Bupati Polman Tempuh Upaya Diplomasi Pemerintah dan Pengusaha Pilipina Bebaskan Usman dari Kelompok Bersenjata

Abu Sayyaf Bupati Eksekutif Hukum Kriminal Nasional News Polewali Mandar Politik Presiden Teroris
Bagikan
  • 4
    Shares

POLEWALI MANDAR,LINI1.COM Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar menyatakan akan memanfaatkan hubungan kerjasama perdagangan dengan Pemerintah dan pengusaha asal Mindanau, Philipina  untuk menjajaki keberadaan Usman Yunus alias Hamdan, salah satu TKI asal Polewali Mandar sulawesi barat yang diduga diculik sekelompok orang bersenjata Philipina di perairan Semporna Malaysia, Selasa pekan lalu.

 

Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar mengatakan akan berupaya membebaskan warganya dari penyanderaan. AIM berjanji akan melakukan upaya diflomasi dengan pemerintah dan beberapa pengusahan di Mindanau, Filipina terkait musibah yang menimpa salah satu warganya yang menjadi pahlawan devisa di negeri jiran Malaysia.

“Kita ada MoU dengan pemerintah dan pengusaha Filipina dalam hal ketenaga kerjaaan. tapi saya akan berusaha melakukan upaya untuk membebaskan,” ujarnya usai rapat di Balitbanreng.

 

Sementara, Pihak keluarga dan istri Usman Yunus alias Hamdan, Yulianti terus menunggu kabar terbaru tentang suaminya yang menjadi korban penculikan kelompok orang bersenjata di Tawau, Malaysia. Yulianti, istri korban mendesak Pemerintah Indonesai agar segera bisa mencari tahu keberadaan dan membebaskan suaminya dari penculikan dengan aman dan selamat.

Saat ditemui di kediamannya di Dusun Bruno, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, pada Selasa sore (18/9), Yulianti tampak tak tenang dan tak bisa tidur nyenyak memikirkan kondisi dan keselamatan sang suami yang selama ini menjadi tumpuan harapan di tengah keluarga kecilnya.

“Semoga pemerintah secepatnya bisa membebaska suami  saya,” uajrnya sambil menyeka air matanya.

Sejak suaminya dilaporkan diculik saat bekerja di sebuah perusahaan penangkapan dan pengolahan ikan di Malaysia selasa pekan lalu, sanak keluarga dan tetanga terus berdatangan menjenguk dan menghibur Yulianti. Sebagian sanak tetangga yang datang menemani berupaya memberi dukungan moril agar tetangganya itu sabar menghadapi masalah yang menimpa keluarganya.

“untung adaji ini kasihan keluarga selalu temani ka dirumah, jadi saya merasa terhibur dengan kehadiran mereka,” tuturnya sedih. 

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang WNI asal Provinsi Sulawesi Barat termasuk Usman menjadi korban penculikan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata di perairan semporna Malaysia. Kedua WNI tersebut adalah Usan Yunus alias Hamdan, warga Dusun Bruno, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, dan Samsul Saguni, warga desa Poniang, Kecamatan Sendana, Majene.

Keduanya diculik pada hari Selasa pekan lalu, (11/9), saat crew apal sedang melakukan pencarian ikan di wilayah perairan Tawau, Malaysia. Kapal mereka tiba-tiba disergap sekelompok orang bersenjata. Dua crew kapal langsung diseret ke atas kapal perompak dan dibawah menghilang di perairan semporna Malaysia, sedang dua rekan korban yang sempat bersembunyi di dek kapal selamat.

Pemerintah Indonesai melalui Kementerian luar negeri (Kemenlu), terus melakukan upaya komunikasi dengan Polisi diraja Malaysia untuk upaya pembebasan terhadap kedua WNI tersebut. (MPOL-03).

 

Bupati Polman Tempuh Upaya Diplomasi Pemerintah dan Pengusaha Pilipina Bebaskan Usman dari Kelompok Bersenjata

 

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1

 


Bagikan
  • 4
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *