kerap dihadapkan terhadap banyaknya berita bohong (hoax) yang berseliweranng di gedget kita.

 

Bekal pengenalan tools dan aplikasi menangkal hoax ini juga penting bagi awak jurnalis dalam menunjang kerja-kerja profsional mereka seperti melakukan verifikasi sumber informasi dengan mudah, dimana jurnalis sendiri seringkali kesulitan dan kerepotan melacak satu persatu sumber informasi yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat secara luas.

 

Makin maraknya peredaran imfomasi hoax dalam beragam bentuk di jejaring media sosial terutama menjelang pilpres dan pileg 2019 ikut mengundang keprihatinan dan kecemasan google dan AJI untuk ikut mengambil bagian dalam proses edukasi netizen agar sadar dan cerdas menggunakan media sosial untuk kepentingan dan manfaat untuk dirinya.

 

Sebetulnya, Tools-tools dan applikasi menangkal hoax ini sudah lama ada hanya saja masih awam karena jarang digunakan sehingga melalui kegiatan ini peserta diajari melacak sumber informasi apa pun termasuk foto, video, situs web termasuk bisa mengetahui kapan sebuah video atau foto itu dibuat dan negara asalnnya.

 

Workshop hari pertama digelar bertema “Hoax Busting and Digital Hygiene” ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai klaangan seperti mahasiswa, umum, penggiat media sosial, LSM dan anggota AJI Mandar.

 

Trainer google News dan AJI Indonesia, Zainal Ishak menjelaskan workshop pengenalan tools-tools dan applikasi tersebut diharapkan agar peserta nantinya bisa bertindak sendiri menjadi detektif yang bisa melacak sendiri bagimana proses imformasi hoax atau imformasi palsu yang menyesatkan netizen itu dibuat dan bekerja sesuai kepentingan penyebarnya di media sosial bisa dilacak peserta, dengan bantuan perangkat lunak, minimal untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak terpapar hoax atau ikut menjadi produsen hoax, hanya karena ketidak tahuan asal usul imformasi palsu yang sampai ke tangan mereka.

 

Ketua AJI Kota Mandar, Muhammad Ridwan Alimuddin menilai, pelatihan pengenalan tools dan applikasi yang difasilitasi AJI Mandar ini sangat penting dan menarik, sebab pelatihan teknologi informasi jarang diterima netizen dan teman-teman jurnalis di Sulawesi Barat. Ridwan mengatakan, selama ini yang dilakukan teman-teman adalah pelatihan jurnalistik konvensional, seputar penulisan, teknik wawancara dan etika. Nah dengan pelatihan teknologi imformasi ini, peserta menerima materi langsung dari pemateri tersertifikasi Google berebagai aplikasi di internet yang bisa kita gunakan untuk banyak hal.

 

“Dengan pengenalan aplikasi dan tools ini peserta bisa mengecek kepalsuan berita. Baik itu konten, foto, video, termasuk yang disebar di media sosial. Nah dengan pengenalan alat dan cara-cara menggunakannya, peserta bisa menverifikasi dengan presisi,” terang Ridwan yang juga tokoh penggiat literasi di Sulbar.

 

Ridwan menjelaskan, Fokus pelatihan ini adalah mengasah keterampilan peserta atau jurnalis untuk memanfaatkan sejumlah tools di internet guna melakukan verifikasi online yang banyak beredar di dunia maya (false news, fake news, hoax). Para peserta juga mempelajari berbagai materi bersifat teknis mengenai kebersihan data digital (digital hygiene), analisa dasar atas informasi, pencarian dan penelusuran data, serta beragam tools menarik lainnya yang dapat digunakan untuk melakukan investigasi secara online.

 

Ridwan menjelaskan, setelah pelatihan, panitia akan membuat forum bersama untuk mentoring implementasi tools yang sudah diajarkan dalam bentuk google classroom. Panitia juga akan memilih beberapa peserta terbaik yang berhasil menggunakan tools yang diberikan dalam kerja jurnalistiknya untuk mendapatkan hadiah berupa kunjungan ke Google Summit 2019. (MPOL-02)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *