Cerita Ismail Dan Gian Saksikan Kapalnya Diterbangkan Tsunami ke Perkampungan

Bantuan Bencana Alam Gempa Nasional News Sulawesi Tsunami
Bagikan
  • 2
    Shares

DONGGALA,LINI1.COM Jumat petang, dua pekan lalu, adalah hari yang menakjubbkan sekaligus menakutkan yang tak akan pernah dilupakan ismail dalam hidupnya. Ia tak menduga kapal miliknya berbobot 12 ton lebih dan berisi barang-barang sembako yang akan dikirim dari donggala keluar pulau sulawesi, bisa terbang layaknya pesawat terbang, setelah dihantam gelombang tsunami 3x berturut-turut hingga terlempar ke tengah perkampungan warga, sejauh sekitar setengah kilometer dari pelabuhan tempat ia sandar.

Ismail dan korban gempa tsunami yang ditemuai kawasan kompleks pelabuhan labuan bajo, kecamatan banawa, kabupaten donggala, sulawesi tengah, pasca diguncang gempa dan tsunami tampak mengamati kapal barang miliknya, setelah diterjang gelombang tsunami hingga terlempar ke tengah pemukiman warga.

smail seolah tak percaya kapal bermuatan 12 ton lebih yang akan segera menuju pulau kalimantan membawa barang sembako jumat petang lalu tersebut bisa berpindah tempat hingga lebih dari setengah kilometer dari pelabuhan tempat ia bersandar dan mengisi barang dagangan.

Ismail menceritakan, saat gempa berkekuatan 7,4 sr yang berpusat di donggala terjadi jumat dua petag lalu itu air laut tiba-tiba surut dengan cepat. Beberapa saat kemudian datang gelombang tsunami menerjang sebanyak 3 kali berturut-turut dalam selisi waktu hanya beberapa saat.

“hanya hitungan beberapa detik, duuurrrrr gelombang melululantakkan kawasna pelabuhan hingga bangunan ambruk,”kenang Ismail yang menyaksikan amukan bencana alam tersebut dari ketinggian tempat ia menyelamatkan diri bersama warga dan anak buah kapalnya.

ANTO – CERITA GEMPA DONGGALAA 004

Gelombang tsunami pertama pasca gempa memang frekwensinya relatif kecil hanya menghantam bagian bibir pantai. Karena pani ismail dan seluruh awak kapalnya pun ikut kabur meniggalkan pelabuhan.mereka berlarian ke dataran tinga tak jauh dari pelabuhanuntuk menyelamatkan diri.

Benar saja, beberapa saat kemudian setelah berda di dataran tinggi gelombang tsunami kedua menyusul dan melululantakkan rumah rumah warga di sekitar kawasan pelabuhan labuang bajo. Issmail dan anak buahnya menyaksikan dengan mata telanjang bagaimaa gelombang sunami meggulung dan meratakan kawasan pelabuhan, hingga bangunan tua maupu baru ambruk hanya dalam beberapa detik.

Belum lama berselang setelag gelomang kedua menyapu pantai labuang dan kawasan pemukiman warga, gelombang tsunami yang lebih besar kembali menyusul dan menghantam kawasan pemukima warga hingga lebih dari satu kilometer ke daratan.

Menurut ismail, terjangan tsunami terakhir ituah yang melemparkan kapalnya bermuatan 12 ton lebih sembako seperti beras dna kebtuha lainnya, terlempar ke tengah perkampungan warga hingga sejauh setengah kilometr dai pelabuhan tempatnya sandar.

“Waktu gelombang tsunami ketika datang disertai gemuruh suara laut yang keras, ssseeeeerrrr, duuaaar, hantamannya lebih kencang.disitulah saya saksikan sendiri kapal saya bermuatan 12 ton lebih terbang bebas di atas pemukiman warga hingga mendarat di tengah kampung. Luar biasa,”kenang ismail mengaku bangga karena berhasil menyelamatkan diri sata tsunami datag meski ia kehilangan harga benda dan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Rencananya kapal yang memuat bahan logistik ini hendak berlayar menuju kalimantan. Namun tiba-tiba bencana datang dan menyapu bersih pelabuhan labuan bajo dan kawasan pemukiman warga. Akibatnya, pemilik mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Lain lagi cerita gian, warga Jalan Gili Raja, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala ini mengaku baru menyadari tindakan nekadnya menerobos gelombag tsunami pertama karena berusaha kembali ke ruamhnaya hanya untuk menyelamatkan sejumlah uang dan dokumen penting yang ia simpan dalam lemari pribadinya.

Namun tak disangka saat ia tengah berlarian menyelamatkan diri dari rumahnya sambil memegang sejumlah uang dan dokumen penting ditangannya, gelombang tsunami kedua datang menggulung desanya. Beruntung ia selamat setelah sempat dihantam gelombag hingga terlempar lebih dari 20 meter bersama reruntuhan dan smapah yang terbaw geombang ke leren pebukitan.

Menurut gian, saat gempa dan tsunami pertama datang, ia sekeluarga langsung berlarian ke luar rumah menyelematkan istri dan anak-anaknya. Saat ia berusaha menggendong dua anaknya sambil menarik istrinya naik ke pebukitan tak jauh dari rumahnya, ia sempat dihantam gelombang pertama yang prekwensinya relatif lebih kecil dibanding gelomang kedua dan ketiga, yang menghantam dan melululantakkkan donggala, palu dan sekitarnya. Namun ia berhasil menyelamatkan istri dan anak-anaknya hingga di dataran tinggi.

Karena khawatir sejumlah harta benda seperti uang  dan beberapa dokumen penting lainnya seperti surat-surat tanah dan ijazah. Gian nekad dan memberaikan diri turun dari bukit untuk menyelamatkan harta bendanya, sebelum gelombang tsunami kedua dna ketiga yang menyapu rata donggala datang.

Saat ia lompat ke naik lantai dua rumahnya, gia langsung membongkar paksa lemari untuk mengambil uang dan sejumlah. Gian yang mendengar suara gemuruh dari jauh buru-buru lari dan lompat dari lantai dua rumahnya. Namun belum sempat lari sampai ke puncak pebukitan tinggi tak ajuh dari rumahnya gelombang kedua yang lebih besar datang menghantamnya.

Gia sempat terlempat lebih dari 20 meter bersama reruntuhan dan sampah yang terdorong gelombang hingga ke lereng atau bibir pebukitan sambil ia terus memagang sejumlah auang dan dokumen-dokumen penting di tangannya.

“Saya sempat terlempar 20 meterlebih bersama reruntuhan dan sampah yang terbawa gelombang,”jelas Gian, korban selamat dari gempa tsunami saat menceritakan kisah heroiknya menyelamatkan keluarga dna harta benda dari bencana tsunami.

Namun yang paling menyedihkan gian adalah, saat ia dan warga lainnya sudah tertimpa bencana gemp dan tsunami hingga mereka ada yang kehilangan sanak keluarga, masih saja ada oknum yang tidak bertanggung jawab tega memafaatkan moment situasi bencana yag membuat panik korban untuk mengambil barang milik di tengah reruntuhan rumahnya.

Saat ini keluarga ismail maupun gian yang masih trauma pasca gempa tsunami jumat pekan lalu, sementara masih mengungsi di atas dataran tinggi bersama ratusan pengungsi korban gempa tsunami lainnya. Ia masih trauma dan takut untuk kembali ke rumah menysul masih serignya terjadi gempa-gempa susulan bersakala kecil.  (MDONG-09).

Cerita Ismail Dan Gian Saksikan Kapalnya Diterbangkan Tsunami ke Perkampungan

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 2
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *