Dinilai Lancang, Siswa Terlibat Debat Gurunya Dikeluarkan dari Sekolah

Anak dan Problematikanya Budaya Hukum & Kriminal Nasional News Pendidikan Polewali Mandar
Bagikan

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM –  Terlibat berdebat dengan gurunya, seorang siswa di polewali mandar, sulaweis barat terpaksa dikeluarkan dari sekolahnya. Kepala sekolah menilai siswanya tersebut melanggar etik berat hingga ia diminta mencari sekolah lain. Pemicunya sepela, sang siswa mkinta izin buang air kecil namun ditolak sang guru hingga siswa dna guru terlibat perdebatan di kelas. Buntutnya sang siswa dihantam tinju sang guru hingga diekluarkan dari sekolah secara tidak hormat.

Orang tua siswa yang bingung mendapat kabar anaknya tiba-tiba dikeluarkan dari sekolah menjelang semester, berusaha mendatangi pihak sekolah madrazah aliyah izzatul  maarif tappina, desa mirring, kecamatan binuang, polewali mandar, untuk mempertanyakan kejelasan anaknya dikeluarkan dari sekolah tanpa penjelasan sebelumnya.

Sayangnya, pihak orang tua siswa yang sudah mengabarkan akan datang ke sekolah untuk bertemu dengan sang guru dan kepala sekolah yang memicu anaknya dikeluarkan dari sekolah kecewa lantaran sang guru maupun kepala sekolah sama-sama tidak hadir di sekolah.

Pihak keluarga sudah menunggu sang guru dna kepala sekolah selama hampir tiga jam lebih, namun ia kecew alantaran sang guru dan kepala sekolah yang hendak diklarifikasi orang tua siswa tak kunjung datang di sekolah.

Pallaupa yang mengutif keterangan sepihak anaknya, mengaku pemicunya maslaah sepele saja. Bemrula ketika anaknya, reynold barunda, yang tengah belajar di kelas hendak buang air kecil.  Reynold yang mengaku lkebelet ingin buang air kecil pun kemudian minta izin keluar rungan sementara, namun ditolak sang guru. Alasannya ia khawatir siswanya itu malah bolos dari sekolah.

Sang guru dna siswa pun terlibat perdebatan di kelas hingga terlontar kata-kata yang dinilai kedua belah pihak tak layak. Seperti pengakuan pallaupa, sang uur yang harusnya jadi panutan di sekolah malah mennatang mengajak anaknya duel di sekolah. Menurut pallaupa peirlaku tersebut jelas tidak terdidik dna tidka selayaknya diperdengarakan kepada para siswa yang konon generasi ud ayang diharapkan jadi penerus bangsa.

“Saya iin datang ke sekolah hendak mengkalarifikasi lanhgsung dengan pihak sekolah, apa masalahnya anak saya tiba-tiba di keluarkan dari sekolah. Kalau alasannya hanya mendebat guru menurt saya itu tidak cukuo beralasna mengeluarkan siswa dari sekolah,”jelas Pullaupa kepada wartawan yang menemuinya di sekolah.

Orang tua reynold menilai keputusan kepala sekolah mengeluarkan anaknya dari sekolah hanya karena niliai tidak santun dan melanggar etika tidak cukup beralasan

Sebelumnya, siswa kelas 2 bernama  reynold ini mengaku telah dianiaya kepala sekolah, gara-gara sang guru yang tidak terima didebat siswanya soal alasna tak meberi izin buan air kecil, mengadu ke kepala sekolah.

Seperti penuturan reynold, dirinya pun dipanggil enghadap ke kepala sekolah. Reynol mengaku tak menyangka lantaran tiba di depan kepala sekolah ia malah langsung dihatam tinju hingga didorong agar keluar dari sekolah.

Tak hanya itu, siswa kelas 2 setingkat sma ini juga sebelumnya mengaku ditantang sang guru berantem namun ia kembali mendebat sang guru. Kepada snag guru renold menyanggah tantangan gurunya sambil menyebutkan jika tak etis dan mungkin ada siswa yang menerima tantangan duel oleh gurunya. Rupanya perdebatan keduanya berbuntut panjang lantaran snag guru tak terima. Buntutnya sang sis diminta mencari sekolah lain alias dikeluyarkan dari sekolah.

“Mulanya saya minta izin buang kecil karena sudah tidak bisa tahan, namun ntidak dizinkan. Saya lalu bertanya kenapa pak, guru saya malah menggap saya lancang bahkan sempat saja diajak duel, tapi saya bilang masa ada siswa melawan gurunya,”jelas Pullaupa barunda, orang tua siswa yang ditemui bersama orang tuanya di sekolah.

Aksi tak kekerasan tak terpuji sang guru dan kepala sekolah ini sendiri sempat disaksikan beberapa siswa lainnya. Menurt sejumlah siswa kepala sekolah usai menerima laporan sang guru yang tak terima dirinya didebat siswa di kelas langsung menghantam reynold dnegan pukulan tinju sambil mendorong dnegna keras agar keluar dari sekolah.

“Bnyak siswa lain menyaksikannya, Dia ditiunju dna didorong keluar dari sekolah,”jelas Muhajir, siswa  yang juga saksi mata saat kejadian

Ironinsnya, pihak sekolah terkesna tak hanya berusaha menghindari pihak orang tua yang hendak mempertanykana alasan logis dna hukum anaknya tiba-tiba dikeluarkan dari sekolah.

Sejumlah awak media yang sudah dua hari berusaha menemui sang kepala sekolah dan guru yang terlibat debat dengan siswanya, hingga memicu salah satu siswanya dikeluarkan tidak hormat dari sekolah juga terkesan sulit ditemui dan meberikan keterangan kepada awak media..

Sejumlah awak media yang renacananya akan mengklaraifikasi peristiwa ini tak bisa menumui sang guru dan kepala sekolah. Sejumlah guru di sekolah berkali kali berusaha menelpon sang kepala sekolah yang tidak diketahui keberadaannya, tak menggubris panggilan telpon para guru yang hendak mempertemukan dua belah pihak.

Orang tua sisw ayang kecewa karena tak ditemui snag guru dna kepala sekolah untuk mendapatkan klarifukasi alasan anaknya di do dari sekolah, rencananya akan mengadu ke kementrian agama.  (DF_02)


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *