Dicekik dan Ditinju Hingga Dada Remuk, Bocah 2 Tahun Tewas Ditangan Ayahnya

Anak dan Problematikanya Budaya Hukum & Kriminal Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 3
    Shares

POLEWALI MANDAR, LINI1.COM – Seorang ayah ditangkap polisi usai mencekik dan meninju dada anaknya berkali-kali hingga remuk. Meski korban yang baru berusia (2,4 tahun) itu sempat dilarikan ke puskesmas terdekat karena tak sadarakan diri, namun ia menghembuskan nafas dalam perjalanan. Pelaku mengaku mencekikik dan meninju dadak korban karena kesal lantaran anak tirinya  itu rewel dan buang kotoran saat diajak pelaku keluar tak jauh dari rumahnya.

 

Ridho Setiawan, ayah mudah yang baru lima bulan menikahi istrinya, sahria (22 tahun),  seorang janda dua anak ini digiring ke sel tahanan polsek wonomulyo polewali mandar, sulawesi barat, kamis (9/8/2018).

 

Warga desa kebun sari, kecamatan wonomujlyo, polewali mandar ini mengaku menyesal telah membunuh anak tirinya dengan sadis. Di depan penyidik ridho emosi dan mebunuh anaknya lantaran korban ahmad azza (2,4 tahun) anak bungsu dari dua bersaudara ini lantaran korban sering rewel dan buang kotoran saat ia berusaha menggendongnya.

 

“saya cekik dan tinju dadanya sampai tiga kali hingga korban pingsan. Say lalu gendong pulang ke rumah. Saya beralasna kalku dia jatuh di jalan,”jelas ridho setiawan, pelaku pembunuhan anak tiri saat menjalani pemeiksaan di polsek wonomulyo.

 

Kronologis pembunuhan anak oleh ayah tirinya ini bermula ketika 27 juli 2018 lalu, ridho membawa anaknya ahmad azza (2,4 tahun) keluar rumah sekitar 500 meter dari rumahnya, karena istrinya, sahria sedang mandi.

 

Dalam perjalanan si kecil ahmad azza (2,4 tahun) kerap rewel dan memberontak ingin pulang ke rumah. Pelaku sempat mengendong paksa anaknya yang rewl itu namun korban tak kunjung tenang. Ridho makin kesal lantaran korban yang rewel malah buang kotoran saat ayahnya berusah mengendong paksa agar bisa tenang.

 

Karena kesal membujuk anak tirnya yang tak kunjung ramah itu, ridho naik pitham, hingga nekad mencekik leher anaknya hingga korban semaput. Tak puas mencekik, ridho juga sempat meninju dada si kecil berkali-kali hingga remuk dan tak sadarkan diri. Di depan petugas ridho mengaku meninju anaknya hingga semaput hanya tiga kali.

 

Dalam kondisi bocah kecil itu lunglai, ridho yang panik lalu menggendong anaknya itu pulang ke rumah. Kepada istri dan keluarganya, ridho mengaku korban jatuh hingga dadanya remuk.

 

Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun korban hanya berada di puskesmas lima menit sebelum keluarga akhirnya memilih mmeulangkan karena terlanjur menghembuskan nafas terakhir sebelum tiba di puskesmas.

 

Bocah bungsu ini pun langsung dikebumikan pihak keluarga di salah satu pekuburan setempat.

 

Kasus kekerasan terhadap anak ini baru terbongkar setelah babinsa setempat mendapat laporean dari sejumlah warga yang curiga jika bocah ahmad azza (2,4 tahun) meningal secara tidak wajar.

 

Kapolsek wonomulyo, akp jufri hamid menjelaskan, petugas polsek wonomulyo yang mendapat laporan mencurigakan tersebut langsung bertindak. Sejumlah saksi dan sanak tetangga korban pun dimintai keterangan soal kronologis kejadian itu.

 

Petugas makin curiga karena hasil visum dokter puskesmas tempat ahmad azza (2,4 tahun) dilarikan setelah mendapat kekerasan ayah tirinya itu, menemukan bukti visum berupa tanda-tanda perlakuan kekerasan di tubuh korban. Di leher ahmad azza ditemukan bekas cekikan dan dadanya remuk.

 

Polisi yang mengendus kuat perlakua kkeerasan terhadap bocah itu lalu memeriksa pelaku ridho terakhir kali, usai mendapatkan keterangan kesaksian dan bukti visum dari puskeasma. Pelaku akhirnya mengakui seluruh perbuatannya. Ridho mengaku mencekik leher dan meninju dada anaknya itu hingga kehilangan kesadaran.

 

“Poliisi langsung lakukan penyelidikan usai mendapat laporan babinsa jika bocah korban itu meningal tidak wajar. Hasil peneluisuran p[etugas banyak bukti mengindikasikan kuat kekarasan itu terjasi. Setelah semua kita periksa termasuk tersangka akhirnya engakui perbuatannya,”jelas kapolsek wonomulyo, akp jufri hamid

 

Istri ridho setiawan, sahria yang kini menumpang hidup di rumah meretua atau rumah suami barunya itu bersama dua anknya mengaku tak menaruh curiga apa pun saat anaknya yang tak sadarkan diri digendong ayahnya pulang ke rumah pada 27 juli lalu. Alasnaya selama ini hubungan dia termasuk dua anaknya dari hasil pernikahan dengan suaminya terdahulu cukup baik. Ia juga tidak pernah melihat tersnagka ridho memperlakukan tidak wajar kepada kedua anaknya.

 

‘saya tidak pernah menduga karena selama lima bulan menikah hubungannya cukup baik termasuk dua anak saya,”ujelas sahria, istri ridho setiawan.

 

Tersangka ridho kini masih menjalani proses pemeriksaan penyidik di polsek wonomulyo polewlai mandar. Untuk mepertanggungjawabkan perbuatannya ridho kini ditahan di sel tahanan mapolsek wonomulyo polewali mandar. (KE)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 3
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *