Diguncang Gempa, Jamaah Sholat Magrib Berhamburan Keluar Mesjid

Bencana Alam Cuaca Gempa Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWAI MANDAR,LINI1.COM – Diguncang gempa dengan magnitude : 7,7 SR Jumat petang (28/9/2018) sekitar pukul 18:02:48 wita, jamaah sholat magrib di sejumlah mesjid di Polewali mandar, sulawesi barat berhamburan keluar mesjid untuk menyelematakan diri saat gempa tengah menggoyang-goyang mesjid. Mereka panik lantaran mesjid tempat mereka sholat tiba-tiba bergetar dan bergoyang-goyang selama hampir dua menit lebih.

Sejumlah jamaah mesjid di kelurahan lantora dan Takatidung yang tengah melaksanakan sholat magrib berjamaah di mesjid terdekat dari rumah mereka tiba-tiba panik saat mesjid tempat mereka sholat bergetar dan bergoyang-goyang.

Sejumlah jamaah yang panik, tak sempat menuntaskan sholat magrib mereka hingga usai dan memilih lari keluar mesjid karena khawatir tertimpa reruntuhan bangunan mesjid.

Ciwang, salah satu jamaah mesjid Al Muttaqim mengaku sempat bertabrakan dnegan jamaah lain saat ia solat magrib. Semula jamaah diri mereka oleng namun setela semua jamaah merasakan goyangan cukup keras barulah para jamaah tahu jika mereka dilanda gempa.

Lukman jamaah lainnya mengaku langsung lompat keluar mesjid saat jamaah lain sedang panik dan gaduh di dalam mesjid karena bingung dan panik digucang gempa.

“Saya lamsung lompat keluar emsjid saat tahu kalau gempa terjadi”jelas Lukman

Menurut data release BMKG, Lokasi gempa yang mengguncang Donggala Jumat petang (28/9/2018) berada pada 0,18 LS 119,85 BT atau 27 km timur laut Donggala-Sulteng dengan kedalaman gempa 10 km.

Dasyatnya guncangan gempa terasa hingga seluruh wilayah kabupaten di pulau Sulawesi termasuk di kawasan peguugan Mamasa kaget dengan adanya guncangan gempa yang berlagsug selama hampir dua menit.

Warga pesisir pantai wilayah sulawesi barat mulai dari kabupaten Pasnagkayu, Mamuju tengah, Mamuju, Majene, Mamasa dan Polewali merasakan dampak dasyatnya gempa yang mengguncang.

Sejumlah media sosial seperti whatsapp dan face book jadi ajang curhatan pengalaman masing-masing warga merasakan dampak gempa.

Data terakhir yang direlease Stasiun Metereologi Majene menyebutkan, peringatan dini Sunami yang disebabkan oleh magnitude 7,7 SR, tanggal 28 september sekitar pukul 17:02:45 wib diyatakan telah berakhir.

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan atau korba jiwa baik dari masyarakat maupun lembaga resmi terkait dampak gempa ini. (MSUL-019).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *