Cabup Mamasa Ramlan

Bupati Petahana Mamasa, Ramlan-Marthinus Melawan Kotak Kosong

Anak dan Problematikanya Hukum & Kriminal KPU Mamasa News Pikiran Senator Politik Wisata Edukasi
Bagikan

MAMASA,Lini1.com Calon Petahana, Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda resmi mendaftarakan diri di kantor KPUD Mamasa sulawesi barat, Selasa (9/1/2018) kemarin. Pasangan yang mengusung tagline “Harmonis” ini memboyong 25 kursi dari 10 partai politik pendukungnya. Ramlan hanya menyisakan 5 kursi dari dua partai yang tersisa. Hal itu berarti pasangan incumbine Ramlan Marthinus hanya melawan kotak kosong di Pilkada serentak tahun ini.

 

Hari kedua pendaftaran bagi pasangan calon bupati Mamasa dimanfaatkan pasangan bupati petahana, Ramlan Badawi – Marthinus Tiranda untuk mendaftarkan diri secara resmi di KPUD Mamasa, Selasa kemarin. Pasangan Harmonis diantar ratusan massa pendukungnya dari rumah kediaman Ramlan menuju kantor KPUD Mamasa di Desa Rambu Saratu, Kecamatan Mamasa kabupaten Mamasa.

Ramlan - Martinus
Ramlan dan Martinus Lawan Kotak Kosong

 

Ramlan Badawi Memilih Marthinus Tiranda, Ketua DPC PKB Mamasa yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD, Sebagai calon Wakil Bupati dalam Pilkada Tahun serentak 2018.

 

Pasangan yang mengusung jargon atau tagline “Harmonis” ini mendatangi kantor KPU Mamasa diantar oleh Ratusan massa dari 10 partai Pendudukungnya.

 

Diantara barisan pendukung pasangan calon ternyata ditemukan masih terdapat sejumlah ASN dan Kepala Desa yang ikut mengantar pasnagan ini.

 

Sejumlah Kades yang dikonfirmasi kehadairannya ditempat itu menolak berkomentar dan lainnya beralasan hadir di tengah-tengah pendaftaran pasnagan Ramlan marthinur hanya kebetulan lewat dan mampir di KPU.

 

Kades Salukona, Kecamatan Tabang, Nelce Arruan, Kades Bambang Buda, Kecamatan Rantebulahan, Arpin dan Kades Lembangna Salulo, Kecamatan Mamasa, Yosker, ketiganya membantah hadir di KPU bukan dalam kapasitasnya sebagai tim sukses bupati Mamasa.

 

Kades Salukona, Nelce Arruan misalnya mengaku hadir di KPU saat pasnagan Ramlan dan Martinus mendaftar di KPU karena ada acara keluarga di Mamasa. Karena pendaftarannya sedang ramai saat lewat, Nelce mengaku singgah di KPU untuk melihat situasi pendafatran paslon.

 

“Kebetulan tadi ada acara keluarga kebetulan waktu kami lewat sedang ramai makanya kami singga,”jelas Nelce Arruan.

 

Kades lainnya yakni Kades Lembangna Salulo, Kecamatan Mamasa, Yosker memilih no commen saat dicecar wartawan soal alasna kehadirannya di KPU saat p[asnagan ramlan mendaftar secara resmi di KPU.

 

“Saya no comment saja, hehehe…..”ujar Yosker, Kades Lembangna Salulo, Kecamatan Mamasa sata dicegat wartawan di KPU Mamasa.

 

Ke 10 partai pendukung pasangan Harmonis yakni, Partai Golkar : 4 Kursi, PKB: 4 Kursi, PDIPerjuangan: 3 Kursi, Partai Demokrat : 3 Kursi, PKPI : 3 Kursi, Partai Nasdem: 3 Kursi, Partai PPP: 2 Kursi, Partai Bulan Bintang: 1 Kursi, Partai PKS: 1 Kursi, dan Partai PAN : 1 Kursi,

 

Pasangan ini hanya menyisakan 2 Partai Politik atau lima kursi di DPRD Mamasa, yakni partai Hanura 2 kursi dan Gerindra 3 Kursi. Jumlah partai atau 5 kursi yang tersisa tentu tidak memenuhi syarat dukungan 20 % atau 6 kursi bagi pasangan calon lain untuk menggunakan dua kendaraan partai yang tersisa. Hal ini berarti jika 10 partai pengusungnya konsisten mendukung pasangan petahana, Ramlan-Martinus akan melawan kotak kosong di Pilkada serentak tahun ini.

 

Menaggapi banyaknaya ASN dan kades yang diduga terlibat politik praktis di pilkada Mamasa, Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar lembaga Panwaslu Mamasa, Rustam menyatakan adanya dugaan keterlibatan ASN pihkanya akan menindak lanjuti jika ditemukan adanya bukti-bukti atau temuan panwaslu di lapangan. Rustam menegaskan keterlibatan ASN dan kepala desa sudah ada edaran menteri yang melarang setiap ASN terlibat politik praktis.

 

“Kami akan menindaklanjuti semua laporan masyarakat atau temuan Panwaslu di lapangan, namun kami masih sedang menyelidiki dna sampai hari iin belum nerima laporan dari warga soal keterlibatan ASN atau kepala desa,”jelas Rustam, Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar lembaga Panwaslu Mamasa.

 

Ramlan Badawi, calon incumbine yang ditayanya hadirnya sejumlah PNS dan Kepala desa saat mendaftar di KPU mengaku hal tersebut dirinya tidak tahu menahu. Ramlah mengaku hanya mengundang 10 partai pendukungnya mengantar pasangannya ke mendaftar ke KPU Mamasa. Ramlah mengaku tahu mengundnag ataui melibatkan ASN adalah sebuah pelanggaran dnma diirnya tidak pernah memberi himabuan kepada ASN untuk hadir dalam pendaftaran diirnya di KPU.

 

“Saya kalau menghimbau orang datang saya kira akan ada puluhan ribu orang datang mengantar saya ke KPU tapi itu tidak saya lakukan karena melanggar,”jelas  Ramlan Badawi usai mendaftarakan diri ke KPU Mamasa.

 

Ketua KPU Mamasa, Suriani T. Dellumaja menyatakan, berkas pencalonan pasnagan Ramlan – Martinus sudah lengkap dan sudah resmi menerima satu pasangan calon yang diusung 10 partai politik atau 25 kursi di DPRD Mamasa. Soal adanya issu sejumlah parpol yang akan menarik dukungan terhadap pasangan Ramlan Martinus, KPU Mamasa akan berkonsultasi dengan KPU RI.

 

“Hari ini berkas pencalonan Ramlan – Martinus sudah lengkap dan pendaptaran mereka sudah kita terima secara resmi,” jelas Suriani T. Dellumaja, Ketua KPU Mamasa.

 

Sementara pendafataran hari ketiga, Rabu hari ini hingga menjelang siang belum ada pasnagan lain yang menyusul Ramlan untuk mendaftarakan diri di KPU Mamasa.

 

Sementara pendafataran hari ketiga, Rabu hari ini (10/01/2018) hingga menjelang siang belum ada pasnagan lain yang menyusul ramlan untuk mendaftarakan diri di Kpu Mamasa.  


Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *