Buntut Bentrokan Polisi dan Mahasiswa, Kapolres Mamuju Dituntut Mundur

Bentrok Demokrasi Eksekutif Hukum Legislatif Mamuju Nasional News Pasangkayu Polewali Mandar
Bagikan
  • 1
    Share

MAMUJU,LINI1.COM – Buntut bentrokan polisi dengan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di simpang lima Kota Mamuju, yang mengakibatkan 3 orang pengunjukrasa luka – luka akibat perlakuan kekerasan aparat kepolisian, Sabtu lalu, mengundang reaksi keras mahasiswa di Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (24/9/2018). Ratusan mahasiswa dari organisasi FPPI dan PMII yang tergabung dalam aliansi pemuda dan mahasiswa mamuju mendatangi kantor polres mamuju. Mereka mengecam tindakan brutalisme aparat polisi dan menutut Kapolres Mamuju, AKBP Muh Rifai Arvan dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak lagi mempu jadi pengayom terhadap anak buahnya.

Suasana aksi unjurasa ratusan mahasiswa FPPI, PMII, BEM Universitas Tomakaka Mamuju yang tergabung dalam aliansi pemuda danmahasiswa mamuju memperjuangkan petani indonesia, mendatangi kantor polres mamuju, senin siang tadi. Mereka mendesak kapolda sulbar agar mencopot kapolres mamuju dari jabatannya, karena yag bersangkutan dinilai tidak cakap dan tidak mampu menjadi pengayom anak buahnya yang diniai bertindak brutal dna arogan saat mahasiswa mengela aksi unjuk rasa di simpang lima kota mamuju sabtu pekan lalu.

Kedatangan ratusan mahasiswa dari sejulah kampus di mmauju ini ke kantor polres mamuju tersebut sempat diwarnai aksi saling dorong petugas dengan pengunjuk rasa. Aksi saling dorong hingga lempar topi kepada pihak kepolisian yang sedang melakukan pengamanan.

Aksi saling dorong yang nyaris ricuh tersebut bermula saat mahasiswa yang ingin bertemu langsung dengan kapolres untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait atas dugaan kekerasan oknum polisi saat memembubarkan aksi unjuk rasa fppi di simpang lima, jalan trans sulawesi kota mamuju. Akibat bentrokan polisi dan mahasiswa tersebut mengakibatkan 3 orang pengunjukrasa mengalami luka – luka.

Aksi saling dorong antar polisi dan mahasiswa yang nekad masuk ke kantor polres mamuju untuk bertemu langsung dengan Kapolres Mamuju, baru meredah setelah Kapolres Mamuju Akbp. Muh Rivai Arvan bersedia menemui pengunjuk rasa yang menggear orasi dia atas pagar kantor polres mamuju.

Ratusan pengunjukrasa tersebut juga sempat melakukan aksi pembelokiran jalan di depan kantor polres mamuju, yang mengakibatkan jalan trans sulawesi lumpuh total dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Salah Seorang Mahasiswa Dalam Orarinya menyampaikan, agar Kapolres Mamuju, Akbp Muhammad Rifai Arvan mundur dari jabatannya karana sudah tidak mampu mengkoordinir bawahannya.

“Kami menuntut kapolres Mamuju agar dicopot dari jabatannya karena yang bersangkutan tidak cakap dna tidak mampu mendisplinkan anak buanya yang arogan dna bertindak brutal,”jelas salah satu korlap aksi saat orasi di depan kantor Polres Mamuju.

Aksi unjurasa ratusan mahasiswa tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. Usai menyampaikan tuntutannya ratusan pengunjuk rasa tersebut langsung meninggalkan kantor polres mamuju. (MMJU-05).

 

Buntut Bentrokan Polisi dan Mahasiswa, Kapolres Mamuju Dituntut Mundur

Gabung Bersama di Channel Youtube Kami : Lininews1


Bagikan
  • 1
    Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *