Demi Tetap Bertani di Musim Kemarau, Warga Sedot Air Sungai Untuk Mengairi Lahannya

Bencana Alam Cuaca Lingkungan Nasional News Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM – Tak ingin lama menganggur selama musim kemarau panjang, para petani di Polewali mandar, sulawesi barat terpaksa menyedot air sungai untuk mengairi lebih dari 100 hektar lahan pertanian di kelompoknya. Para petani rela membayar biaya operasional Rp 800 ribu perhari demi menyewa mesin alkom atau mesim pompa penyedot air dari sungai untuk dialirkan ke petak-petak sawah mereka, Ini dilakukan warga agar usaha pertanian yang menjadi tumpuan mata pencaharin mereka tetap berkelanjutan meski musim kemarau tak besahabat.

 

Untuk mengairi lahan pertanian mereka selama musim kemarau panjang, para petani di dusun Kampuno, Kecamatan Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, kabupaten Polewali Mandar sulawesi barat misalnya terpaksa mengeluarkan biaya ekstra, dengan cara menyewa mesin pompa alcom untuk menyedot air dari dasar sungai. Setiap hari, petani memompa air sungai kemudian dialirkan melalui jaringan irigasi ke lahan persawahan mereka.

Musa dan Thamrin, dua petani asal Tumpiling Polewali Mandar ini mengaku mmeilih menyewa mesin alcom untuk mengairi lahan mereka lantaran stres sudah lebih satu bulan mereka menganggur dan tak ada aktifitas apa pun. Maklum, sejak kemarau panjang tiga bulan terakhir menyebakan air irigasi tak cukup mengairi lahan mereka hingga mengganggu jadwal turun sawah.

 

“Daripda lama stres di rumah tidak ada pekerjaan lebih baik turun ke sawah meski harus menyewa mesin penyedot air yang biayanya mungkin tidak kecil,”jelas Musa, salah satu petani setempat.

 

Biaya operasional terbilang tak ringan. petani membutuhkan sebanyak 150 liter bahan bakar solar seharga Rp 800 ribu untuk menjalankan dua mesin alkom selama 24 jam non stop setiap hari. Mesin pompa alcom ini rencananya akan terus dioperasionalkan sejak masa garap, tanam hingga masa bunting atau menjelang masa panen.

 

Untuk menutupi biaya yang tidak ringan tersebut para petani dan pemilik lahan sepakat akan mengeluarkan 15 persen hasil panen mereka pada masa panen mendatang.

 

Untuk sementra seluruh biaya operasional mesim pompa alcom saat ini seluruhnya ditanggung oleh pemilik mesin yang mereka sewa. Para petani mengaku meski biaya cukup besar namun dinilai relatif enteng karena mereka baru membayar biaya operasional saat musim panen tiba.

 

Para petani seharusnya sudah turun ke sawah sejak Juli lalu, namun karena terkendala hinggakini belum kunjung turun ke sawah. Sejumlah kelompok tani yang tak ingin lma-lama menganggur dan tidak menghasilkan apa pun, sepakat menyewa mesin alcom untuk mengairi lahan mereka selama 24 jam setiap hari.

 

Sebanyak 100 hktar lebih petak sawah yang digarap petani sejak sebulan terakhir ini sebagain padinya mulai tumbuh meski ia harus memasok air setiap hari. Rencananya proses pengairan petak-petak sawah mereka akan terus berlangsung hingga usai padi mereka memasuki 2,5 bulan atau saat padi memasuki masa bunting. (MPOL-08).

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

 


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *