KDRT

Di Mateng Ibu Tiri Aniaya Anak Hingga Pendarahan, Di Polman Ayah Tiri Bunuh Anaknya

Anak dan Problematikanya Hukum & Kriminal Mamuju Tengah Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

SULBAR,LINI1.COM – Itri, seorang bocah berumur 10 tahun yang masih duduk di kelas 4 Sd, terpaksa dirawat di Ruang Perawatan Anak Rsud Kabupaten Mamuju Tengah karena sekujur badan dan telinganya mengalami pendarahan setelah dianiaya ibu tirinya. Sedang

di Polewali Mandar Sulawesi Barat seorang bocah dua tahun, Ahmad Azza meninggal dunia setelah dicekik dan tinju badannya oleh ayah tirinya hingga tak sadarkan diri.

 

Beginilah kondisi Fitri Bocah Berumur 10 tahun yang masih duduk di kelas 4 sd ini, terpaksa harus dirawat di ruang peratan anak rsud kabupaten mamuju tengah, sulawesi barat. Di sekujur tubuh fitri mengalami luka lebam setelah dianiaya ibu tirinya, saat berada di rumahnya di desa tobadak.

 

Kasus keerasan ibu tiri terhadap anaknya itu terbongkar setelah guru yang mengajar korban curiga karena bocah fitri mengeluh sakit dan tampak lemas. Di telingannya ditemukan darah segar terus mengucur diduga karena benturan keras. Selain itu tangan korban bagian kiri juga bengkak diduga karena keseleo.

 

Semula korban tampak trauma dan tertutup saat ditanya gurunya, belakangan korban baru mengaku kalau luka-luka yang diderita di sekujur tubuhnya akibat dianiya ibu tirinya yang mengaku tidak senag dnegan kehadirannya.

 

Melihat Kondisi Fitri yang tidak sehat, sang guru langsung membawa korban ke rumah sakit umum daerah kabupaten mamuju tengah untuk mendapatkan perawatan.

 

Usai mengantar muridnya ke Rsud, sang guru sekolah kemudian melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak

Kabupaten mamuju tengah.

 

Jajaran Polsek Tobadak, Kabuapen Mamuju Tengah yang mendapatkan laporan dari P2tp2a langsung mendatangi rumah korban dan membawa kedua orang tua korban ke polsek tobadak untuk dimintai keterangan atas kasus penganiayaan tersebut. Dari pengakuan ibu tiri korban bahwa pelaku tidak menyukai anak tirinya.

 

“Diduga ibu tirinyaa tidak sennag dengan keberadaan bocah korban hingga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga,”jelas Kasat Reskrim Polres Mamuju, Akp. Jamaluddin.

 

Kini kedua tersangka kasus penganiayaan tersebut ditahan di polsek tobadak, atas perbuatan tersangka polisi mengancam tersangka dengan ancaman kurungan pernjara 7 tahun.

 

Semnentara di Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar Sulawesi Barat, Ahmad Azza (2,4 tahun) meninggal dunia setelah dicekik dan dadanya ditinju berkali-kali hingga remuk oleh ridho setiawan, ayah tirinya sendiri.

 

Meski Azza sempat dilarikan ke puskesmas dalam keadan tak sadarkan diri, namun dalam perjlaan ini meninggal dunia.

 

Semula tersangka Ridho menutup rapi perbuatannya. Kepada istri dan keluarganya ridho mengaku azza anak tirinya itu terjatuh dan dadanya terbentur, saat diajak main keluar rumah.

 

Pelaku Ridho yang tersiksa tak bisa tidur nyenytak, sesak nafas dan selalau mimpi buruk selama lebih dari sepekan pasca kematian anaknya akhirnya bicara jujur kepada keluarga dna istrinya. Ridho megaku mebunuh anaknya dengan cara dicekik lehernya dna dadanya dihantam tinju berkali-kali hingga bocah tak berdosa yang belum mengerti apa-apa itu menghembuskan nafas.

 

Ridho baru bisa merasa nyaman dan tenang setelah ia membeberkan semua kekerasan yang dilakukan terhadap bocah azzam kepada sang istri. Ridho mengaku kesal karena korban rewel dan buang air besar saat ia berusaha mengendong paksa korban yang sedang rewel.

 

Kapolsek Wonomulyo, Akp Jufri Hamid menjelaskan, setiap kali petugas polsek wonomulyo mendatangi tetangga pelaku, ridho makin tidak tenang dan gelisah. Ia selalu dihantui perasaan bersalah hingga ridho mulanya jujur bercerita kepada sang istri di suatu malam saat ini terbangun dari tidurnya karena sesak nafas dan geisah.

 

“Dia tersiksa sendiri menutupi perbuatannya. Selama anknya dikuburkan ia tidak bisa tidur nyenyak, selaau gelisah dna mimpi buruk tentang korban hingag akhinrya mebeberkan sendiri,”jelas Kapolsek Wonomulyo, Akp Jufri Hamid.

 

Dalam sepekan terakhir sedikitnyas empat kasus kekerasan menimpa anak-anak di wilayah sulawesi barat. Umumnya poelaku kekerasan adalah orang terdekat dalam keluarga. (KMT)

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami: Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *