Ditolak MUI Dinkes Polman Tetap Gelar Vaksin Rubella di Sekolah

Hukum Kesehatan Nasional News Polewali Mandar Sengketa
Bagikan

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Meski mendapat penolakan keras sejumlah warga dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karena alasan vaksin Meales Rubella (MR) tersebut belum dinyatakan sehat dan jelas kehalalannya secara syariat,

namun dinas kesehatan Polewali mandar sulawesi barat tak bergeming. Ia tetap melakukan vaksin massal di sekolah-sekolah meski ia harus meminta tanda tangan orang tua siswa yang tak mengerti asal usul vaksin rubella yang sedang dipermasalahkan MUI dan kementerian kesehatan.

 

Petugas dinas kesehatan di setiap puskesmas di Polewali Mandar sulawesi barat terus menggelar vaksin massal meales rubella (MR) di sekolah-sekolah di Polewali Mandar, meski vaksin MR masih jadi polemik antara dinas kesehatan dengan pihak MUI dan sejumlah orang tua yang keberatan anaknya divaksin.

 

Tak hanya melibatkan petugas kesehatan di tingkat puskesmas. Para guru juga dilibatkan untuk mensukseskan vaksin massal di sekolah. Untuk menghindari penolakan warga, para guru di sekolah bertugas meminta tanda tangan persetujuan dari pihak orang tua siswa agar anaknya bisa divaksin massal.

 

Kepala dinas kesehatan Polewali Mandar, Suaib Nawawi menyebutkan pihak dinas kesehatan Polman sedang menunggu sertifikat halal dari MUI, meski demikian ia tetap menggelar vaksin massal di sekolah-sekolah. Suaib menyatakan yang divaksin hanya siswa yang tidak keberatan orang tuanya jiak anbaknya divaksin.

 

“Kita sedang menunggu sertifikat halal dari MUI, namun sikap dinas kesehatan Polman tetap melakukan vaksin bagi warga yang mau,”jelas kadis.

 

Sebelumnya sejumlah anak di Polewali Mandar dilarikan ke ruamh sakit dan puskesmas setempat karena mengalami sakit hingga demam tinggi berhari-hari usai di vaksin measles rubella. Para korban sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah Polewali. Ketiga anak tersebut berasal dari Kecamatan Wonomulyo.

 

Menurut perawat, dua anak telah diperbolehkan pulang, sementara satu anak lainnya kini masih dirawat di ruang perawatan anak rumah sakit Polewali Mandar karena dema tinggi yang tak kunjung turun.

 

Kepala Dinas Kesehatan Suaib Nawawi yang menaggapi adanya protes sejumlah orang tua siswa membantah jika ketiga anak yang dilarikan ke ruamh skait usai divaksin tersebut sakit akibat vaksin rubella. Menurut Suaib ketiga bocah tersebut memang punya catatan data dari rekam medik, ketiga anak tersebut memang memiliki riwayat penyakit lain.

 

“Sejauh ini belum ada pembuktian jika anak tersebut sakit karena vaksin rubella. Mungkin kebetulan pas habis di vaksin langsung kambuh penyakitnya. Jadi tolong ini berita  diluruskan ya,” ujarnya.

 

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak resah terhadap pemberitaan terkait penolakan terhadap vaksin MR yang tidak mengantongi sertifikta halal dari MUI. Alasannya banyak negara lain sudha mengunakan vaksin serupa untuk warganya.

 

Sejumlah petugas kesehatan yang menggelar vaksin di sekolah menyebutkan pro kontra soal vaksin MR hingga MUI mendesak agar vaksin dihentikan bisa membuat vaksin bernilai sekitar 6 milyar yang sudah di drop ke dinas kesehatan dan puskesmas bisa rusak jika tidak segera digunakan. Alasanya pukesmas tidak meiliki tempat penyimpanan vaksin MR yang bisa menampung vaksin MR agar tidak cepat rusak. “Vaksin bernilai milyaran yang sudha di drop Dinkes ini bisa rusak kalau tidak segera digunakan,”tutr petugas kesehatan saat tengah sibuk melakukan vaksin di sekolah. (KPOL2)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *